PILIHAN
Titik Panas Bertambah, BPBD Riau Kerahkan Heli Water Bombing
ilustrasi
Pekanbaru, Riauin.com - Titik hotspot alias titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun terus bekerja maksimal dengan melakukan water bombing untuk mencegah kebakaran meluas.
"Benar data BMKG hari ini menunjukkan jumlah titik panas di Riau bertambah. Ini harus segera kita antisipasi, tim Satgas akan bekerja maksimal," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).
Edwar menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Udara, dan Darat. Tim Satgas Udara hari ini pun sudah memetakan sejumlah titik panas yang muncul.
"Heli yang kita miliki dari BNPB, TNI dan bantuan perusahaan Sinar Mas akan kita kerahkan ke sejumlah titik api untuk melakukan water bombing," katanya.
Edwar mengatakan, pada hari ini dia bersama Komandan Divisi Kostrad akan meninjau di dua lokasi kebakaran. Pertama meninjau kebakaran di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau. Selanjutnya akan meninjau ke Kabupaten Meranti.
"Kita kedatangan Komandan Devisi Kostrad untuk meninjau Karhutla di Riau," kata Edwar.
Sebelumnya Edwar menjelaskan, Satgas Karhutla Riau mendapat bantuan pendukung dari Kostrad. Di mana pasukan elit TNI AD ada 100 personel dikirim ke Riau dalam penanggulangan Karhutla.
"Satgas Karhutla terus bekerja secara maksimal untuk memadamkan kebakaran agar jangan sampai terus meluas. Kita bersinegeri dalam Satgas, ada BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni, perusahaan, masyarakat dan Damkar," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, titik panas akibat karhutla di Riau terus bertambah. Data BMKG Pekanbaru, pada level confidence 50 persen di Sumatera, terdapat 49 titik panas. Di Sumatera Utara (Sumut) ada 2, Sumatera Barat (Sumbar) 2, Sumatera Selatan (Sumsel) 1, Bemgkulu 1, Jambi, 2, Kepri 4, Bangka Belitung 3. Dan terbanyak di Riau, dengan jumlah 35 titik panas.
Namun, pada level confidence 70 persen, jumlahnya menjadi 24 hotspot. Walau terdeteksi titik panas, pada level 70 persen ini kuat dugaan menimbulkan titik api. Dari 24 hotspot level 70 persen itu, seluruhnya berada di Riau. Titik panas itu terdeteksi di Kabupaten Bengkalis 13, Kabupaten Pelalawan ada 5, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) ada 2, dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ada 4.(int/nol)
"Benar data BMKG hari ini menunjukkan jumlah titik panas di Riau bertambah. Ini harus segera kita antisipasi, tim Satgas akan bekerja maksimal," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).
Edwar menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Udara, dan Darat. Tim Satgas Udara hari ini pun sudah memetakan sejumlah titik panas yang muncul.
"Heli yang kita miliki dari BNPB, TNI dan bantuan perusahaan Sinar Mas akan kita kerahkan ke sejumlah titik api untuk melakukan water bombing," katanya.
Edwar mengatakan, pada hari ini dia bersama Komandan Divisi Kostrad akan meninjau di dua lokasi kebakaran. Pertama meninjau kebakaran di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau. Selanjutnya akan meninjau ke Kabupaten Meranti.
"Kita kedatangan Komandan Devisi Kostrad untuk meninjau Karhutla di Riau," kata Edwar.
Sebelumnya Edwar menjelaskan, Satgas Karhutla Riau mendapat bantuan pendukung dari Kostrad. Di mana pasukan elit TNI AD ada 100 personel dikirim ke Riau dalam penanggulangan Karhutla.
"Satgas Karhutla terus bekerja secara maksimal untuk memadamkan kebakaran agar jangan sampai terus meluas. Kita bersinegeri dalam Satgas, ada BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni, perusahaan, masyarakat dan Damkar," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, titik panas akibat karhutla di Riau terus bertambah. Data BMKG Pekanbaru, pada level confidence 50 persen di Sumatera, terdapat 49 titik panas. Di Sumatera Utara (Sumut) ada 2, Sumatera Barat (Sumbar) 2, Sumatera Selatan (Sumsel) 1, Bemgkulu 1, Jambi, 2, Kepri 4, Bangka Belitung 3. Dan terbanyak di Riau, dengan jumlah 35 titik panas.
Namun, pada level confidence 70 persen, jumlahnya menjadi 24 hotspot. Walau terdeteksi titik panas, pada level 70 persen ini kuat dugaan menimbulkan titik api. Dari 24 hotspot level 70 persen itu, seluruhnya berada di Riau. Titik panas itu terdeteksi di Kabupaten Bengkalis 13, Kabupaten Pelalawan ada 5, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) ada 2, dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ada 4.(int/nol)
Berita Lainnya
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
KPK Selidiki Pertemuan Bupati Kuansing dan Menteri Kehutanan Terkait Alih Fungsi 3.800 Hektare Lahan
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
KPK Selidiki Pertemuan Bupati Kuansing dan Menteri Kehutanan Terkait Alih Fungsi 3.800 Hektare Lahan
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen