PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Edy Nasution: Penyelesaian Abrasi Pulau Rangsang Butuh Koordinasi Provinsi, Kabupaten dan Pusat
MERANTI, Riauin.com - Saat kampanye dialogis di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (3/4/2018) lalu, calon wakil Gubernur (Cawagub) Riau noomr urut 1, Edy Nasution, menyempatkan diri melihat kondisi abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang.
Edy Nasution berjalan kaki sejauh 100 meter menuju kawasan tersebut. Ia merasa prihatin melihat apa yang dirasakan masyarakat Kepulauan Meranti.
Salah seorang warga, Rais Afandi, mengatakan bahwa saat ini kondisi abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang sangat memperihatinkan. Bila tidak diselesaikan dalam waktu dekat, tentunya akan membahayakan pemukiman masyarakat di Pulau Rangsang.
"Abrasi yang terjadi dalam satu tahun belakangan ini. Namun, belum memiliki solusi dari permasalahan yang mengancam masyarakat ini. Kalau tidak segera diselesaikan, permasalahan ini akan terus menumpuk dan merugikan masyarakat," kata Rais.
Edy Nasution menyikapi abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang, jika pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Syamsuar - Edy Nasution, duduk jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, akan memperjuangkan hal ini di Pemerintah Pusat.
"Hal ini tentunya harus ada kombinasi penyelesaian antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Pusat. Saya tidak berjanji, tapi akan saya perjuangkan. Saya tidak mau janji dengan apa yang tidak mungkin kami lakukan," kata Edy Nasution.
Abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang karena faktor alam ini bisa diantisipasi. Jika, pemerintah sama-sama mencarikan solusi dengan cara berkoordinasi. Karena permasalahan ini jika tidak segera ditindaklanjuti akan semakin parah.
"Bagaimana pun juga permasalahan abrasi, segera ditangani. Namun, masyarakat pun harus bersabar. Karena tetap ada proses dalam permasalahan ini. Karena ketika kami duduk nanti, jangan sampai terkendala masalahan hukum," pungkasnya.(int/nol)
Edy Nasution berjalan kaki sejauh 100 meter menuju kawasan tersebut. Ia merasa prihatin melihat apa yang dirasakan masyarakat Kepulauan Meranti.
Salah seorang warga, Rais Afandi, mengatakan bahwa saat ini kondisi abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang sangat memperihatinkan. Bila tidak diselesaikan dalam waktu dekat, tentunya akan membahayakan pemukiman masyarakat di Pulau Rangsang.
"Abrasi yang terjadi dalam satu tahun belakangan ini. Namun, belum memiliki solusi dari permasalahan yang mengancam masyarakat ini. Kalau tidak segera diselesaikan, permasalahan ini akan terus menumpuk dan merugikan masyarakat," kata Rais.
Edy Nasution menyikapi abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang, jika pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Syamsuar - Edy Nasution, duduk jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, akan memperjuangkan hal ini di Pemerintah Pusat.
"Hal ini tentunya harus ada kombinasi penyelesaian antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Pusat. Saya tidak berjanji, tapi akan saya perjuangkan. Saya tidak mau janji dengan apa yang tidak mungkin kami lakukan," kata Edy Nasution.
Abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang karena faktor alam ini bisa diantisipasi. Jika, pemerintah sama-sama mencarikan solusi dengan cara berkoordinasi. Karena permasalahan ini jika tidak segera ditindaklanjuti akan semakin parah.
"Bagaimana pun juga permasalahan abrasi, segera ditangani. Namun, masyarakat pun harus bersabar. Karena tetap ada proses dalam permasalahan ini. Karena ketika kami duduk nanti, jangan sampai terkendala masalahan hukum," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK