• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Jatah 50 Liter, Bocor di Jerigen

Redaksi

Ahad, 05 April 2026 13:58:37 WIB
Cetak

Foto: Tim Reskrim Polres Kuansing belum lama ini mmelakukan penangkapan pelansir minyak di SPBU

 

Oleh: Hendrianto.

BAHLIL Lahadalia bikin gebrakan. Mantan sopir angkot itu resmi jadi Menteri ESDM. Dan per 1 April kemarin, aturan baru berlaku. Pembelian BBM dibatasi.

Logikanya sederhana. Logika sopir. Kalau tangki sudah penuh, ya sudah. Jangan serakah. Maksimal 50 liter untuk mobil pribadi. Cukup? Sangat cukup. Tangki Avanza saja cuma 45 liter.

Tapi itu logika Jakarta. Logika kota besar. Di mana SPBU ada di setiap tikungan. Di mana aspalnya mulus. Bagaimana dengan di daerah? Bagaimana dengan di Kuansing?

Di sana, ceritanya beda lagi. Aturan 50 liter itu bisa jadi macan kertas. Bagus di SK, layu di lapangan. Masalahnya bukan di tangki mobil. Masalahnya ada di jerigen. Dan satu lagi: kreativitas modifikasi yang kebablasan.

Coba main ke SPBU di daerah. Antrean mobil pribadi mungkin sepi. Tapi barisan jerigennya? Bisa mengular sampai ke jalan raya. Isinya untuk apa? Semua orang tahu. Rahasia umum. Untuk memberi makan mesin-mesin PETI. Penambangan emas tanpa izin.

Mesin-mesin itu tidak punya STNK. Tidak punya pelat nomor. Tapi "minumnya" paling kuat. Bahlil bilang harus bijak. Tapi bagi spekulan, bijak itu artinya untung banyak.

Di Kuansing, satu jerigen bisa bernyawa. Bagi SPBU, melayani jerigen lebih praktis. Sekali isi langsung banyak. Urusan aturan 50 liter? Bisa diatur. Tinggal ganti-ganti jerigen, kuota lewat.

Tapi pemain jerigen ini masih kelas teri. Ada yang lebih "pro". Namanya mobil pelansir.

Wujudnya biasanya mobil tua. Minibus atau pikap yang badannya sudah penyok-penyok. Tapi jangan tertipu tampang. Di bawah kolong atau di balik jok, ada "perut" luar biasa. Tangki aslinya sudah dibedah. Diganti tangki rakitan hasil las-lasan bengkel lokal.

Sekali sedot, ratusan liter hilang. Inilah tangki siluman.

Modusnya rapi. Keluar SPBU, parkir di tempat sepi. Sedot minyak dari tangki siluman ke jerigen. Lalu apa? Balik lagi ke antrean. Ganti sopir, ganti pelat nomor, atau cukup kasih kode ke petugas. Beres.

Inilah tantangannya. Aturan BPH Migas itu sudah diteken 30 Maret lalu. Isinya tegas. Pengawasan ketat. Tapi pengawasan di mana? Di pusat kota mungkin iya. Di pelosok, pengawasnya seringkali silau oleh "titipan".

Petugas SPBU juga manusia. Kadang malas berdebat. Kadang juga sudah "sepakat". Akibatnya, aturan 50 liter hanya jadi hiasan dinding.

Kasihan masyarakat kecil. Yang benar-benar punya mobil satu-satunya. Mau isi 20 liter saja harus antre di belakang barisan jerigen besi dan mobil-mobil tua "berperut" naga. Belum lagi kalau petugas bilang: "Maaf, BBM habis." Padahal baru jam 10 pagi.

Maksud pemerintah baik. Menghemat anggaran negara. Agar subsidi tidak jebol. Tapi kalau lubang di daerah tidak ditambal, anggaran itu tetap bocor. Bocor ke lubang tambang ilegal lewat tangki-tangki modifikasi.

Kita tunggu saja. Apakah 50 liter ini benar-benar jadi pembatas. Atau justru jadi peluang baru bagi para pemain "kencing" di jalan.

Pak Bahlil kan mantan sopir. Beliau pasti tahu celah-celah di terminal. Beliau pasti paham cara kerja tangki ganda. Sekarang pertanyaannya: berani tidak beliau menutup celah jerigen dan tangki siluman di pinggiran?

Kalau tidak, aturan ini cuma jadi bumbu obrolan di kedai kopi. Sambil melihat jerigen-jerigen itu tetap diangkut pakai motor ke dalam hutan. Dan mobil-mobil tua tetap bolak-balik SPBU sampai tangki subsidi benar-benar kering.

Nasib.*** (***) 

(Penulis merupakan pekerja pers di Kuansing di media Riauin.com) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 2 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 3 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 4 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 5 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 6 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 7 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 8 Sejuk di Tengah Bising
  • 9 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
Terkini +INDEKS

Jangan Lewatkan! Telkomsel Hadirkan Promo Menarik dan Tukar Poin Gratis di Riau Bhayangkara Run 2026

18 Juli 2026
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
18 Juli 2026
Buaya Muara 2,4 Meter Masuk Permukiman di Inhil Riau, Dievakuasi Aparat dan Warga
18 Juli 2026
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
18 Juli 2026
Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi
18 Juli 2026
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
18 Juli 2026
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
18 Juli 2026
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
18 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved