PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Bawaslu Sulsel Segera Periksa Camat se-Makassar yang Dukung Jokowi
Makassar, Riauin.com - Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel) segera memanggil para camat yang diduga terlibat dalam kampanye politik. Tindakan itu diambil setelah Bawaslu Sulsel menerima 2 laporan.
"Ada oknum yang disebut camat, kami agendakan kita periksa," ucap anggota Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf, di kantornya, Jalan Andi Petterani, Makassar, Sulsel, Jumat (22/2/2019).
Asri mengaku telah menerima 2 laporan dari orang yang berbeda mengenai video yang berisi sikap politik para camat itu. Di sisi lain, dia menyebut Bawaslu pusat juga menerima laporan sehingga koordinasi akan dikedepankan.
"Terkait itu, kami juga melakukan pembahasan dengan Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu) dan meningkatkan penyelidikan kami," sebut Asri.
Asri tidak menyebut nama-nama atau pun jumlah camat yang dipanggil tersebut. Namun dia berharap nantinya para pihak yang dipanggil itu kooperatif untuk dimintai keterangan.
"Kami akan klarifikasi beberapa hal mengenai laporan pelapor yang menganggap oknum melakukan pelanggaran pemilu soal netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara)," kata Asri.
Sebelumnya beredar video yang berisi deklarasi dukungan untuk calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Video berdurasi 1 menit itu diawali perkenalan diri seorang bernama Syahrul Yasin Limpo. Dia merupakan mantan Gubernur Sulsel.
"Saya Syahrul Yasim Limpo beserta seluruh camat se-Kota Makassar," kata Syahrul di awal video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/2). Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Dalam video itu, Syahrul menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma'ruf Amin 1 periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor...," kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.(int/nol)
"Ada oknum yang disebut camat, kami agendakan kita periksa," ucap anggota Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf, di kantornya, Jalan Andi Petterani, Makassar, Sulsel, Jumat (22/2/2019).
Asri mengaku telah menerima 2 laporan dari orang yang berbeda mengenai video yang berisi sikap politik para camat itu. Di sisi lain, dia menyebut Bawaslu pusat juga menerima laporan sehingga koordinasi akan dikedepankan.
"Terkait itu, kami juga melakukan pembahasan dengan Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu) dan meningkatkan penyelidikan kami," sebut Asri.
Asri tidak menyebut nama-nama atau pun jumlah camat yang dipanggil tersebut. Namun dia berharap nantinya para pihak yang dipanggil itu kooperatif untuk dimintai keterangan.
"Kami akan klarifikasi beberapa hal mengenai laporan pelapor yang menganggap oknum melakukan pelanggaran pemilu soal netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara)," kata Asri.
Sebelumnya beredar video yang berisi deklarasi dukungan untuk calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Video berdurasi 1 menit itu diawali perkenalan diri seorang bernama Syahrul Yasin Limpo. Dia merupakan mantan Gubernur Sulsel.
"Saya Syahrul Yasim Limpo beserta seluruh camat se-Kota Makassar," kata Syahrul di awal video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/2). Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Dalam video itu, Syahrul menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma'ruf Amin 1 periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor...," kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK