PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Protes Sistem Zonasi PPDB, Orang Tua Demo SMP 21 Pekanbaru
Pekanbaru, Riauinc.om - Seratusan orang tua di sekitar SMP Negeri 21 Pekanbaru menggelar aksi protes. Sebab anak-anak mereka tak diterima di sekolah tersebut.
Warga sekitar di SMP Negeri 21 di Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai menggelar aksi protes Kamis (5/7/2018). Mereka merasa terabaikan hak-hak anak mereka sebagai warga tempat di tahun ajaran baru ini. Anaknya yang baru tamat SD, ditolak pihak sekolah.
"Kita memprotes kebijakan sekolah yang tidak mau menerima anak-anak kami. Kami ini rumahnya di sekitaran sekolah ini. Padahal tahun sebelumnya ada kebijakan anak-anak di sekitar sekolah diterima agar sekolahnya tidak jauh," kata Hendraman warga setempat.
Baca juga: Disdik Jabar Siapkan Kuota 150 Ribu untuk PPDB Tingkat SMA
Warga menilai dengan anak-anak di sekitaran sekolah dapat diterima, hal itu banyak keuntungan. Anak-anak tidak terlalu jauh untuk pergi ke sekolah. Hal itu juga bisa mengurangi akan kecelakaan lalu lintas.
"Kalau anak-anak kita diterima di lingkungan sekolah ini, kan nggak perlu lagi kita mengantarnya ke sekolah. Anak-anak bisa berjalan kaki," kata Hendraman.
Sementara, Kepala SMP 21 Pekanbaru, Asmar menyebutkan pihaknya menerima murid baru berdasarkan nilai.
"Kita menerima siswa baru berdasarkan nilai. Tahun ajaran baru ini yang diterima 192 siswa. Sekarang ini aturannya berdasarkan zonasi," kata Asmar.
Zonasi yang dimaksud, di sekolah yang dipimpinnya itu diperuntuk para calon siswa dari Marpoyan Damai dan Tampan. Untuk tahun ini nilai yang terendah 229,90 yang tertinggi 274.
"Jadi yang kita terima ini berdasarkan nilai. Walau demikian nanti apa yang dikeluhkan warga akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan, mungkin saja nanti ada solusinya," tutup Asmar.(int/nol)
Warga sekitar di SMP Negeri 21 di Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai menggelar aksi protes Kamis (5/7/2018). Mereka merasa terabaikan hak-hak anak mereka sebagai warga tempat di tahun ajaran baru ini. Anaknya yang baru tamat SD, ditolak pihak sekolah.
"Kita memprotes kebijakan sekolah yang tidak mau menerima anak-anak kami. Kami ini rumahnya di sekitaran sekolah ini. Padahal tahun sebelumnya ada kebijakan anak-anak di sekitar sekolah diterima agar sekolahnya tidak jauh," kata Hendraman warga setempat.
Baca juga: Disdik Jabar Siapkan Kuota 150 Ribu untuk PPDB Tingkat SMA
Warga menilai dengan anak-anak di sekitaran sekolah dapat diterima, hal itu banyak keuntungan. Anak-anak tidak terlalu jauh untuk pergi ke sekolah. Hal itu juga bisa mengurangi akan kecelakaan lalu lintas.
"Kalau anak-anak kita diterima di lingkungan sekolah ini, kan nggak perlu lagi kita mengantarnya ke sekolah. Anak-anak bisa berjalan kaki," kata Hendraman.
Sementara, Kepala SMP 21 Pekanbaru, Asmar menyebutkan pihaknya menerima murid baru berdasarkan nilai.
"Kita menerima siswa baru berdasarkan nilai. Tahun ajaran baru ini yang diterima 192 siswa. Sekarang ini aturannya berdasarkan zonasi," kata Asmar.
Zonasi yang dimaksud, di sekolah yang dipimpinnya itu diperuntuk para calon siswa dari Marpoyan Damai dan Tampan. Untuk tahun ini nilai yang terendah 229,90 yang tertinggi 274.
"Jadi yang kita terima ini berdasarkan nilai. Walau demikian nanti apa yang dikeluhkan warga akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan, mungkin saja nanti ada solusinya," tutup Asmar.(int/nol)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini