Pemko Pekanbaru Integrasikan 38 Sekolah Swasta untuk Atasi Krisis Daya Tampung
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, resmi mengintegrasikan puluhan sekolah swasta dan madrasah ke dalam sistem penerimaan peserta didik baru untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh anak usia sekolah di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut mendapatkan akses pendidikan menengah pertama secara gratis tanpa terkendala biaya.
Kebijakan yang dikemas dalam program Zero Putus Sekolah ini menyasar para calon siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri. Pemerintah daerah memastikan akan menanggung seluruh biaya pendidikan siswa di sekolah-sekolah kemitraan tersebut.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengungkapkan bahwa kerisauan orangtua terkait keterbatasan kuota sekolah negeri setiap tahunnya menjadi latar belakang lahirnya intervensi ini. Pembiayaan penuh dari anggaran daerah diberikan agar kualitas sumber daya manusia di Riau, khususnya Pekanbaru, dapat merata.
"Orangtua tidak perlu khawatir lagi. Jika anak tidak tertampung di SMP negeri, mereka bisa langsung mendaftar ke sekolah swasta mitra yang sistemnya sudah terintegrasi. Seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah kota," ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Kamis (25/6/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Pekanbaru telah menjalin kerja sama resmi dengan pemerintah daerah. Di antaranya adalah SMP Telekomunikasi di Jalan Melati, SMP Widya Graha di Jalan Sakuntala, SMP Taruna Satria di Jalan Delima, SMP PGRI di Jalan Brigjen Katamso, SMP IT Badrul Islam di Jalan Naga Sakti, serta SMP Dwi Sejahtera di Jalan Dirgantara.
Selain itu, program ini juga mencakup SMP Plus Terpadu di Jalan Damai Ujung, SMP IT Masmur 2 School di Jalan Soekarno Hatta, SMP IT Al-Muhajirin di Jalan Rajawali Sakti, SMP Nurul Falah Kulim di Jalan Lintas Timur, SMP Tri Bhakti di Jalan Tuanku Tambusai, SMP Muhammadiyah 5 di Jalan Raja Panjang, dan SMP Pekerti Mulya di Jalan Tuanku Tambusai. Sekolah swasta lain yang turut terintegrasi meliputi SMP Islam Nurul Hidayah di Jalan Sri Palas, SMP Islam YLPI di Jalan Prof M Yamin SH, SMP Plus At Thoiba di Jalan Kapau Sari Ujung, SMP Masmur di Jalan KH Ahmad Dahlan, SMP Bukit Raya di Jalan Sialang Bungkuk, SMP Tunas Karya di Jalan Ketitiran, SMP IT Darul Fiy Azkya di Jalan Suka Karya, SMP Nurul Falah di Jalan Panglima Undan, SMP IT Aziziyyah di Jalan Cipta Karya, serta SMP Yabri Terpadu di Jalan Ilham.
Tidak hanya sekolah umum, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggandeng Kementerian Agama setempat untuk mengakomodasi belasan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kerja sama ini mencakup 15 institusi keagamaan agar pemenuhan wajib belajar sembilan tahun di Riau dapat berjalan optimal.
Madrasah yang masuk dalam skema pembiayaan APBD ini meliputi MTsN 2 Pekanbaru di Jalan Yos Sudarso Muara Fajar Barat, MTs An Najah di Jalan Banda Aceh, MTs Al-Mukarramah di Jalan Ikhlas, MTs Hasanah di Jalan Cempedak, MTs Masmur di Jalan Soekarno Hatta, MTsS Al-Fajar di Jalan Fajar, MTs YKWI di Jalan Hasyim Ashari, serta MTs Ash Shiddiq di Jalan Umban Sari Atas. Selanjutnya terdapat pula MTsS Ummi Fatimah di Jalan Yos Sudarso, MTs Tahfizh Rabbaniy di Jalan Air Dingin, MTs Diniyah Putri di Jalan KH Ahmad Dahlan, MTs Muhammadiyah 01 di Jalan Kesuma, MTs Nurul Yaqin di Jalan Hangtuah, MTs Baitul Amal di Jalan Cipta Karya Ujung, dan MTs Darul Ihsan di Jalan Cipta Karya.
Melalui perluasan jaringan sekolah mitra ini, pemerintah daerah berharap target penuntasan angka putus sekolah di wilayah Riau dapat tercapai secara signifikan pada tahun ajaran baru ini. Pemetaan sekolah swasta yang tersebar di berbagai kecamatan juga diharapkan mampu mendekatkan akses pendidikan ke tempat tinggal masyarakat. (Bil)
Berita Lainnya
KI Riau Tetapkan Mutu Transparansi Badan Publik, Pekanbaru Raih Nilai Tertinggi
DLHK Pekanbaru Siapkan Skema Pengalihan Anggaran Sampah ke Sektor Publik
HUT Pekanbaru, ASN Diminta Pangkas Birokrasi Lambat
Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Pekanbaru Jadi Motor Utama Pertumbuhan Bumi Lancang Kuning
PLN UPT Pekanbaru Edukasi Siswa SMAN 17 soal Bahaya SUTT 150 kV
Efek Program Makan Bergizi Gratis, Pajak Kuliner Pekanbaru Melesat 32 Persen
KI Riau Tetapkan Mutu Transparansi Badan Publik, Pekanbaru Raih Nilai Tertinggi
DLHK Pekanbaru Siapkan Skema Pengalihan Anggaran Sampah ke Sektor Publik
HUT Pekanbaru, ASN Diminta Pangkas Birokrasi Lambat
Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Pekanbaru Jadi Motor Utama Pertumbuhan Bumi Lancang Kuning
PLN UPT Pekanbaru Edukasi Siswa SMAN 17 soal Bahaya SUTT 150 kV
Efek Program Makan Bergizi Gratis, Pajak Kuliner Pekanbaru Melesat 32 Persen