PILIHAN
Ketua LAM Terima Tanjak dari Kadisparbud
PASIR PENGARAIAN, riauin.com--Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan(Disparbud) Yusmar S,sos Msi menyerahkan tanjak adat yang diberi nama Unak Serantau kepada Ketua Lembaga Adat Melayu Riau(LAMR) Rohul.
Tanjak tersebut akan dipergunakan pemakaiannya oleh anak kemenakan yang ada di Rohul baik dari etnis atau suku dari manapun. Selain itu tanjak tersebut juga akan dikenakan tamu yang berkunjung ke Rohul.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Yusmar S,Sos M.Si usai menyerahkan tanjak, Senin(15/1/2018) di aula LAMR mengatakan, pemakaian tanjak itu merupakan adat yang sudah dipakai ninik moyang dahulu.
"Dimana sejak beberapa tahun terakhir ini tidak pernah dipakai lagi, tempo dulu kalau laki-laki memakai tanjak sedang perempuannya memakai kain cita yang dipasangkan seperti sarung," ungkap Yusmar.
Menurut Yusmar yang pertama menggunakan tanjak di Riau ini adalah di Rokan Hulu. Cara pemakaiannya sudah disosialisasikan kepada masyarakat. "Siapapun yang datang ke Rohul, akan dipakaikan tanjak ini," katanya.
Ketua Umum LAMR Rohul, H.Zulyadaini, Wakil Ketua, H.T.Rafli Armen, Sekretaris, H.Azhari mengatakan, sebetulnya masalah adat ini adalah kewenangan lembaga adat, namun saat ini karena ide ini muncul dari Dinas Pariwisata dan Kabudayaan, pihaknya mengucapkan terima kasih.
"LAMR tetap mendukung kinerja Pariwisata kedepannya, sehingga setiap tempat wisata yang di benahi hendaknya tertata dengan baik sesuai dengan visi dan misi Bupati Rohul," ujarnya. (yus)
Tanjak tersebut akan dipergunakan pemakaiannya oleh anak kemenakan yang ada di Rohul baik dari etnis atau suku dari manapun. Selain itu tanjak tersebut juga akan dikenakan tamu yang berkunjung ke Rohul.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Yusmar S,Sos M.Si usai menyerahkan tanjak, Senin(15/1/2018) di aula LAMR mengatakan, pemakaian tanjak itu merupakan adat yang sudah dipakai ninik moyang dahulu.
"Dimana sejak beberapa tahun terakhir ini tidak pernah dipakai lagi, tempo dulu kalau laki-laki memakai tanjak sedang perempuannya memakai kain cita yang dipasangkan seperti sarung," ungkap Yusmar.
Menurut Yusmar yang pertama menggunakan tanjak di Riau ini adalah di Rokan Hulu. Cara pemakaiannya sudah disosialisasikan kepada masyarakat. "Siapapun yang datang ke Rohul, akan dipakaikan tanjak ini," katanya.
Ketua Umum LAMR Rohul, H.Zulyadaini, Wakil Ketua, H.T.Rafli Armen, Sekretaris, H.Azhari mengatakan, sebetulnya masalah adat ini adalah kewenangan lembaga adat, namun saat ini karena ide ini muncul dari Dinas Pariwisata dan Kabudayaan, pihaknya mengucapkan terima kasih.
"LAMR tetap mendukung kinerja Pariwisata kedepannya, sehingga setiap tempat wisata yang di benahi hendaknya tertata dengan baik sesuai dengan visi dan misi Bupati Rohul," ujarnya. (yus)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh