• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
07 Juni 2026
Dua Remaja Berbaju Pocong Keliling Pakai Motor, Diamankan Polres Kuansing
07 Juni 2026
Antisipasi Kemarau, Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Alat Pompa Air ke Kelompok Tani
06 Juni 2026
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Langkah Pasti Putra Kuansing di Korps Adhyaksa: Priandi Firdaus Bahar Resmi Jabat Kasidik Kejati Kepri
04 Juni 2026

  • Home
  • Opini

Paradoks Anggaran Daerah: Mengapa Uang APBD Menginap di Bank Saat Rakyat Membutuhkan?

Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 19:33:37 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis: Hendrianto.

DI satu sisi, kita sering mendengar jeritan pemerintah daerah tentang keterbatasan anggaran. Proyek infrastruktur mangkrak, fasilitas publik rusak, hingga insentif layanan dasar tertunda, semua sering dibenarkan dengan alasan klasik: "tidak ada duit."

Namun, di sisi lain, muncul sebuah realitas yang kontras dan mencengangkan: sejumlah besar uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ternyata disimpan, bahkan hanya untuk semalam (overnight), di rekening perbankan.

Inilah paradoks anggaran daerah. Keluhan kekurangan dana bersanding dengan kas yang menganggur dan menumpuk di bank. Praktik penyimpanan dana APBD dalam jumlah besar di perbankan adalah bentuk mal-manajemen kas daerah yang tidak hanya tidak efisien, tetapi juga menghambat laju pembangunan dan mencederai kepercayaan publik.

Uang rakyat seharusnya berputar cepat untuk memicu pertumbuhan, bukan sekadar menjadi deposito yang nyaman di bank.

Apa yang dimaksud dengan fenomena ini? Sederhananya, dana APBD yang telah dicairkan atau tersedia dalam kas daerah tidak segera dibelanjakan atau disalurkan kepada pihak yang berhak, melainkan ditempatkan sementara di bank, seringkali hanya untuk mencari bagi hasil atau bunga.

Skala masalah ini tidak kecil. Ketika triliunan rupiah uang daerah mengendap, padahal dana tersebut sudah dialokasikan untuk kepentingan publik, biaya peluang (opportunity cost) yang hilang sangatlah besar.

Dana yang menganggur di bank adalah sekolah yang terlambat dibangun, jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, atau bahkan insentif kesehatan bagi tenaga medis yang tertunda. Kontradiksi narasi "tidak ada duit" menjadi sebuah ironi pahit yang menunjukkan adanya indikasi penyerapan anggaran yang lambat dan tidak optimal.

Sejumlah pengamat mengatakan setidaknya ada tiga alasan utama mengapa kas daerah "membatu". Ada tiga alasan utama yang saling berkelindan.

Pertama, ketakutan birokrasi: Pejabat sering kali didera "sindrom takut salah". Mereka memilih menunda percepatan belanja dan penyerapan anggaran karena khawatir terjerat kasus hukum atau dianggap melanggar prosedur administrasi. Lebih baik uang aman di bank daripada berisiko disalahgunakan dalam proyek.

Kedua  perencanaan anggaran yang lemah. Banyak proyek yang disahkan dalam APBD, namun perencanaan teknisnya tidak matang. Lelang gagal, desain proyek berubah, atau pembebasan lahan belum selesai. Alhasil, meskipun uang sudah tersedia di kas, proyek tidak siap dieksekusi, dan dana pun mengendap.

Ketiga:, insentif perbankan yang menjerat. Bank-bank seringkali "memanjakan" pemerintah daerah dengan penawaran bunga atau bagi hasil yang relatif menarik untuk dana idle ini. Kenyamanan mendapatkan "pendapatan sampingan" tanpa perlu bekerja keras menjalankan proyek pembangunan justru menjadi godaan yang membuat pemda merasa "nyaman" menahan uang di rekening.

Dampak dari kas daerah yang menganggur ini sangat menghukum. Secara ekonomi, uang APBD adalah stimulus. Ketika stimulus tertahan, perputaran uang di daerah melambat, sektor riil, terutama kontraktor dan UMKM lokal yang menggantungkan hidup pada pembayaran proyek pemerintah, menjadi stagnan.

Secara sosial dan politik, tertundanya proyek berarti menurunnya kualitas layanan publik. Lebih jauh lagi, hal ini menciptakan erosi kepercayaan publik. Rakyat merasa dibohongi. Mereka melihat fasilitas dasar mereka rusak, sementara laporan menunjukkan uang mereka justru menumpuk di bank seolah menjadi aset bank, bukan modal pembangunan daerah.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah harus mengubah mentalitas dari cash management yang pasif menjadi manajemen kas yang proaktif dan agresif. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Memelihara Harapan

Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Memelihara Harapan

Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
  • 2 Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
  • 3 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 4 Capaian Rendah, Pekanbaru Berada di Peringkat 9 Program Cek Kesehatan Gratis di Riau
  • 5 Kebijakan Pemindahan Pohon di Pekanbaru Dinilai Tabrak Semangat Ranperda Penghijauan
  • 6 Harga TBS Swadaya Riau Turun Akibat Merosotnya Nilai Jual CPO KPBN
  • 7 RSUD Bangkinang Kini Bisa Tangani Pasien Stroke Tanpa Rujuk ke Luar Daerah
  • 8 BRKS Virtual Walk n Run 2026 Resmi Ditutup, BRK Syariah Salurkan Donasi Lingkungan dan Sosial
  • 9 DBD di Riau Renggut 12 Korban Jiwa, Kasus Tertinggi Berada di Rohil
Terkini +INDEKS

Ratusan Pembalap Siap Bertarung di Astra Honda Dream Cup Riau 6-7 Juni 2026

07 Juni 2026
Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
07 Juni 2026
Dua Remaja Berbaju Pocong Keliling Pakai Motor, Diamankan Polres Kuansing
07 Juni 2026
Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kumpulkan 171 Kantong Darah
07 Juni 2026
Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar
06 Juni 2026
Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau
06 Juni 2026
Menuju Wajib Halal Oktober 2026, Ratusan Pedagang di Bengkalis Diedukasi
06 Juni 2026
Jelang Hari Jadi ke-69 Riau, Kawasan Stadion Utama Mulai Ditata dan Dibereskan
06 Juni 2026
Bukan Soal Teknologi, Ketahanan Mental Jadi Tantangan Gen Z
06 Juni 2026
Antisipasi Kemarau, Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Alat Pompa Air ke Kelompok Tani
06 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved