Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Turap Danau Tajwid Ambruk, Kejati Riau Tetapkan Plt Kadis PUPR Pelalawan Tersangka
RIAUIN.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan MR sebagai tersangka.
MR menjadi tersangka dalam kasus ambruknya turap obyek wisata Danau Tajwid di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Hilman Azazi menyampaikan, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Selain MR, salah seorang tenaga honorer Dinas PUPR Pelalawan TP juga ditetapkan sebagai tersangka.
"Kita sudah tetapkan dua orang tersangka terkait ambruknya turap Danau Tajwid di Pelalawan, pada 16 Februari 2020 kemarin. Tersangka yaitu Plt Kadis PUPR Pelalawan berinisial MR dan seorang honorer berinisial TP," kata Hilman kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).
Ia menyatakan, MR dan TP belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka."Pemeriksaan sebagai tersangka akan segera kami lakukan," kata Hilman.
MR dan TP disangka melanggar Pasal 10 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Hilman menyebutkan, jaksa menemukan banyak kejanggalan dan ditemukan bukti-bukti bahwa jembatan turap diduga sengaja dirobohkan.
Kejati Riau telah menerima laporan dari tim jaksa pidana khusus dan tenaga ahli konstruksi terkait ambruknya turap Danau Tajwid.
Kejadian ambruknya turap itu mengarah kepada dugaan sabotase oleh pihak-pihak berkepentingan di pembangunan turap itu.
"Berdasarkan informasi yang kita peroleh, indikasi awal dugaan robohnya turap tersebut disebabkan adanya kesengajaan yang dilakukan oleh orang dengan menggunakan sarana alat tertentu," kata Hilman.
Sebelum ambruk, pembangunan turap sepanjang 200 meter itu dinilai telah bermasalah dalam pengerjaannya.
Sebab, belum genap 1 tahun, turap sudah mengalami beberapa kerusakan.***
Berita Lainnya
Masuk Kebun Karet Pakai Motor, Sepasang Pengedar Sabu di Kampar Diringkus Polisi
Terbukti Kuasai Hutan Produksi 2,5 Hektare, Warga Pinggir Bengkalis Ditetapkan Tersangka
Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp30,5 Miliar, Kuasa Hukum PT SPRH Dipenjara 12 Tahun
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Masuk Kebun Karet Pakai Motor, Sepasang Pengedar Sabu di Kampar Diringkus Polisi
Terbukti Kuasai Hutan Produksi 2,5 Hektare, Warga Pinggir Bengkalis Ditetapkan Tersangka
Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp30,5 Miliar, Kuasa Hukum PT SPRH Dipenjara 12 Tahun
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis