• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Catatan: Prof. Madya Dr. Yaty Sulaiman

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 10:24:08 WIB
Cetak

Gambar ilustrasi – AI

MASALAH pengangguran di kalangan lulusan universitas disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor penting yang menjadi perdebatan hangat di kalangan pengusaha khususnya dan masyarakat umumnya, ialah sikap segelintir lulusan itu sendiri yang dikatakan terlalu memilih pekerjaan. Keadaan ini memunculkan pertanyaan apakah lulusan saat ini terlalu 'manja' dan 'menuntut' ataukah mereka sekadar mempertahankan nilai akademis yang telah mereka perjuangkan dengan susah payah selama ini?

Hasil survei dan tanggapan balik dari industri perekrutan tenaga kerja, salah satu alasan utama lulusan menolak tawaran pekerjaan adalah karena faktor gaji yang ditawarkan tidak sepadan dengan biaya hidup saat ini, lokasi kantor yang jauh, serta tidak adanya fasilitas bekerja dari rumah (WFH). Sebagai contoh, lulusan baru yang mengharapkan gaji awal yang tinggi untuk posisi tingkat pemula (entry-level) atau sebaliknya, meskipun mereka tidak memiliki pengalaman kerja. Ketika permintaan tidak dipenuhi, mereka memilih untuk menolak tawaran tersebut dan lebih memilih menganggur.

Terlihat jelas, ketergantungan pada ekonomi gig merupakan salah satu tren baru yang turut berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi berbasis teknologi dan penciptaan konten (content creation) yang menarik dan beragam. Banyak lulusan muda kini lebih nyaman menjadi pengemudi e-hailing, pengantar makanan, atau pedagang online secara fleksibel daripada terikat dengan pekerjaan kantoran delapan sampai lima yang menawarkan gaji pokok rendah. Meskipun ekonomi gig menawarkan pendapatan cepat, para pakar ekonomi memperingatkan bahwa tren ini dapat berdampak pada pengembangan karier jangka panjang lulusan sesuai dengan bidang studi mereka di universitas.

Pandangan Lulusan
Bagi lulusan, mereka memiliki alasan tersendiri yang kebanyakan berpendapat bahwa dengan biaya kuliah yang tinggi, biaya hidup yang semakin meningkat di kota-kota besar, tawaran gaji minimum atau terlalu rendah adalah sangat tidak masuk akal. Mereka berpendapat bahwa mereka bukan memilih pekerjaan karena malas atau terlalu 'menuntut', tetapi mereka hanya bersikap realistis. Karena, jika gaji yang ditawarkan habis hanya untuk ongkos transportasi dan sewa kamar, bagaimana mereka ingin melanjutkan kelangsungan hidup nantinya.

Sehubungan dengan itu, untuk mengatasi masalah ini, pihak berwenang perlu berdiskusi dan mencapai kata sepakat untuk menjembatani kesenjangan ekspektasi (expectation gap). Pada saat yang sama, pihak pengusaha juga perlu mengevaluasi kembali struktur gaji agar lebih kompetitif dan manusiawi, sesuai dengan kualifikasi akademis dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja muda ini. Lulusan di sisi lain, disarankan untuk sedikit menurunkan ego dan menerima peluang pekerjaan yang ada untuk memperoleh pengalaman terlebih dahulu. Pengalaman kerja, meskipun di bidang yang berbeda, adalah aset berharga yang dicari oleh pengusaha di masa depan.

Sebagai kesimpulan, skenario ini mencerminkan kesenjangan ekspektasi antara lulusan dan realitas pasar. Lulusan menuntut gaji yang setimpal dengan biaya hidup yang tinggi, sementara pengusaha mengutamakan pengalaman praktis. Untuk menghindari masalah pengangguran yang berkepanjangan, lulusan disarankan untuk bertindak lebih bijak dengan merebut segala peluang yang ada demi memperoleh pengalaman, dan industri di sisi lain dapat mempertimbangkan penawaran gaji yang lebih setimpal, adil, dan masuk akal sesuai dengan kondisi pasar ekonomi global saat ini. **

Prof. Madya Dr. Yaty Sulaiman merupakan seorang dosen dari Pusat Pengajian Pengurusan Perniagaan, Universiti Utara Malaysia. Artikel ini merupakan pemahaman dan ideologi penulis dalam bidang manajemen.




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved