• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Menangis di Sisa Rel Jepang, Tersenyum di Lambung ‘Sang Ratu Helmina’

Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 00:17:42 WIB
Cetak

Rombongan turis Belanda bapak tilas di Koto Kombu

 

Oleh: Hendrianto.

Sabtu (15/5/2026) siang, udara Desa Koto Kombu mendadak beda. Matahari menyengat, tapi suasana terasa beku. Terutama saat kaki seorang nenek tua asal Belanda menyentuh tanah keras di Kecamatan Hulu Kuantan itu.

Dia berhenti. Matanya tertuju pada satu titik. Di halaman rumah warga.

Ada dua batang besi tua. Berkarat. Sebagian sudah ditelan rumput liar. Orang awam mungkin melihatnya rongsokan. Tapi bagi nenek ini, itu adalah jeritan masa lalu.

Dia berlutut. Tangannya yang keriput meraba besi dingin itu. Air matanya tumpah. Pecah.

Itu bukan sembarang besi. Itu sisa rel kereta api zaman Jepang. Rel maut. Jalur yang dibangun dengan darah, keringat, dan nyawa leluhurnya delapan dekade silam.

Nenek itu tidak sendirian. Ada 29 orang Belanda lainnya. Mereka dipimpin Eric Sininghe dari organisasi SHBSS. Mereka bukan turis yang cari spot foto cantik buat pamer di medsos. Mereka adalah para peziarah sejarah.

Misi mereka berat: mencari jejak kakek-nenek yang hilang ditelan rimba Sumatera.

Mari kita putar balik jam sejarah ke tahun 1943. Saat itu Jepang lagi terjepit di Perang Pasifik. Selat Malaka dikepung Sekutu. Pasokan batu bara dari Sawahlunto terancam.

Jepang punya ide gila: bikin jalur kereta api menembus belantara Riau-Sumbar. Panjangnya 220 kilometer. Dari Muaro ke Pekanbaru.

Tenaganya dari mana? Romusha. Rakyat kita yang dipaksa dan ditipu. Ditambah lagi ribuan tawanan perang (POW) dari Belanda dan Inggris.

Hutan Riau saat itu neraka hijau. Isinya malaria, disentri, dan sabetan rotan tentara Jepang. Bayangkan: 80.000 romusha dan 700 tentara Sekutu tewas. Tanpa nisan. Tanpa penghormatan.

Ironisnya, saat rel itu selesai pada 15 Agustus 1945, Jepang justru menyerah. Rel itu hampir tak pernah dipakai. Ditinggal begitu saja. Dimakan karat.

Tapi Koto Kombu punya cara unik membasuh luka itu.

Di tengah suasana haru, rombongan Belanda ini mendadak tertegun. Mereka melihat sebuah perahu besar di tepi sungai. Perahu itu punya nama unik di lambungnya: Sang Ratu Helmina.

Eric yang tadi matanya berlinang, mendadak senyum lebar.

"Ratu Wilhelmina," bisiknya.

Dia paham. Lidah orang Kuansing memang praktis. Nama ratu Belanda yang susah disebut itu disederhanakan jadi Helmina. Bagi Eric, ini bukan sekadar soal nama. Ini soal cara warga lokal merawat memori. Dengan hormat. Melalui budaya Pacu Jalur.

Dua hari mereka di Kuansing. Mulai dari Koto Baru, Logas, sampai Koto-Kombu. Menyusuri tempat-tempat sunyi yang dulu penuh jeritan.

Warga menyambut hangat. Tidak ada dendam. Yang ada hanya empati antarmanusia. Sejarah memang pahit, tapi penyambutan warga sangat manis.

Sebelum bus menderu menuju Sawahlunto, Eric menitip pesan pendek. Tajam. "Jaga sisa rel ini. Jangan sampai hilang." Bus pun bergerak. Meninggalkan debu di Koto Kombu.

Sang nenek pulang dengan dada lebih lapang. Dia tahu, meski tulang leluhurnya sudah menyatu dengan tanah Riau, memorinya takkan hilang.

Ternyata, di tangan orang Kuansing, sejarah tak melulu soal tangis di sisa rel. Ada senyum yang terselip di lambung perahu. (***)
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 2 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 3 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 4 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 5 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 6 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 7 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 8 Sejuk di Tengah Bising
  • 9 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
Terkini +INDEKS

Jangan Lewatkan! Telkomsel Hadirkan Promo Menarik dan Tukar Poin Gratis di Riau Bhayangkara Run 2026

18 Juli 2026
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
18 Juli 2026
Buaya Muara 2,4 Meter Masuk Permukiman di Inhil Riau, Dievakuasi Aparat dan Warga
18 Juli 2026
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
18 Juli 2026
Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi
18 Juli 2026
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
18 Juli 2026
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
18 Juli 2026
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
18 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved