PILIHAN
Rocky Gerung: Pers Manipulasi Kegagalan Pemerintah
Palembang, Riauin.com -- Pengamat politik Rocky Gerung menuding pemerintah gagal mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, kegagalan pemerintah dimanipulasi oleh pers sehingga tidak diketahui oleh masyarakat.
"Semua statistik yang diperlihatkan hari ini menunjukkan bahwa banyak kegagalan yang dilakukan pemerintah, tapi dimanipulasi melalui pers," ujar Rocky saat melawat ke Palembang, Sumatera Selatan dalam tajuk pidato kebangsaan di Hotel Win Palembang, Sabtu (2/3).
Rocky mengatakan kegagalan pemerintah ini menjadi saat untuk mengganti dengan pemerintahan baru.
"Saya ingin agar supaya Indonesia dipulihkan akal sehatnya, karena pesan konstitusi adalah setiap pemerintah harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu tugas pemerintah," kata dia.
Lihat juga: Jaksa Ungkap Cara Ratna Bohongi Rocky Gerung Hingga Prabowo
Dosen Filsafat Universitas Indonesia ini mengungkapkan ketidakadilan pemerintah tercermin dari apa yang disampaikan media massa dalam bentuk grafis. Salah satu ketidakadilan menurutnya dirasakan oleh kaum ibu-ibu setiap harinya.
"Setiap bangun pagi emak-emak harus menghemat, mengukur dompetnya, cukup enggak belanja keluarga hari itu. Itu urusan politlik. Menghitung sisa uang adalah tema politik karena menyangkut kebijakan negara," ucapnya.
"Sebelum tidur juga emak-emak berpikir yang sama. Tersisa enggak hari itu uang untuk sekedar jajan anaknya yang SD. Kecemasan itu ada di mata emak-emak setiap hari. Saya bisa merasakan ketidakadilan dengan memandang mata manusia, bukan dengan mendengarkan pidato presiden. Itu keadaan kita hari ini."
Untuk itu, ia mengimbau para pendukung pasangan nomor urut 02 tetap mementingkan perdamaian dengan seluruh masyarakat yang berbeda pilihan.
"Keakraban berwarganegara itulah yang seharusnya dihasilkan pemilu nanti Selesai. Jadi kita menginginkan agar setelah kemenangaan itu diperoleh, kita punya kurikulum berikutnya, yakni mengakrabkan warga negara. Dan itu harus kita mulai dari sekarang. Persaudaraan melampaui kepentingan politik dan janjilah bahwa kita akan memenangkan pemilu dengan cara yang beradab dan damai," ucapnya.(int/nol)
"Semua statistik yang diperlihatkan hari ini menunjukkan bahwa banyak kegagalan yang dilakukan pemerintah, tapi dimanipulasi melalui pers," ujar Rocky saat melawat ke Palembang, Sumatera Selatan dalam tajuk pidato kebangsaan di Hotel Win Palembang, Sabtu (2/3).
Rocky mengatakan kegagalan pemerintah ini menjadi saat untuk mengganti dengan pemerintahan baru.
"Saya ingin agar supaya Indonesia dipulihkan akal sehatnya, karena pesan konstitusi adalah setiap pemerintah harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu tugas pemerintah," kata dia.
Lihat juga: Jaksa Ungkap Cara Ratna Bohongi Rocky Gerung Hingga Prabowo
Dosen Filsafat Universitas Indonesia ini mengungkapkan ketidakadilan pemerintah tercermin dari apa yang disampaikan media massa dalam bentuk grafis. Salah satu ketidakadilan menurutnya dirasakan oleh kaum ibu-ibu setiap harinya.
"Setiap bangun pagi emak-emak harus menghemat, mengukur dompetnya, cukup enggak belanja keluarga hari itu. Itu urusan politlik. Menghitung sisa uang adalah tema politik karena menyangkut kebijakan negara," ucapnya.
"Sebelum tidur juga emak-emak berpikir yang sama. Tersisa enggak hari itu uang untuk sekedar jajan anaknya yang SD. Kecemasan itu ada di mata emak-emak setiap hari. Saya bisa merasakan ketidakadilan dengan memandang mata manusia, bukan dengan mendengarkan pidato presiden. Itu keadaan kita hari ini."
Untuk itu, ia mengimbau para pendukung pasangan nomor urut 02 tetap mementingkan perdamaian dengan seluruh masyarakat yang berbeda pilihan.
"Keakraban berwarganegara itulah yang seharusnya dihasilkan pemilu nanti Selesai. Jadi kita menginginkan agar setelah kemenangaan itu diperoleh, kita punya kurikulum berikutnya, yakni mengakrabkan warga negara. Dan itu harus kita mulai dari sekarang. Persaudaraan melampaui kepentingan politik dan janjilah bahwa kita akan memenangkan pemilu dengan cara yang beradab dan damai," ucapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V