Tuntut Pasokan Energi Aman, Pemprov Riau Minta Pertamina dan Aparat Tindak Penimbun BBM
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendesak Pertamina Patra Niaga menindak tegas dugaan penimbunan bahan bakar minyak di lapangan seiring makin memanjangnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum.
Sudut pandang penanganan hukum dan pengawasan energi tersebut mengemuka saat Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menggelar audiensi bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto di Kantor Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).
SF Hariyanto menegaskan, antrean panjang di SPBU tidak bisa dibiarkan begitu saja karena sangat merugikan masyarakat serta memicu kemacetan lalu lintas. Pengawasan mendesak diperketat guna mengantisipasi oknum spekulan yang memanfaatkan situasi kelangkaan pasokan.
"Kita minta persoalan antrean BBM ini segera ditertibkan, termasuk apabila ada oknum yang melakukan penimbunan dan memanfaatkan kondisi yang terjadi. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan persoalan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tegas SF Hariyanto.
Ia menambahkan, Riau yang berstatus sebagai daerah penghasil minyak bumi seharusnya mendapat jaminan ketercukupan energi tanpa gejolak. Selain memperkuat pengawasan, Pemprov Riau mendorong koordinasi lintas instansi bersama jajaran Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di sekitar area SPBU.
"Antrean panjang ini jangan sampai menghabiskan waktu masyarakat, menimbulkan kemacetan, dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik melalui koordinasi bersama," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto turut mengingatkan Pertamina agar segera melunasi kewajiban pajak ke daerah demi kelancaran pembangunan.
"Kita juga meminta kewajiban perpajakan yang masih menjadi tanggung jawab Pertamina kepada pemerintah daerah segera diselesaikan. Semua kewajiban harus kita pastikan berjalan sesuai aturan," lanjutnya.
Menanggapi desakan Pemprov Riau, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto menjelaskan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah memberi tekanan besar pada beban anggaran serta ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Guna meredam antrean, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan BBM ke SPBU serta menambah armada distribusi di jalur darat.
"Kami sudah menambah pasokan yang disalurkan ke SPBU sekitar 28 persen, menambah jumlah mobil tangki, dan terus melakukan upaya untuk mengatasi kondisi ini," kata Fanda Chrismianto.
Fanda mengapresiasi respons Pemprov Riau dan siap meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM di Riau kembali normal dan tepat sasaran. (Bil)
Berita Lainnya
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata