Pemko Pekanbaru Perkuat Sinergi Program Nasional dan Penanganan Tengkes Lokal
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong optimalisasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen ganda untuk memperbaiki asupan nutrisi pelajar sekaligus menekan biaya hidup rumah tangga. Langkah ini dilakukan beriringan dengan penguatan skema "orang tua asuh" yang melibatkan sektor swasta guna menuntaskan kasus tengkes (stunting) di wilayah setempat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan bahwa keberadaan program MBG secara langsung telah mengubah struktur pengeluaran harian keluarga di Pekanbaru. Menurut dia, bantuan ini memberikan dampak riil bagi para orang tua yang sebelumnya harus mengalokasikan anggaran khusus untuk uang saku atau bekal makan siang anak di sekolah.
"Kini beban ekonomi itu berkurang karena kebutuhan makan siang anak sudah terpenuhi melalui program pemerintah. Fokus kita bukan sekadar kenyang, melainkan memastikan kualitas gizi yang diterima anak-anak di sekolah jauh lebih terukur," ujar Agung Nugroho, Kamis (23/4/2026).
Agung menambahkan, efektivitas program ini juga didukung oleh peningkatan nilai bantuan sosial yang disalurkan pemerintah pusat. Ia berharap sinergi antara program Presiden Prabowo Subianto dan kebijakan daerah dapat memperluas cakupan masyarakat yang terbantu.
Di tingkat kewilayahan, upaya penekanan angka tengkes kini berfokus pada intervensi spesifik di kantong-kantong kasus, salah satunya di Kecamatan Sukajadi. Berdasarkan data terkini, tercatat ada 22 anak di kecamatan tersebut yang masuk dalam kategori tengkes dan tengah menjalani perawatan intensif.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menekankan bahwa penanganan gangguan pertumbuhan ini memerlukan konsistensi jangka panjang. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga keterlibatan camat, lurah, hingga dunia usaha menjadi krusial.
"Intervensi gizi tidak boleh terputus hingga kondisi fisik anak benar-benar pulih. Kami terus menggalang partisipasi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk menjadi 'bapak asuh' bagi anak-anak ini," kata Markarius Anwar, Jumat (27/3/2026).
Hingga saat ini, sejumlah lembaga seperti Angkasa Pura dan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) telah terlibat dalam penyaluran bantuan nutrisi. Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pola kemitraan ini dapat direplikasi oleh lebih banyak pengusaha guna memastikan setiap anak penderita tengkes mendapatkan pengawasan asupan gizi yang rutin dan berkelanjutan. (Bil)
Berita Lainnya
3.350 Bangku SD Negeri di Pekanbaru Masih Kosong
Pemko Pekanbaru Targetkan Rekor MURI Lewat Aksi Mengaji 12.000 ASN Malam Ini
Pemko Pekanbaru Manfaatkan Masa Libur Sekolah untuk Gelar Khitanan Massal Anak
Lima Pejabat Pemko Pekanbaru Berebut Kursi Sekda, Keputusan di Tangan Walikota
Pemko Pekanbaru Operasikan Kios Pangan di Enam Kecamatan untuk Tekan Inflasi
Ribuan Calon Murid SD di Pekanbaru Lolos Lewat Jalur Domisili, Disdik Buka Posko Aduan Calo
3.350 Bangku SD Negeri di Pekanbaru Masih Kosong
Pemko Pekanbaru Targetkan Rekor MURI Lewat Aksi Mengaji 12.000 ASN Malam Ini
Pemko Pekanbaru Manfaatkan Masa Libur Sekolah untuk Gelar Khitanan Massal Anak
Lima Pejabat Pemko Pekanbaru Berebut Kursi Sekda, Keputusan di Tangan Walikota
Pemko Pekanbaru Operasikan Kios Pangan di Enam Kecamatan untuk Tekan Inflasi
Ribuan Calon Murid SD di Pekanbaru Lolos Lewat Jalur Domisili, Disdik Buka Posko Aduan Calo