• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mukhlisin Lantik Muradi Jadi Pj Sekda Kuansing
30 Juli 2026
Rencana Festival Cari Jodoh 4.700 Janda di Kuansing Terancam Batal
29 Juli 2026
Kuasa Hukum Suhardiman Amby Tegaskan Tak Ada Praperadilan, Pilih Taat Proses KPK
28 Juli 2026
Surat Terbuka Hj. Arnida
25 Juli 2026
Usut Dugaan Pungli SPMT PPPK Miliaran Rupiah, Empat Fraksi DPRD Kuansing Berpeluang Bentuk Pansus
24 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Paradoks Anggaran Daerah: Mengapa Uang APBD Menginap di Bank Saat Rakyat Membutuhkan?

Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 19:33:37 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis: Hendrianto.

DI satu sisi, kita sering mendengar jeritan pemerintah daerah tentang keterbatasan anggaran. Proyek infrastruktur mangkrak, fasilitas publik rusak, hingga insentif layanan dasar tertunda, semua sering dibenarkan dengan alasan klasik: "tidak ada duit."

Namun, di sisi lain, muncul sebuah realitas yang kontras dan mencengangkan: sejumlah besar uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ternyata disimpan, bahkan hanya untuk semalam (overnight), di rekening perbankan.

Inilah paradoks anggaran daerah. Keluhan kekurangan dana bersanding dengan kas yang menganggur dan menumpuk di bank. Praktik penyimpanan dana APBD dalam jumlah besar di perbankan adalah bentuk mal-manajemen kas daerah yang tidak hanya tidak efisien, tetapi juga menghambat laju pembangunan dan mencederai kepercayaan publik.

Uang rakyat seharusnya berputar cepat untuk memicu pertumbuhan, bukan sekadar menjadi deposito yang nyaman di bank.

Apa yang dimaksud dengan fenomena ini? Sederhananya, dana APBD yang telah dicairkan atau tersedia dalam kas daerah tidak segera dibelanjakan atau disalurkan kepada pihak yang berhak, melainkan ditempatkan sementara di bank, seringkali hanya untuk mencari bagi hasil atau bunga.

Skala masalah ini tidak kecil. Ketika triliunan rupiah uang daerah mengendap, padahal dana tersebut sudah dialokasikan untuk kepentingan publik, biaya peluang (opportunity cost) yang hilang sangatlah besar.

Dana yang menganggur di bank adalah sekolah yang terlambat dibangun, jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, atau bahkan insentif kesehatan bagi tenaga medis yang tertunda. Kontradiksi narasi "tidak ada duit" menjadi sebuah ironi pahit yang menunjukkan adanya indikasi penyerapan anggaran yang lambat dan tidak optimal.

Sejumlah pengamat mengatakan setidaknya ada tiga alasan utama mengapa kas daerah "membatu". Ada tiga alasan utama yang saling berkelindan.

Pertama, ketakutan birokrasi: Pejabat sering kali didera "sindrom takut salah". Mereka memilih menunda percepatan belanja dan penyerapan anggaran karena khawatir terjerat kasus hukum atau dianggap melanggar prosedur administrasi. Lebih baik uang aman di bank daripada berisiko disalahgunakan dalam proyek.

Kedua  perencanaan anggaran yang lemah. Banyak proyek yang disahkan dalam APBD, namun perencanaan teknisnya tidak matang. Lelang gagal, desain proyek berubah, atau pembebasan lahan belum selesai. Alhasil, meskipun uang sudah tersedia di kas, proyek tidak siap dieksekusi, dan dana pun mengendap.

Ketiga:, insentif perbankan yang menjerat. Bank-bank seringkali "memanjakan" pemerintah daerah dengan penawaran bunga atau bagi hasil yang relatif menarik untuk dana idle ini. Kenyamanan mendapatkan "pendapatan sampingan" tanpa perlu bekerja keras menjalankan proyek pembangunan justru menjadi godaan yang membuat pemda merasa "nyaman" menahan uang di rekening.

Dampak dari kas daerah yang menganggur ini sangat menghukum. Secara ekonomi, uang APBD adalah stimulus. Ketika stimulus tertahan, perputaran uang di daerah melambat, sektor riil, terutama kontraktor dan UMKM lokal yang menggantungkan hidup pada pembayaran proyek pemerintah, menjadi stagnan.

Secara sosial dan politik, tertundanya proyek berarti menurunnya kualitas layanan publik. Lebih jauh lagi, hal ini menciptakan erosi kepercayaan publik. Rakyat merasa dibohongi. Mereka melihat fasilitas dasar mereka rusak, sementara laporan menunjukkan uang mereka justru menumpuk di bank seolah menjadi aset bank, bukan modal pembangunan daerah.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah harus mengubah mentalitas dari cash management yang pasif menjadi manajemen kas yang proaktif dan agresif. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Rencana Festival Cari Jodoh 4.700 Janda di Kuansing Terancam Batal
  • 2 Kuasa Hukum Suhardiman Amby Tegaskan Tak Ada Praperadilan, Pilih Taat Proses KPK
  • 3 Usut Dugaan Pungli SPMT PPPK Miliaran Rupiah, Empat Fraksi DPRD Kuansing Berpeluang Bentuk Pansus
  • 4 Cuaca Buruk, BPBD Pekanbaru Minta Warga Waspadai Pohon Tumbang
  • 5 Satpol PP Pekanbaru Layangkan Peringatan bagi Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Ahmad Yani
  • 6 Dugaan Pungli SPMT PPPK Kuansing Tembus Rp 4,8 Miliar, DPRD Didesak Bentuk Pansus
  • 7 Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
  • 8 Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
  • 9 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Terkini +INDEKS

Pendapatan Asli Daerah Riau Melonjak, Pemprov Didesak Percepat Belanja Modal

31 Juli 2026
Sisa Empat Titik Panas di Riau, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla
31 Juli 2026
Warga Sungai Sibam Curhat Soal Banjir hingga Busway, HM Sumardany Janji Kawal Aspirasi ke Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau
31 Juli 2026
Diduga Keracunan AC, Ayah dan Anak Pingsan dalam Mobil Saat Terjebak Banjir di Rohul
30 Juli 2026
Akselerasi Keuangan Syariah, Pemprov Riau Rombak Kepengurusan KDEKS
30 Juli 2026
Mukhlisin Lantik Muradi Jadi Pj Sekda Kuansing
30 Juli 2026
Peringatan Harkopnas ke-79, Pemko Pekanbaru Pacu Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat Koperasi
30 Juli 2026
Divonis Dua Tahun Penjara Kasus Korupsi, Dani M Nursalam Terima Putusan Hakim
30 Juli 2026
BRK Syariah, Pemkab Inhil, dan Kemenhaj Sinergi Dorong Literasi Perencana Keuangan Haji
30 Juli 2026
Melangkah Bersama PHR, Koperasi Pucuk Rebung Ekspor Produk UMKM Hingga Negeri Sakura
30 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved