PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Dinkes Bengkalis Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga ke UPT Puskesmas
BENGKALIS, Riauin.com - Guna mensukseskan program Nawacita Pemerintah Pusat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mensosialisasikan program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK) kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas se-Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pokok tujuan dan sasaran program PIS-PK itu dipusatkan di Aula kantor Dinkes Bengkalis, Jalan Pertanian, Kamis (31/5/2018).
Para peserta diberikan penjelasan PIS-PK oleh narasumber dari Dinas Provinsi Riau, Jajuri. Plt Kepala Dinkes Bengkalis Supardi SSos MH, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Irawadi SKM Mph hadir pada sosialisasi tersebut.
Jajuri mengungkapkan, pada perinsipnya program PIS-PK merupakan sebuah program dimana petugas kesehatan harus lebih mendekat diri kepada masyarakat.
Artinya, sebut Kasubag Perencanaan Dinkes Provinsi Riau ini, petugas dituntut pro aktif sehingga permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat teridentifikasi sedini mungkin.
"Sebenarnya perinsipnya adalah bagaimana masyarakat harus terlayani kesehatannya, dan konsepnya bukan menunggu masyarakat yang datang tetapi kita yang harus mendatangi masyarakat. Bagaimana pelayan kesehatan itu lebih aktif kepada masyarakat sehingga setiap permasalahan yang ada di masyarakat bisa kita indentifikasi sedini mungkin," terangnya.
Ia mengingatkan petugas tidak perlu menunggu kasus terjadi baru mengambil langkah. Harus ada langkah konkrit agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat terlayani dengan baik.
"Jadi jangan menjadi kasus besar baru kita bertindak. Kita harus bertindak sebelum menjadi kasus. Kalau kita di kesehatan dikenali dengan risiko, ini yang sering kita lupa setelah pihak lain ribut baru kita seolah-olah ada," ucapnya lagi.
Pendataan terhadap kasus kesehatan dihadapi masyarakat perlu dilakukan. Menurut Jajuri itu merupakan langkah awal. "Pendataan perlu namun itu hanya untuk indentifikasi kelompok-kelompok awal saja. Bilamana ditemukan langsung diintervensi (tindakan)," tuturnya.
Jajuri yakin Dinkes Bengkalis dan UPT Puskesmas mampu mensukseskan program nasional itu. "Tinggal komitmennya saja. Ini harus menjadi gerakan bersama," cakapnya.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin menjalan program itu. Tunjuk ajar dari Dinkes Provinsi Riau akan menjadi bahan untuk dievaluasi.
"Apa yang dipaparkan pihak provinsi akan kita laksanakan. Supaya apa yang disampaikan pak Jajuri, ada tindak lanjutnya," tegas Supardi.
Ia yakin UPT Puskesmas mampu menjalankan program PIS-PK dengan baik. Kerjasama dan layanan baik adalah hal utama kunci keberhasilan program PIS-PK.
"Saya yakin kawan-kawan Puskesmas dapat menjalani program nasional ini dengan baik. Manfaat sumber daya kita, saya sering berpesan kepada Kabid, jangan kita lihat apa yang menjadi kelebihan kita tapi lihat apa yang masih menjadi kekurangan," pungkasnya.(int/nol)
Kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pokok tujuan dan sasaran program PIS-PK itu dipusatkan di Aula kantor Dinkes Bengkalis, Jalan Pertanian, Kamis (31/5/2018).
Para peserta diberikan penjelasan PIS-PK oleh narasumber dari Dinas Provinsi Riau, Jajuri. Plt Kepala Dinkes Bengkalis Supardi SSos MH, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Irawadi SKM Mph hadir pada sosialisasi tersebut.
Jajuri mengungkapkan, pada perinsipnya program PIS-PK merupakan sebuah program dimana petugas kesehatan harus lebih mendekat diri kepada masyarakat.
Artinya, sebut Kasubag Perencanaan Dinkes Provinsi Riau ini, petugas dituntut pro aktif sehingga permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat teridentifikasi sedini mungkin.
"Sebenarnya perinsipnya adalah bagaimana masyarakat harus terlayani kesehatannya, dan konsepnya bukan menunggu masyarakat yang datang tetapi kita yang harus mendatangi masyarakat. Bagaimana pelayan kesehatan itu lebih aktif kepada masyarakat sehingga setiap permasalahan yang ada di masyarakat bisa kita indentifikasi sedini mungkin," terangnya.
Ia mengingatkan petugas tidak perlu menunggu kasus terjadi baru mengambil langkah. Harus ada langkah konkrit agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat terlayani dengan baik.
"Jadi jangan menjadi kasus besar baru kita bertindak. Kita harus bertindak sebelum menjadi kasus. Kalau kita di kesehatan dikenali dengan risiko, ini yang sering kita lupa setelah pihak lain ribut baru kita seolah-olah ada," ucapnya lagi.
Pendataan terhadap kasus kesehatan dihadapi masyarakat perlu dilakukan. Menurut Jajuri itu merupakan langkah awal. "Pendataan perlu namun itu hanya untuk indentifikasi kelompok-kelompok awal saja. Bilamana ditemukan langsung diintervensi (tindakan)," tuturnya.
Jajuri yakin Dinkes Bengkalis dan UPT Puskesmas mampu mensukseskan program nasional itu. "Tinggal komitmennya saja. Ini harus menjadi gerakan bersama," cakapnya.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin menjalan program itu. Tunjuk ajar dari Dinkes Provinsi Riau akan menjadi bahan untuk dievaluasi.
"Apa yang dipaparkan pihak provinsi akan kita laksanakan. Supaya apa yang disampaikan pak Jajuri, ada tindak lanjutnya," tegas Supardi.
Ia yakin UPT Puskesmas mampu menjalankan program PIS-PK dengan baik. Kerjasama dan layanan baik adalah hal utama kunci keberhasilan program PIS-PK.
"Saya yakin kawan-kawan Puskesmas dapat menjalani program nasional ini dengan baik. Manfaat sumber daya kita, saya sering berpesan kepada Kabid, jangan kita lihat apa yang menjadi kelebihan kita tapi lihat apa yang masih menjadi kekurangan," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung