• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Menangis di Sisa Rel Jepang, Tersenyum di Lambung ‘Sang Ratu Helmina’

Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 00:17:42 WIB
Cetak

Rombongan turis Belanda bapak tilas di Koto Kombu

 

Oleh: Hendrianto.

Sabtu (15/5/2026) siang, udara Desa Koto Kombu mendadak beda. Matahari menyengat, tapi suasana terasa beku. Terutama saat kaki seorang nenek tua asal Belanda menyentuh tanah keras di Kecamatan Hulu Kuantan itu.

Dia berhenti. Matanya tertuju pada satu titik. Di halaman rumah warga.

Ada dua batang besi tua. Berkarat. Sebagian sudah ditelan rumput liar. Orang awam mungkin melihatnya rongsokan. Tapi bagi nenek ini, itu adalah jeritan masa lalu.

Dia berlutut. Tangannya yang keriput meraba besi dingin itu. Air matanya tumpah. Pecah.

Itu bukan sembarang besi. Itu sisa rel kereta api zaman Jepang. Rel maut. Jalur yang dibangun dengan darah, keringat, dan nyawa leluhurnya delapan dekade silam.

Nenek itu tidak sendirian. Ada 29 orang Belanda lainnya. Mereka dipimpin Eric Sininghe dari organisasi SHBSS. Mereka bukan turis yang cari spot foto cantik buat pamer di medsos. Mereka adalah para peziarah sejarah.

Misi mereka berat: mencari jejak kakek-nenek yang hilang ditelan rimba Sumatera.

Mari kita putar balik jam sejarah ke tahun 1943. Saat itu Jepang lagi terjepit di Perang Pasifik. Selat Malaka dikepung Sekutu. Pasokan batu bara dari Sawahlunto terancam.

Jepang punya ide gila: bikin jalur kereta api menembus belantara Riau-Sumbar. Panjangnya 220 kilometer. Dari Muaro ke Pekanbaru.

Tenaganya dari mana? Romusha. Rakyat kita yang dipaksa dan ditipu. Ditambah lagi ribuan tawanan perang (POW) dari Belanda dan Inggris.

Hutan Riau saat itu neraka hijau. Isinya malaria, disentri, dan sabetan rotan tentara Jepang. Bayangkan: 80.000 romusha dan 700 tentara Sekutu tewas. Tanpa nisan. Tanpa penghormatan.

Ironisnya, saat rel itu selesai pada 15 Agustus 1945, Jepang justru menyerah. Rel itu hampir tak pernah dipakai. Ditinggal begitu saja. Dimakan karat.

Tapi Koto Kombu punya cara unik membasuh luka itu.

Di tengah suasana haru, rombongan Belanda ini mendadak tertegun. Mereka melihat sebuah perahu besar di tepi sungai. Perahu itu punya nama unik di lambungnya: Sang Ratu Helmina.

Eric yang tadi matanya berlinang, mendadak senyum lebar.

"Ratu Wilhelmina," bisiknya.

Dia paham. Lidah orang Kuansing memang praktis. Nama ratu Belanda yang susah disebut itu disederhanakan jadi Helmina. Bagi Eric, ini bukan sekadar soal nama. Ini soal cara warga lokal merawat memori. Dengan hormat. Melalui budaya Pacu Jalur.

Dua hari mereka di Kuansing. Mulai dari Koto Baru, Logas, sampai Koto-Kombu. Menyusuri tempat-tempat sunyi yang dulu penuh jeritan.

Warga menyambut hangat. Tidak ada dendam. Yang ada hanya empati antarmanusia. Sejarah memang pahit, tapi penyambutan warga sangat manis.

Sebelum bus menderu menuju Sawahlunto, Eric menitip pesan pendek. Tajam. "Jaga sisa rel ini. Jangan sampai hilang." Bus pun bergerak. Meninggalkan debu di Koto Kombu.

Sang nenek pulang dengan dada lebih lapang. Dia tahu, meski tulang leluhurnya sudah menyatu dengan tanah Riau, memorinya takkan hilang.

Ternyata, di tangan orang Kuansing, sejarah tak melulu soal tangis di sisa rel. Ada senyum yang terselip di lambung perahu. (***)
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved