PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PDIP Sebut Duit Adik Prabowo Saat Pilgub Bentuk Gotong Royong
Jakarta, Riauin.com -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui Joko Widodo (Jokowi) didanai adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, saat maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, menyebut dana tersebut sebagai bentuk gotong royong karena saat itu Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Partai Gerindra.
"Semuanya kan karena gotong royong. Kami (PDIP) juga gotong royong, dana saksi waktu itu kami juga gotong royong," kata Hasto saat ditemui di Stasiun Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/1).
Hasto menjelaskan sokongan dana dari Hashim adalah bukti Jokowi-Ahok tidak terlilit investasi politik dari para pengusaha. Sebab dana datang dari internal partai pengusung. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan dedikasi Jokowi dalam menjaga proses politik dari intervensi pemodal.
"Justru itu, jadi pemimpin bukan dengan membeli, bukan dengan investasi, jadi pemimpin adalah sebuah dedikasi," Hasto menjelaskan.
Sebelumnya, Nicholay, Anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi menyebut Jokowi menggunakan dana ratusan miliar dari adik capres jagoannya, Hashim Djojohadikusumo saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan Nicholay dilontarkan merespons klaim Jokowi yang mengatakan ia tak mengeluarkan uang sama sekali saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam debat pilpres perdana pada Kamis (17/1) lalu.
"Puluhan miliar, sampai ratusan (uang Hashim dipakai Jokowi). Ada beberapa teman saksi hidup. Kami yang mengantar duit itu pakai kantong kresek ke rumah pemenangannya, ke Jokowi langsung," ujar Nicholay di pusat media BPN jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.(int/nol)
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, menyebut dana tersebut sebagai bentuk gotong royong karena saat itu Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Partai Gerindra.
"Semuanya kan karena gotong royong. Kami (PDIP) juga gotong royong, dana saksi waktu itu kami juga gotong royong," kata Hasto saat ditemui di Stasiun Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/1).
Hasto menjelaskan sokongan dana dari Hashim adalah bukti Jokowi-Ahok tidak terlilit investasi politik dari para pengusaha. Sebab dana datang dari internal partai pengusung. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan dedikasi Jokowi dalam menjaga proses politik dari intervensi pemodal.
"Justru itu, jadi pemimpin bukan dengan membeli, bukan dengan investasi, jadi pemimpin adalah sebuah dedikasi," Hasto menjelaskan.
Sebelumnya, Nicholay, Anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi menyebut Jokowi menggunakan dana ratusan miliar dari adik capres jagoannya, Hashim Djojohadikusumo saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan Nicholay dilontarkan merespons klaim Jokowi yang mengatakan ia tak mengeluarkan uang sama sekali saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam debat pilpres perdana pada Kamis (17/1) lalu.
"Puluhan miliar, sampai ratusan (uang Hashim dipakai Jokowi). Ada beberapa teman saksi hidup. Kami yang mengantar duit itu pakai kantong kresek ke rumah pemenangannya, ke Jokowi langsung," ujar Nicholay di pusat media BPN jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK