PILIHAN
Pekik 'Prabowo Presiden' Terdengar di Masjid Kauman Semarang
Semarang, Riauin.com -- Teriakan "Prabowo presiden" sempat terdengar beberapa kali dari dalam Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2), usai calon presiden Prabowo Subianto menunaikan ibadah salat Jumat di sana.
Berdasarkan laporan Antara, teriakan itu terdengar ketika Prabowo sedang berjalan keluar masjid bersama para pendukung dan jemaah lainnya, usai salat. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan selain teriakan Prabowo Presiden, para jemaah juga berkerumun untuk salaman serta foto bersama Prabowo.
"Takbir! AllahuAkbar, Takbir! AllahuAkbar, Prabowo Presiden!, wis wayahe presiden baru!," teriak para jamaah dan masyarakat sekitar yang berada di area Masjid Kauman, Semarang.
Mendengar teriakan dari orang-orang yang berjalan di dekat Prabowo itu, pengawal calon presiden nomor urut 02 ini langsung memberi isyarat agar hal tersebut dihentikan.
Teriakan tersebut terus terdengar hingga Prabowo masuk ke mobil, bahkan beberapa orang di samping masjid mengacungkan dua jarinya sebagai simbol dukungan terhadap pasangan capres bernomor urut 02.
Prabowo memilih Masjid Kauman Semarang sebagai tempat salat Jumat pekan ini. Beberapa hari sebelumnya ramai tanda pagar (tagar) #PrabowoSalatJumatDimana.
Rencana Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman juga sempat diwarnai isu penolakan dari takmir masjid. Belakangan, pihak takmir membantah isu tersebut.
Dari pantauan, Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung masuk melalui pintu belakang di sisi barat masjid.
Sejumlah kader Partai Gerinda terlihat berada di areal Masjid Kauman Semarang dengan mengenakan baju muslim tanpa atribut partai. Prabowo sendiri mengenakan peci hitam dan baju koko putih.
Tiba di dalam masjid Prabowo langsung duduk berbaur dengan jemaah lain. Namun takmir Masjid Kauman langsung meminta Prabowo berpindah posisi duduk di saf depan.
Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengingatkan pasangan calon presiden bernomor urut 02 agar tidak melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah.
"Kami selalu mengedepankan pencegahan daripada penindakan dan kami sudah ingatkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga agar tidak ada kampanye di tempat ibadah, tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di tempat ibadah semua agama," kata Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin.
Ia menegaskan pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menunaikan ibadah salat Jumat di masjid karena hal tersebut menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan merupakan ranah Bawaslu Jateng.
Menurut dia, Bawaslu Jateng hanya ingin memastikan tidak ada kampanye di tempat ibadah, dalam hal ini masjid, dan jika ada kampanye maka itu merupakan bagian dari pelanggaran pidana pemilu Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.(int/nol)
Berdasarkan laporan Antara, teriakan itu terdengar ketika Prabowo sedang berjalan keluar masjid bersama para pendukung dan jemaah lainnya, usai salat. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan selain teriakan Prabowo Presiden, para jemaah juga berkerumun untuk salaman serta foto bersama Prabowo.
"Takbir! AllahuAkbar, Takbir! AllahuAkbar, Prabowo Presiden!, wis wayahe presiden baru!," teriak para jamaah dan masyarakat sekitar yang berada di area Masjid Kauman, Semarang.
Mendengar teriakan dari orang-orang yang berjalan di dekat Prabowo itu, pengawal calon presiden nomor urut 02 ini langsung memberi isyarat agar hal tersebut dihentikan.
Teriakan tersebut terus terdengar hingga Prabowo masuk ke mobil, bahkan beberapa orang di samping masjid mengacungkan dua jarinya sebagai simbol dukungan terhadap pasangan capres bernomor urut 02.
Prabowo memilih Masjid Kauman Semarang sebagai tempat salat Jumat pekan ini. Beberapa hari sebelumnya ramai tanda pagar (tagar) #PrabowoSalatJumatDimana.
Rencana Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman juga sempat diwarnai isu penolakan dari takmir masjid. Belakangan, pihak takmir membantah isu tersebut.
Dari pantauan, Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung masuk melalui pintu belakang di sisi barat masjid.
Sejumlah kader Partai Gerinda terlihat berada di areal Masjid Kauman Semarang dengan mengenakan baju muslim tanpa atribut partai. Prabowo sendiri mengenakan peci hitam dan baju koko putih.
Tiba di dalam masjid Prabowo langsung duduk berbaur dengan jemaah lain. Namun takmir Masjid Kauman langsung meminta Prabowo berpindah posisi duduk di saf depan.
Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengingatkan pasangan calon presiden bernomor urut 02 agar tidak melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah.
"Kami selalu mengedepankan pencegahan daripada penindakan dan kami sudah ingatkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga agar tidak ada kampanye di tempat ibadah, tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di tempat ibadah semua agama," kata Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin.
Ia menegaskan pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menunaikan ibadah salat Jumat di masjid karena hal tersebut menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan merupakan ranah Bawaslu Jateng.
Menurut dia, Bawaslu Jateng hanya ingin memastikan tidak ada kampanye di tempat ibadah, dalam hal ini masjid, dan jika ada kampanye maka itu merupakan bagian dari pelanggaran pidana pemilu Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V