PILIHAN
PDIP Sebut Duit Adik Prabowo Saat Pilgub Bentuk Gotong Royong
Jakarta, Riauin.com -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui Joko Widodo (Jokowi) didanai adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, saat maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, menyebut dana tersebut sebagai bentuk gotong royong karena saat itu Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Partai Gerindra.
"Semuanya kan karena gotong royong. Kami (PDIP) juga gotong royong, dana saksi waktu itu kami juga gotong royong," kata Hasto saat ditemui di Stasiun Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/1).
Hasto menjelaskan sokongan dana dari Hashim adalah bukti Jokowi-Ahok tidak terlilit investasi politik dari para pengusaha. Sebab dana datang dari internal partai pengusung. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan dedikasi Jokowi dalam menjaga proses politik dari intervensi pemodal.
"Justru itu, jadi pemimpin bukan dengan membeli, bukan dengan investasi, jadi pemimpin adalah sebuah dedikasi," Hasto menjelaskan.
Sebelumnya, Nicholay, Anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi menyebut Jokowi menggunakan dana ratusan miliar dari adik capres jagoannya, Hashim Djojohadikusumo saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan Nicholay dilontarkan merespons klaim Jokowi yang mengatakan ia tak mengeluarkan uang sama sekali saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam debat pilpres perdana pada Kamis (17/1) lalu.
"Puluhan miliar, sampai ratusan (uang Hashim dipakai Jokowi). Ada beberapa teman saksi hidup. Kami yang mengantar duit itu pakai kantong kresek ke rumah pemenangannya, ke Jokowi langsung," ujar Nicholay di pusat media BPN jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.(int/nol)
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, menyebut dana tersebut sebagai bentuk gotong royong karena saat itu Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Partai Gerindra.
"Semuanya kan karena gotong royong. Kami (PDIP) juga gotong royong, dana saksi waktu itu kami juga gotong royong," kata Hasto saat ditemui di Stasiun Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/1).
Hasto menjelaskan sokongan dana dari Hashim adalah bukti Jokowi-Ahok tidak terlilit investasi politik dari para pengusaha. Sebab dana datang dari internal partai pengusung. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan dedikasi Jokowi dalam menjaga proses politik dari intervensi pemodal.
"Justru itu, jadi pemimpin bukan dengan membeli, bukan dengan investasi, jadi pemimpin adalah sebuah dedikasi," Hasto menjelaskan.
Sebelumnya, Nicholay, Anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi menyebut Jokowi menggunakan dana ratusan miliar dari adik capres jagoannya, Hashim Djojohadikusumo saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan Nicholay dilontarkan merespons klaim Jokowi yang mengatakan ia tak mengeluarkan uang sama sekali saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam debat pilpres perdana pada Kamis (17/1) lalu.
"Puluhan miliar, sampai ratusan (uang Hashim dipakai Jokowi). Ada beberapa teman saksi hidup. Kami yang mengantar duit itu pakai kantong kresek ke rumah pemenangannya, ke Jokowi langsung," ujar Nicholay di pusat media BPN jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V