PILIHAN
Dua Aksi Unjuk Rasa Warnai Perayaan HAKI di Pekanbaru
ilustrasi HAKI
Riauin.com, Pekanbaru - Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang dirayakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (8/12/2016) siang, diwarnai dua aksi unjuk rasa, yang dilakukan aktivis hingga LSM. Titik aksi antara lain di Tugu Zapin, Mapolda Riau dan Kejaksaan Tinggi.
Dirilis goriau.com, di Tugu Zapin, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, belasan massa dari aktivis lingkungan membentang spanduk besar mengelilingi bundaran. Tuntutannya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan korporasi diduga melakukan pembakaran lahan agar diproses.
"Perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan di Riau masih beroperasi sampai sekarang, uang yang mereka hasilkan kita duga digunakan untuk korupsi. Kami harap masyarakat dan pemerintah sadar, agar perusahaan itu diproses," sebut perwakilan dari Jikalahari, Muhammad Ali.
"Perusahaan ini masih melenggang bebas karena materi, ditambah lagi penegakkan hukum di Riau tidak kuat. Seperti kasus SP3, itu saja tidak bisa terealisasi, di Kejaksaan itu (perusahaan) semuanya dianggap tidak melakukan kesalahan," sesalnya.
Sementara di Mapolda Riau dan Kejati, aksi massa dilakukan oleh LSM Perisai Belasan orang tersebut datang membawa spanduk serta menyampaikan tiga poin pernyataan sikap. Semuanya masih terkait dengan indikasi korupsi yang merongrong Negeri Lancang Kuning.
"Banyak aset di Riau yang semestinya bisa dimanfaatkan, namun justru digelapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya aset tanah Dinas Perikanan Provinsi Riau seluas 50.150 meter persegi di Desa Lubuk Gaung, Kota Dumai," kata Ketua Umum DPP LSM Perisai, Sunardi.
"Lalu soal pembangunan kebun kelapa sawit fiktif 2002 lalu yang menggunakan dana APBD Kampar, dengan potensi kerugian negara Rp131.935.000.000. Lalu adanya dugaan pelanggaran hukum terhadap pembangunan Kantor Walikota Pekanbaru yang tidak diperjelas status haknya," sebutnya.
Aksi-aksi unjuk rasa yang menghiasi perayaan HAKI tersebut mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian kota Pekanbaru. Sejumlah aparat ditempatkan di titik vital, yang berpotensi jadi konsentrasi massa dalam berdemonstrasi. (*)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Bakal Gandeng Swasta Fasilitasi HP Bagi Ribuan RT dan RW
Klasifikasi Desil Keliru, DPRD Pekanbaru Sebut Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos
Perbaikan Jalan dan Drainase Kawasan Teratai Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Jarak Pandang Pekanbaru Sempat Drop 500 Meter, Pengelola Bandara SSK II Jamin Penerbangan Aman
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Pekanbaru Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah
Pajak Makanan dan Minuman Pekanbaru Melesat 30 Persen, Penerimaan Daerah Tembus Rp700 Miliar
Pemko Pekanbaru Bakal Gandeng Swasta Fasilitasi HP Bagi Ribuan RT dan RW
Klasifikasi Desil Keliru, DPRD Pekanbaru Sebut Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos
Perbaikan Jalan dan Drainase Kawasan Teratai Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Jarak Pandang Pekanbaru Sempat Drop 500 Meter, Pengelola Bandara SSK II Jamin Penerbangan Aman
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Pekanbaru Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah
Pajak Makanan dan Minuman Pekanbaru Melesat 30 Persen, Penerimaan Daerah Tembus Rp700 Miliar