PILIHAN
Pesawat Lion Air Hilang Kontak Usai 13 Menit Terbang
Jakarta, Riauin.com - Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Pesawat itu tidak bisa dikontak setelah 13 menit terbang.
Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami lost contact pukul 06.33 WIB.
"Benar kami mendapatkan informasi tersebut (hilang kontak)," kata Corsec Airnav, Didiet KS Radityo saat dihubungi wartawan, Senin (29/10/2018).
Airnav sudah berkordinasi dengan Kemenhub. Tim SAR juga sudah bergerak.
"Yang jelas lost contact. Ini mau kita cek fisik," kata Kabasarnas M Syaugi saat dikonfirmasi terpisah. (int/nol)
Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami lost contact pukul 06.33 WIB.
"Benar kami mendapatkan informasi tersebut (hilang kontak)," kata Corsec Airnav, Didiet KS Radityo saat dihubungi wartawan, Senin (29/10/2018).
Airnav sudah berkordinasi dengan Kemenhub. Tim SAR juga sudah bergerak.
"Yang jelas lost contact. Ini mau kita cek fisik," kata Kabasarnas M Syaugi saat dikonfirmasi terpisah. (int/nol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing