PILIHAN
Polisi Amankan 20 Warga tak Ber-KTP dalam Razia di Perumahan Jondul
ilustrasi
Ke-20 ini, diantaranya terdiri dar 12 laki-laki dan delapan orang perempuan. Ke-20 orang ini diamankan dalam sebuah operasi yang dilaksanakan Tim Gabungan Polda Riau di perumahan Jondul Lama, Pekanbaru.
Dalam operasi gabungan ini menurunkan 140 personel yang terdiri dari Sabhara, Brimob, Sat Intelkam dan Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau.
"Ada sekitar 20 orang yang diamankan terdiri dari 12 pria dan delapan wanita. Mereka masih kita periksa," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.
Guntur mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Bina Kusuma Siak 2016 yang dilakukan sejak awal April lalu. Menurutnya, penggerebakan yang dilakukan pada Rabu malam sejak pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB tadi bertujuan untuk meminimalis keberadaan preman di Pekanbaru.
Razia itu sendiri dilakukan dengan cara menyisir setiap gang di perumahan yang kerap menjadi lokasi pijat dan beberapa diantaranya disulap sebagai ajang prostitusi terselubung tersebut.
Setiap orang yang ditemui berkumpul langsung diperiksa petugas yang dilengkapi senjata tajam dan rompi anti peluru. Tidak jarang beberapa dari target yang diperiksa digeledah seluruh tubuh guna mencari tahu apakah mereka terlibat narkoba.
Menurut Guntur, hasil dari operasi kedua yang dilakukan pada malam ini adalah 20 orang tanpa kartu identitas asli Pekanbaru. Mereka yang tertangkap langsung dibawa ke Mapolda Riau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dua hari sebelumnya, atau pada Senin lalu (4/4), petugas turut melakukan razia besar-besaran di Kampung Dalam atau dikenal sebagai Kampung Narkoba di Pekanbaru. Dari razia itu, polisi menangkap seorang pria yang diduga polisi gadungan.
Dari tangan pria tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa dua pucuk yang diduga senjata api rakitan berikut sejumlah amunisinya.
Penangkapan pria itu berawal saat puluhan petugas yang sedang melakukan razia besar-besaran melihat gelagatnya yang mencurigakan. Terlebih lagi, kaos "Turn Back Crime" yang dikenakannya bertuliskan Polisi dipunggungnya.
Saat diinterogasi, pria itu mengaku sedang melakukan penyamaran di Kampung Dalam tersebut. Namun, ketika dimintai Kartu Tanda Anggota (KTA) yang bersangkutan justru mengeluarkan kartu anggota BNN.
Saat ini pria tersebut diamankan di Mapolda Riau guna menjelani penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Guntur mengatakan dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 21 orang yang terdiri dari tiga perempuan dan 18 laki-laki.
"Selain itu, kita turut mengamankan dua pucuk yang diduga senjata api, 12 botol miras, satu gunting, pisau kecil, dua paket sabu. Tapi seluruh barang bukti masih kita dalami," jelasnya.
Razia besar-besaran itu melibatkan puluhan personil polisi bersenjata lengkap. Terlihat puluhan personil itu diangkut menggunakan tiga unit.(ria)
Berita Lainnya
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
Ratusan Rakit Penambangan Emas Liar di Sungai Kuantan Dibakar
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
Ratusan Rakit Penambangan Emas Liar di Sungai Kuantan Dibakar