• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Kawal Ketahanan Pangan, Polsek Singingi Hilir Antar 2 Ton Jagung Petani ke Bulog
26 Mei 2026

  • Home
  • Opini

Jangan Menabur Garam di Atas Luka: Mengapa Gerakan 'Ayah Ambil Rapor' Perlu Dievaluasi

Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 09:53:02 WIB
Cetak

Ditulis oleh: Hendrianto

BBERAPA waktu terakhir, media sosial diramaikan dengan kampanye yang cukup masif: "Ayah Ambil Rapor". Gerakan ini lahir dari keprihatinan atas fenomena fatherless di Indonesia, di mana sosok ayah seringkali absen dalam urusan domestik dan pendidikan anak.

Secara konsep, niatnya mulia—mendorong para pria untuk lebih terlibat dalam tumbuh kembang buah hatinya. Namun, di balik keriuhan foto-foto hangat para ayah di koridor sekolah, ada sekelompok anak yang menatap layar ponsel mereka dengan rasa sesak yang sulit dijelaskan.

Bagi anak yatim atau mereka yang tumbuh tanpa figur ayah, gerakan ini bukan sekadar ajakan, melainkan pengingat paksa akan lubang besar di hati mereka.

Hari pembagian rapor yang seharusnya menjadi momen evaluasi prestasi, perlahan bergeser menjadi panggung validasi peran orang tua. Ketika sekolah memberikan "tekanan" halus agar ayah yang hadir, suasana sekolah berubah menjadi sangat kontras.

Di satu sudut, ada tawa antara ayah dan anak; di sudut lain, ada anak-anak yang hanya ditemani ibunya—atau bahkan hanya datang sendiri—sembari menunduk dalam-dalam.

Secara tidak sadar, kampanye yang kaku ini menciptakan dikotomi antara keluarga yang "ideal" dan keluarga yang "pincang". Bagi anak yatim, gerakan ini seperti menabur garam di atas luka yang belum kering.

Mereka tidak hanya kehilangan sosok pelindung, tetapi kini mereka dipaksa merasa "kurang" oleh sistem yang mengagungkan kehadiran fisik seorang lelaki.

Gerakan ini juga secara tidak langsung memojokkan para ibu tunggal (single mothers). Bertahun-tahun mereka berjuang menjadi "ayah sekaligus ibu", namun narasi "Ayah Ambil Rapor" seolah menegaskan bahwa kehadiran mereka selama ini belum cukup sempurna jika tidak didampingi figur pria.

Ibu yang sudah berjuang ijin kerja demi mengambil rapor anaknya, kini harus terbebani rasa bersalah karena tidak bisa menghadirkan sosok ayah yang memang sudah tiada.

Kita perlu sepakat bahwa keterlibatan ayah itu penting, namun cara kita mengomunikasikannya tidak boleh bersifat diskriminatif. Sekolah, sebagai lembaga pendidikan, harus menjadi tempat yang paling peka terhadap keragaman latar belakang siswa.

Sudah saatnya kita mengevaluasi gerakan ini menjadi lebih inklusif: Ubahlah kampanye "Ayah Ambil Rapor" menjadi "Keluarga Ambil Rapor". Siapa pun yang menjadi pilar pendukung anak—ibu, kakek, nenek, atau paman—adalah wali yang sah dan berharga.

Pihak sekolah harus memiliki profil keluarga siswa yang mendalam. Guru tidak boleh memberikan beban psikologis dengan bertanya, "Mana Ayahmu?" saat pengambilan rapor berlangsung. Bukan Status: Inti dari kehadiran wali murid adalah komunikasi tentang perkembangan anak, bukan tentang siapa yang datang.

Membangun kedekatan ayah dan anak adalah misi yang baik, namun jangan sampai misi tersebut dijalankan dengan menutup mata terhadap duka sesama. Anak-anak yang kehilangan ayah sudah cukup menderita dengan kenyataan hidup mereka; mereka tidak butuh diingatkan kembali oleh kebijakan sekolah yang kurang peka.

Jangan sampai niat kita memperbaiki peran ayah di satu rumah, justru meruntuhkan mental anak-anak di rumah yang lain. Karena pada akhirnya, setiap anak—apa pun status keluarganya—berhak merasa utuh dan diterima di sekolahnya sendiri. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!

Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat

Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!

Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat

Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda

03 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
03 Juni 2026
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
03 Juni 2026
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
03 Juni 2026
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
03 Juni 2026
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
03 Juni 2026
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
03 Juni 2026
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
03 Juni 2026
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
03 Juni 2026
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
03 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved