Ratusan Ternak di Riau Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku
RIAUIN.COM - Mayoritas hewan ternak yang sempat terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK di Provinsi Riau berhasil dipulihkan. Tingkat kesembuhan makro di tingkat provinsi kini menyentuh angka 70 persen, seiring dengan melandainya kurva penularan di sejumlah wilayah sentra peternakan.
Merujuk pada data akumulatif laporan sindrom PMK di Riau sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026, otoritas terkait mencatat ada 758 ekor ternak yang sempat tertular. Dari total populasi yang sakit tersebut, sebanyak 532 ekor di antaranya sudah dinyatakan pulih total oleh tim pemantau kesehatan hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani menjelaskan bahwa saat ini sisa kasus aktif yang masih memerlukan isolasi dan pengobatan medis di lapangan berjumlah 226 ekor. Tim dokter hewan diklaim terus bergerak untuk menekan angka penularan sisa tersebut agar tidak meluas ke zona hijau.
Keberhasilan penanggulangan wabah paling terlihat di Kabupaten Siak, di mana seluruh ternak bergejala yang berjumlah 118 ekor kini sudah terbebas dari virus. Status bersih dari kasus aktif serupa juga berhasil dicapai oleh Kabupaten Indragiri Hilir serta Kota Dumai.
Kondisi sebaliknya masih membayangi Kabupaten Indragiri Hulu yang menjadi episentrum penularan tertinggi dengan sebaran di 12 desa pada empat kecamatan. Di wilayah ini, dari 368 kasus yang ditemukan, baru 196 ekor yang berhasil disembuhkan, sementara sisanya masih dalam pengawasan ketat.
Untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu, tren pemulihan berjalan sangat signifikan karena dari akumulasi 155 kasus, kini hanya menyisakan dua ekor ternak yang masih sakit. Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, petugas medis dilaporkan masih mendampingi dan mengobati 11 ekor ternak bergejala aktif.
Mimi Yuliani menambahkan bahwa efektivitas penekanan laju penularan ini sangat bergantung pada kecepatan intervensi obat dan kedisiplinan peternak. Pemprov Riau kembali mengingatkan para pemilik peternakan untuk memperketat biosekuriti kandang serta membatasi mobilisasi keluar-masuk hewan baru dari luar daerah guna mencegah risiko gelombang penularan sekunder. (Bil)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Andalkan Data BPS untuk Arah Kebijakan dan Anggaran Daerah
Desak Tambahan Anggaran Pusat, Pemprov Riau Minta Komisi X DPR RI Perhatikan Kebutuhan Daerah
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemprov Riau Andalkan Data BPS untuk Arah Kebijakan dan Anggaran Daerah
Desak Tambahan Anggaran Pusat, Pemprov Riau Minta Komisi X DPR RI Perhatikan Kebutuhan Daerah
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama