PILIHAN
Penjualan Pernak-pernik Imlek di Pekanbaru Lesu
Ilustrasi
JELANG tahun baru Imlek 2567 yang bertepatan Senin (8/2/2016), sejumlah pasar di kota Pekanbaru sudah ramai menjual pernak-pernik berwarna merah. Termasuk juga sejumlah toko yang dihiasi umbul-umbul imlek, spanduk beragam motif berwarna merah dan lampion.
Selain itu penjual yang menjajakan dagangan kue khas untuk perayaan imlek juga mulai marak. Termasuk juga pedagang bunga atra yang digunakan untuk persembahan saat sembahyang pada hari perayaan tahun baru imlek.
Namun dibanding tahun sebelumnya, tahun ini penjualan persiapan Imlek di pasaran terasa lesu. Hal itu diakui sejumlah pedagang.
Salah seorang pedagang pernak-pernik imlek di pasar bawah Pekanbaru, Cia Limoy, mengaku penjualannya tahun ini merosot. Biasanya 2 minggu menjelang perayaan imlek warga Tionghoa sudah memadati tokonya untuk membeli kebutuhan imlek.
"Biasanya mereka sudah ramai membeli bunga Sakura, mie Hwa, petasan, kembang api hingga baju berwarna serba merah, disamping dodol keranjang khas imlek," ujarnya.
Penurunan omset penjualan tahun ini diperkirakan antara 30 – 50 persen yang merupakan akibat lesunya ekonomi masyarakat.
"Harga pernak-pernik yang ditawarkan pedagang bervariasi mulai Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu. Sementara harga kertas angpau dijual Rp 3.500 hingga rp 35 ribu," ujarnya. TSR
Selain itu penjual yang menjajakan dagangan kue khas untuk perayaan imlek juga mulai marak. Termasuk juga pedagang bunga atra yang digunakan untuk persembahan saat sembahyang pada hari perayaan tahun baru imlek.
Namun dibanding tahun sebelumnya, tahun ini penjualan persiapan Imlek di pasaran terasa lesu. Hal itu diakui sejumlah pedagang.
Salah seorang pedagang pernak-pernik imlek di pasar bawah Pekanbaru, Cia Limoy, mengaku penjualannya tahun ini merosot. Biasanya 2 minggu menjelang perayaan imlek warga Tionghoa sudah memadati tokonya untuk membeli kebutuhan imlek.
"Biasanya mereka sudah ramai membeli bunga Sakura, mie Hwa, petasan, kembang api hingga baju berwarna serba merah, disamping dodol keranjang khas imlek," ujarnya.
Penurunan omset penjualan tahun ini diperkirakan antara 30 – 50 persen yang merupakan akibat lesunya ekonomi masyarakat.
"Harga pernak-pernik yang ditawarkan pedagang bervariasi mulai Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu. Sementara harga kertas angpau dijual Rp 3.500 hingga rp 35 ribu," ujarnya. TSR
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV