• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Opini DONAL DEVI

Bangkrut

Redaksi
Kamis, 30 April 2020 09:16:24 WIB
Cetak
Donal Devi 
PADA tahun 2013, saya pernah memimpin sebuah perusahaan. Karyawannya berjumlah sekitar 20 orang. Perusahaan ini bergerak di bidang advertsing dan biasanya punya omset sekitar 500 juta - 1 milyar perbulan. Malangnya, saya di angkat jadi pemimpin perusahaan itu karena perusahaan sedang keadaan hidup segan mati tak mau. 

Kerasnya dunia advertising membuat pasar semakin kecil. Ditambah lagi dengan teknologi informasi yang semakin mutakhir membuat barang-barang modal industri advertising semakin murah di pasaran, akibatnya competitor semakin banyak.

Pada kesempatan itu, perusahaan seharusnya mengambil langkah strategis, yaitu mengambil spesialisasi pada bidang tertentu, biar pasar semakin fokus dan efisiensi bisa di capai. Artinya, karyawan dan barang modal yang tidak lagi diperlukan oleh perusahaan, bisa di lepas. 

Saya pribadi pada saat itu, melihat peluang tersebut. Yaitu dengan fokus pada sebuah media yang muthakhir dan pemainnya tidak banyak. Saya waktu itu mendapatkan sebuah pekerjaan dengan nilai hampir 300 juta. Saya juga pelajari, selain sedikit nya pemain, prospek kedepan juga semakin bagus, apalagi jika bisa sampai menjadi supplier. Visi saya seperti itu, tetapi tidak lama kemudian, Bos besar menyuruh saya fokus di perusahaan induk, sehingga apa yang saya visi-kan itu pun tak terwariskan ke pemimpin selanjutnya.

Pada masa singkat kepemimpinan itu, ada banyak hal yang bisa saya dapatkan, salah satunya adalah yang bekaitan dengan gaji karyawan. Dengan jumlah karyawan sekitar 20 orang, dengan rata-rata Take Home Pay sekitar Rp2.500.000-, bisa dilihat berapa keperluan uang untuk gaji karyawan selama 1 bulan hingga 1 tahun. 

Jika satu bulan, berarti sekitar 50 juta. Kalau setahun sekitar 600 juta. Itu belum termasuk dengan tunjangan pajak, BPJS, THR dll. Kemampuan perusahaan pada saat itu hanya mampu memutar gaji untuk tempoh satu bulan, sehingga kalau misalnya dalam satu bulan tidak dapat proyek, maka bisa dibayangkanlah bagaimana dengan gaji karyawan. Gaji pimpinan juga belum masuk. Pimpinan baru digaji setelah gaji karyawan cukup aman. 

Kondisi inilah yang hampir dihadapi oleh semua perusahaan saat corona ini. Pendapatan berkurang, sementara beban perusahaan tetap. Pilihan pahit yang diambil adalah melakukan pemutusan hubungan kerja. Kita tahu, alur rantai ekonomi itu sangat panjang, jika terjadi gangguan dalam salah satu mata rantai, maka akan terjadi ketidakstabilan dalam alur rantai ekonomi tersebut. Nah, pada masa corona ini, hampir seluruh mata rantai tidak stabil, maka bayangkahlah betapa rapuhnya rantai ekonomi itu sekarang.

Sebagai konsumen, kita manjadi bintang gemini yang memiliki 2 sisi, pertama sebagai konsumen yang harus belanja dan sebagai konsumen yang tidak bisa belanja. Harus belanja, karena itulah salah satu penggerak ekonomi.

Dengan terus melakukan perbelanjaan, maka distribusi dan produksi akan ikut bergerak juga. Tetapi, pada saat yang sama, konsumen juga di tuntut untuk tidak bisa belanja, sebab wabah virus ini menyebabkan konsumen terpaksa berdiam di rumah. Ibarat main catur, posisi konsumen sudah di skakmat sama corona. Tidak tahu harus berbuat apa. 

Suramnya pergerakan konsumen menyebabkan produsen juga akhirnya berpikir Panjang untuk produksi. Mengapa harus memproduksi banyak-banyak sementara pembeli semakin berkurang? Tentu akan banyak barang yang menumpuk nantinya atau banyak barang yang retur. Kondisi inilah yang menyebabkan perusahaan akan melakukan efisiensi yaitu dengan cara PHK karyawan.

Perusahaan juga harus memikir cash flow. Ingat, masih ada akun hutang yang mesti dibayar. Perusahaan ketika akan ekspansi akan melakukan pinjaman ke bank dan corona atau tidak corona, utang tetap harus dibayar. Oleh sebab itu, walaupun nantinya laporan keuangan perusahaan mencatat laba, coba lihat rasio kasnya, berbahaya tidak? 

Maka wajarlah kita mendengar banyak perusahaan yang bangkrut sekarang ini. Tidak ada cash. Belum lagi perusahaan harus menanggung potensi kerugian barang-barang modal. Ingat juga, perusahaan memiliki mesin-mesin produksi yang di harus terus beroperasi, jika tidak mesin akan rusak. Terpaksa perusahaan terus menghidupkan pabrik dengan produksi yang minimal, tetapi tetap saja memerlukan kas yang tidak sedikit. Cepat atau lambat, operasional perusahaan akan tutup total, dan bangkrut. 

Bagaimana dengan distributor? Sama saja. Jika tidak ada barang yang mau dipasarkan, distributor tentu menganggur. Tetapi yang lebih parah tentu pemerintah. Mengapa? karena pendapatan utama negara adalah dari pajak. 

Pajak rumah tangga dan pajak perusahaan. konsumsi masyarakat yang menurun otomatis penerimaan pajak juga menurun. Tingginya PHK menyebabkan tingginya pengangguran dan tingginya pengangguran berarti rendahnya pajak. Kemudian pajak badan bagaimana? Kemungkinan besar parusahaan pada merevisi pencatatan laba mereka. 

Memangnya mau bayar pajak badan dengan apa jika kas perusahaan hampir kosong. Akhirnya, negara kehilangan pendapatan dari pajak badan. Oleh sebab itu mungkin harga minyak di Indonesia tidak diturunkan di tengah turunnya harga minyak dunia, sebab disini perusahaan pemerintah sedang menikmati pendapatan yang tinggi. Beli di luar negeri murah dan jual di dalam negeri dengan harga normal.   

Seharusnya pemerintah harus berbuat apa ya? Saya juga tidak paham. Pemerintah memiliki sumber daya dan prasarana yang mendukung untuk melakukan simulasi dampak corona ini terhadap ekonomi. Tetapi sepertinya pemerintah tidak percaya diri, pemerintah seperti ingin menjaga kesempatan ekonomi terus terjaga, tetapi resiko wabah semakin lama hilangnya. 

Sementara jika pemerintah melakukan total lockdown seperti negara-negara lain, kesempatan ekonomi memang hilang, tetapi wabah berakhir dengan lebih cepat dan bisa dikawal. Sekarang, ditengah kesuksesan negara-negara lain mengatasi wabah, dan mulai kembali menata ekonomi mereka, sementara di kita masih kocar kacir bagaimana mengatasi virus dan sembako masyarakat. 

Jadi, sekarang ini pemerintah menghadapi, virus, PHK, bangkrut, pangan, medis dan stress masyarakat. Semuanya dihadapi pemerintah dalam waktu yang hampir bersamaan.***

Penulis seorang karyawan swasta, berdomisili di Pekanbaru.




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 2 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 3 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 4 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 5 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 6 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 7 Sejuk di Tengah Bising
  • 8 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
  • 9 Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
Terkini +INDEKS

Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak

18 Juli 2026
Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi
18 Juli 2026
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
18 Juli 2026
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
18 Juli 2026
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
18 Juli 2026
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
18 Juli 2026
Pejabat Pemko Pekanbaru Diminta Sisir Kerusakan Infrastruktur Pakai Sepeda Motor
17 Juli 2026
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
17 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved