PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Bila Jadi Presiden, Prabowo akan Potong Anggaran Pejabat ke Luar Negeri
Jakarta, Riauin.com - Prabowo Subianto akan mengurangi atau memotong anggaran untuk biaya ke luar negeri para pejabat bila terpilih sebagai presiden. Prabowo menilai cara itu dapat meminimalisir pengeluaran keuangan negara.
"Kita harus kurangi pemborosan, saya sudah umumkan di mana-mana, Insyaallah kalau saya dapat mandat dari rakyat, maaf, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri, akan saya kurangi," kata Prabowo dalam sambutan penutupnya saat menghadiri pertemuan dengan komunitas tenaga kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
Prabowo menyebut aturan pembatasan ke luar negeri itu sudah diterapkan bagi anggota dewan dari Fraksi Gerindra. Meski begitu, dia mengakui aturan itu sulit dilakukan secara maksimal.
"Satu saat ini saya cerita saya bikin peraturan di Gerindra, anggota legislatif Gerindra tidak boleh ke luar negeri harus ke kabupaten harus ke kecamatan dan desa-desa. Itu saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga," ujar Prabowo.
Ketua Umum Gerindra itu lalu bercerita bahwa pernah ada dua anggota DPRD dari Gerindra yang mendatangi rumahnya. Dua orang itu, kata Prabowo, minta izin untuk melakukan studi banding ke Hongkong.
Saat itu Prabowo sempat heran kenapa dua anggota legislatif itu menjadikan Hongkong sebagai tujuan. Padahal di daerah mereka banyak nelayan dan petani.
"Datang ke rumah saya, 'minta maaf pak saya dari kabupaten ini, kami dari DPRD berencana mau ngirim studi banding ke Hongkong', Kabupaten itu ya mayoritas hidup dari pertanian dari nelayan kok ke Hongkong ya studi banding?" ucap Capres nomor urut 02 itu.
Namun akhirnya Prabowo memberikan dispensasi kepada dua anggota DPRD tersebut. Alasannya Prabowo merasa kasihan karena dua orang tersebut mengaku belum pernah ke luar negeri.
"Pemimpin indonesia kadang-kadang terlalu kasihan, sudah dikasih kebijakan tapi bagaimana, kasihan juga," sebut Prabowo.(int/nol)
"Kita harus kurangi pemborosan, saya sudah umumkan di mana-mana, Insyaallah kalau saya dapat mandat dari rakyat, maaf, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri, akan saya kurangi," kata Prabowo dalam sambutan penutupnya saat menghadiri pertemuan dengan komunitas tenaga kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
Prabowo menyebut aturan pembatasan ke luar negeri itu sudah diterapkan bagi anggota dewan dari Fraksi Gerindra. Meski begitu, dia mengakui aturan itu sulit dilakukan secara maksimal.
"Satu saat ini saya cerita saya bikin peraturan di Gerindra, anggota legislatif Gerindra tidak boleh ke luar negeri harus ke kabupaten harus ke kecamatan dan desa-desa. Itu saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga," ujar Prabowo.
Ketua Umum Gerindra itu lalu bercerita bahwa pernah ada dua anggota DPRD dari Gerindra yang mendatangi rumahnya. Dua orang itu, kata Prabowo, minta izin untuk melakukan studi banding ke Hongkong.
Saat itu Prabowo sempat heran kenapa dua anggota legislatif itu menjadikan Hongkong sebagai tujuan. Padahal di daerah mereka banyak nelayan dan petani.
"Datang ke rumah saya, 'minta maaf pak saya dari kabupaten ini, kami dari DPRD berencana mau ngirim studi banding ke Hongkong', Kabupaten itu ya mayoritas hidup dari pertanian dari nelayan kok ke Hongkong ya studi banding?" ucap Capres nomor urut 02 itu.
Namun akhirnya Prabowo memberikan dispensasi kepada dua anggota DPRD tersebut. Alasannya Prabowo merasa kasihan karena dua orang tersebut mengaku belum pernah ke luar negeri.
"Pemimpin indonesia kadang-kadang terlalu kasihan, sudah dikasih kebijakan tapi bagaimana, kasihan juga," sebut Prabowo.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK