PILIHAN
TKN Nilai Prabowo Menang 63 Persen Ibarat Mimpi di Pagi Hari
Jakarta, Riauin.com -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menganggap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak akan memperoleh 63 persen suara dalam Pilpres 2019. Hal itu menanggapi klaim anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon yang meyakini pihaknya bakal menang dengan perolehan suara sebesar itu.
Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menilai klaim Fadli merupakan mimpi di pagi hari.
"Terkait dengan rilis yang disampaikan Pak Fadli Zon asik sekali betul, semoga demikian. Tetapi kayaknya itu adalah mimpi di pagi hari saja," ujar Johnny di Jakarta, Rabu (13/2) malam.
Johnny menuturkan potensi kemenangan 63 persen Prabowo-Sandiaga tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik karena merupakan survei internal. Johny menyebut lembaga survei yang berbasis akademik menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul telak dua bulan jelang pemilihan.
"Kami melihat tren perbedaan pasangan 01 dan 02 masih unggul di atas 20 persen dan itu akan terus dipertahankan melalui taktik dan strategi," ujarnya.
Senada, Ketua Harian TKN, Moeldoko tidak yakin Prabowo-Sandiaga bakal memperoleh 63 persen di Pilpres 2019. Sebab, ia menilai Prabowo-Sandiaga masih kerja keras sampai saat ini.
"Kalau sudah 63 persen kelihatannya masih kerja keras, gitu aja. Indikatornya gampang," ujar Moeldoko.
Berbeda dalam menanggapi optimisme BPN, Ketua TKN Erick Thohir tak ingin menyalahkan BPN menggunakan hasil survei yang tak diakui oleh KPU. Namun, ia meyakini lembaga survei yang diakui KPU lebih mengedepankan data yang resmi.
"Silakan paparkan dari BPN, terbuka dan transparan. Ini bisa menjadi nilai bersama karena pernah kejadian pada 2014 ketika ada lembaga survei yang mengklaim waktu itu sudah menang ternyata itu tidak benar," ujar Erick.
Sebelumnya, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu optimistis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang Pilpres 2019. Dia bahkan memprediksi pasangan nomor urut 02 itu menang dengan raihan suara 63 persen.
"Menurut prediksi saya sih, insyaallah kami menang dengan 63 persen," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).
Fadli mengatakan target ini bukan tanpa alasan. Menurut dia, saat ini survei internal timses Prabowo-Sandi menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sudah tertinggal.(int/nol)
Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menilai klaim Fadli merupakan mimpi di pagi hari.
"Terkait dengan rilis yang disampaikan Pak Fadli Zon asik sekali betul, semoga demikian. Tetapi kayaknya itu adalah mimpi di pagi hari saja," ujar Johnny di Jakarta, Rabu (13/2) malam.
Johnny menuturkan potensi kemenangan 63 persen Prabowo-Sandiaga tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik karena merupakan survei internal. Johny menyebut lembaga survei yang berbasis akademik menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul telak dua bulan jelang pemilihan.
"Kami melihat tren perbedaan pasangan 01 dan 02 masih unggul di atas 20 persen dan itu akan terus dipertahankan melalui taktik dan strategi," ujarnya.
Senada, Ketua Harian TKN, Moeldoko tidak yakin Prabowo-Sandiaga bakal memperoleh 63 persen di Pilpres 2019. Sebab, ia menilai Prabowo-Sandiaga masih kerja keras sampai saat ini.
"Kalau sudah 63 persen kelihatannya masih kerja keras, gitu aja. Indikatornya gampang," ujar Moeldoko.
Berbeda dalam menanggapi optimisme BPN, Ketua TKN Erick Thohir tak ingin menyalahkan BPN menggunakan hasil survei yang tak diakui oleh KPU. Namun, ia meyakini lembaga survei yang diakui KPU lebih mengedepankan data yang resmi.
"Silakan paparkan dari BPN, terbuka dan transparan. Ini bisa menjadi nilai bersama karena pernah kejadian pada 2014 ketika ada lembaga survei yang mengklaim waktu itu sudah menang ternyata itu tidak benar," ujar Erick.
Sebelumnya, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu optimistis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang Pilpres 2019. Dia bahkan memprediksi pasangan nomor urut 02 itu menang dengan raihan suara 63 persen.
"Menurut prediksi saya sih, insyaallah kami menang dengan 63 persen," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).
Fadli mengatakan target ini bukan tanpa alasan. Menurut dia, saat ini survei internal timses Prabowo-Sandi menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sudah tertinggal.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V