• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Pesta di Kantin, Lapar di Bangku Belakang

Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 22:42:02 WIB
Cetak

Oleh: Hendrianto.

INDONESIA hari ini tak ubahnya seorang anak sekolah yang berdiri di depan cermin, mengenakan seragam rapi, dan dengan lantang berteriak bahwa ia akan menjadi juara kelas. Targetnya jelas: lulus dengan nilai sempurna, menjadi murid teladan, dan masuk dalam jajaran elit "siswa berprestasi" dunia melalui visi Indonesia Emas 2045.

Namun, ketika pintu kamar tertutup dan realitas harian dimulai, potret yang muncul justru sebaliknya. Di atas podium internasional, kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi 8% dan ambisi menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country).

Namun, di dalam "ruang kelas" domestik, perilaku kita justru mencerminkan murid yang malas belajar. Hukum kita amburadul, sering kali bisa dikompromi layaknya nilai ujian yang bisa dikerek melalui jalur belakang.

Alih-alih membangun fondasi yang kokoh melalui efisiensi dan inovasi, kita lebih suka "mencontek" kesuksesan semu dengan menumpuk utang yang kian menggunung. Alam yang seharusnya menjadi tabungan masa depan justru dirusak demi keuntungan instan, seperti murid yang menjual buku pelajarannya hanya untuk gaya hidup sesaat.

Visi besar itu semakin terlihat mustahil karena ekosistem sekolah yang tidak sehat. Praktek monopoli, oligopoli, dan kartel telah menciptakan sekat-sekat yang kaku. Hanya mereka yang duduk di kursi depan—yang dekat dengan "meja guru" atau lingkaran kekuasaan—yang bisa mendapatkan fasilitas terbaik.

Ekonomi kita menjadi sangat tidak efisien. Alih-alih kompetisi yang sehat berdasarkan prestasi, yang terjadi adalah transaksi kepentingan. Korupsi yang mendarah daging membuat biaya untuk menjadi "pintar" (maju) menjadi sangat mahal, sementara rakyat kecil dipaksa membayar biaya "sekolah" melalui pajak yang kian mencekik.

Ironi terbesar terletak pada siapa yang menikmati hasil dari kerja keras (atau utang) bangsa ini. Para pejabat dan pengusaha yang berada di lingkar kekuasaan sibuk menikmati manisnya gula pertumbuhan ekonomi. Mereka berpesta di kantin sekolah dengan menu terbaik, sementara mayoritas siswa lainnya hanya bisa menonton dari kejauhan.

Bagi rakyat jelata, porsi yang dibagikan bukanlah kesejahteraan nyata, melainkan "mimpi". Rakyat dicekoki dengan narasi-narasi megah tentang negara maju, adil, dan makmur. Mereka diminta untuk terus bersabar dan berkorban, sementara masa depan yang dijanjikan itu terasa semakin menjauh di tengah himpitan ekonomi harian.

Seorang murid tidak akan pernah menjadi juara kelas hanya dengan mengganti sampul bukunya atau mempercantik tampilan presentasinya. Tanpa perubahan mentalitas, tanpa pembersihan sistem dari praktek curang, dan tanpa kemauan untuk disiplin dalam hukum, jargon "Indonesia Emas" hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah sebagai sebuah delusi besar.

Sudah saatnya kita berhenti merasa menjadi murid teladan jika faktanya kita masih hobi mencontek dan foya-foya di atas beban masa depan. Pertumbuhan 8% tidak akan ada gunanya jika hanya menjadi angka di atas kertas, sementara piring makan rakyat tetap kering. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 2 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 3 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 4 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 5 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 6 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 7 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 8 Sejuk di Tengah Bising
  • 9 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
Terkini +INDEKS

Libas Prancis 6-4, Inggris Peringkat Tiga Piala Dunia 2026

19 Juli 2026
Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Diterkam Buaya di Dumai Ditemukan Meninggal
19 Juli 2026
Ubah Air Gambut Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Rancang Instalasi Komunal Berbiaya Terjangkau
19 Juli 2026
Jangan Lewatkan! Telkomsel Hadirkan Promo Menarik dan Tukar Poin Gratis di Riau Bhayangkara Run 2026
18 Juli 2026
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
18 Juli 2026
Buaya Muara 2,4 Meter Masuk Permukiman di Inhil Riau, Dievakuasi Aparat dan Warga
18 Juli 2026
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
18 Juli 2026
Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi
18 Juli 2026
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved