• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Pesta di Kantin, Lapar di Bangku Belakang

Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 22:42:02 WIB
Cetak

Oleh: Hendrianto.

INDONESIA hari ini tak ubahnya seorang anak sekolah yang berdiri di depan cermin, mengenakan seragam rapi, dan dengan lantang berteriak bahwa ia akan menjadi juara kelas. Targetnya jelas: lulus dengan nilai sempurna, menjadi murid teladan, dan masuk dalam jajaran elit "siswa berprestasi" dunia melalui visi Indonesia Emas 2045.

Namun, ketika pintu kamar tertutup dan realitas harian dimulai, potret yang muncul justru sebaliknya. Di atas podium internasional, kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi 8% dan ambisi menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country).

Namun, di dalam "ruang kelas" domestik, perilaku kita justru mencerminkan murid yang malas belajar. Hukum kita amburadul, sering kali bisa dikompromi layaknya nilai ujian yang bisa dikerek melalui jalur belakang.

Alih-alih membangun fondasi yang kokoh melalui efisiensi dan inovasi, kita lebih suka "mencontek" kesuksesan semu dengan menumpuk utang yang kian menggunung. Alam yang seharusnya menjadi tabungan masa depan justru dirusak demi keuntungan instan, seperti murid yang menjual buku pelajarannya hanya untuk gaya hidup sesaat.

Visi besar itu semakin terlihat mustahil karena ekosistem sekolah yang tidak sehat. Praktek monopoli, oligopoli, dan kartel telah menciptakan sekat-sekat yang kaku. Hanya mereka yang duduk di kursi depan—yang dekat dengan "meja guru" atau lingkaran kekuasaan—yang bisa mendapatkan fasilitas terbaik.

Ekonomi kita menjadi sangat tidak efisien. Alih-alih kompetisi yang sehat berdasarkan prestasi, yang terjadi adalah transaksi kepentingan. Korupsi yang mendarah daging membuat biaya untuk menjadi "pintar" (maju) menjadi sangat mahal, sementara rakyat kecil dipaksa membayar biaya "sekolah" melalui pajak yang kian mencekik.

Ironi terbesar terletak pada siapa yang menikmati hasil dari kerja keras (atau utang) bangsa ini. Para pejabat dan pengusaha yang berada di lingkar kekuasaan sibuk menikmati manisnya gula pertumbuhan ekonomi. Mereka berpesta di kantin sekolah dengan menu terbaik, sementara mayoritas siswa lainnya hanya bisa menonton dari kejauhan.

Bagi rakyat jelata, porsi yang dibagikan bukanlah kesejahteraan nyata, melainkan "mimpi". Rakyat dicekoki dengan narasi-narasi megah tentang negara maju, adil, dan makmur. Mereka diminta untuk terus bersabar dan berkorban, sementara masa depan yang dijanjikan itu terasa semakin menjauh di tengah himpitan ekonomi harian.

Seorang murid tidak akan pernah menjadi juara kelas hanya dengan mengganti sampul bukunya atau mempercantik tampilan presentasinya. Tanpa perubahan mentalitas, tanpa pembersihan sistem dari praktek curang, dan tanpa kemauan untuk disiplin dalam hukum, jargon "Indonesia Emas" hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah sebagai sebuah delusi besar.

Sudah saatnya kita berhenti merasa menjadi murid teladan jika faktanya kita masih hobi mencontek dan foya-foya di atas beban masa depan. Pertumbuhan 8% tidak akan ada gunanya jika hanya menjadi angka di atas kertas, sementara piring makan rakyat tetap kering. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved