PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Sandiaga-TKN Jokowi Buka Survei Internal, Siapa Desperado?
Jakarta, Riauin.com - Dua kubu capres cawapres saling ungkap survei internal terlait elektabilitas. Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut masih unggul jauh. Sementara Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim sudah mulai menyusul.
Cawapres Sandiaga Uno yang lebih dulu memberi bocoran elektabilitasnya di survei internal. Dia menyebut elektabilitasnya sudah di atas 40 persen dan hanya selisih single digit.
"Kalau di kami sudah sangat ketat. Sudah single digit dan kami cross 40 persen," kata Sandiaga di sebuah kafe Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (4/2).
Kubu Prabowo yakin dalam bulan ini elektabilitas Jokowi-Ma'Amin bakal tersalip. Bahkan, semakin rapatnya elektabilitas Jokowi-Amin dinilai membuat kubu pasangan nomor urut 01 resah. Apalagi, elektabilitas Jokowi sempat diakui menurun.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan, elektabilitas Jokowi yang turun dan terus dikejar membuat capres petahana itu prustasi. Fadli menyebut Jokowi sudah putus asa menghadapi Pilpres 2019 sehingga membuat diksi-diksi yang menyerang lawan.
"Ada pepatah mengatakan begini, 'desperate people can do desperate thing'. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya nggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).
Selang sehari, giliran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang membeberkan data survei internal. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebut berada di kisaran 56 persen.
"Di kisaran angka 56, itu terbaru," ujar Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, Selasa (5/2/2019).
Karding menyebut survei internalnya dengan Prabowo memiliki selisih di kisaran dua digit. Angka itu didapat setelah merujuk dari hasil penelitian beberapa lembaga survei.
"Dari situ kita lihat, hampir seluruh lembaga survei kecuali yang kita duga partisan, posisi Pak Jokowi di angka 54-56%. Kemudian Pak Prabowo di angka 30-33%, itu artinya ada selisih 19-20%-an, itulah yang terjadi hari ini," terang politikus PKB ini.
Bahkan, menurut Karding, elektabilitas Jokowi mulai merangkak naik di Banten juga Jawa Barat. Posisi elektabilitas Jokowi di Jakarta sebut Karding juga membaik.
"Jabar sama, Banten kalah 4 %, Jakarta kami unggul tipis," sebutnya.
Dari hasil buka-bukaan survei internal ini, keduanya belum menyebut angka pasti elektabilitas capres cawapresnya. Sandiaga mengatakan, akan mempublikasi survei internalnya 2 minggu ke depan. Sementara TKN Jokowi juga belum membeberkan angka bulat berapa selisih ketat jagoannya dengan Prabowo. Lantas siapa yang Desperado seperti yang disinggung Fadli? (int/nol)
Cawapres Sandiaga Uno yang lebih dulu memberi bocoran elektabilitasnya di survei internal. Dia menyebut elektabilitasnya sudah di atas 40 persen dan hanya selisih single digit.
"Kalau di kami sudah sangat ketat. Sudah single digit dan kami cross 40 persen," kata Sandiaga di sebuah kafe Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (4/2).
Kubu Prabowo yakin dalam bulan ini elektabilitas Jokowi-Ma'Amin bakal tersalip. Bahkan, semakin rapatnya elektabilitas Jokowi-Amin dinilai membuat kubu pasangan nomor urut 01 resah. Apalagi, elektabilitas Jokowi sempat diakui menurun.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan, elektabilitas Jokowi yang turun dan terus dikejar membuat capres petahana itu prustasi. Fadli menyebut Jokowi sudah putus asa menghadapi Pilpres 2019 sehingga membuat diksi-diksi yang menyerang lawan.
"Ada pepatah mengatakan begini, 'desperate people can do desperate thing'. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya nggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).
Selang sehari, giliran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang membeberkan data survei internal. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebut berada di kisaran 56 persen.
"Di kisaran angka 56, itu terbaru," ujar Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, Selasa (5/2/2019).
Karding menyebut survei internalnya dengan Prabowo memiliki selisih di kisaran dua digit. Angka itu didapat setelah merujuk dari hasil penelitian beberapa lembaga survei.
"Dari situ kita lihat, hampir seluruh lembaga survei kecuali yang kita duga partisan, posisi Pak Jokowi di angka 54-56%. Kemudian Pak Prabowo di angka 30-33%, itu artinya ada selisih 19-20%-an, itulah yang terjadi hari ini," terang politikus PKB ini.
Bahkan, menurut Karding, elektabilitas Jokowi mulai merangkak naik di Banten juga Jawa Barat. Posisi elektabilitas Jokowi di Jakarta sebut Karding juga membaik.
"Jabar sama, Banten kalah 4 %, Jakarta kami unggul tipis," sebutnya.
Dari hasil buka-bukaan survei internal ini, keduanya belum menyebut angka pasti elektabilitas capres cawapresnya. Sandiaga mengatakan, akan mempublikasi survei internalnya 2 minggu ke depan. Sementara TKN Jokowi juga belum membeberkan angka bulat berapa selisih ketat jagoannya dengan Prabowo. Lantas siapa yang Desperado seperti yang disinggung Fadli? (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK