• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
19 Agustus 2026
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
19 Agustus 2026
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
19 Agustus 2026
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
17 Agustus 2026
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
16 Agustus 2026

  • Home
  • Nasional

Menjaga Jati Diri Pacu Jalur: Melawan Pergeseran Nama Demi Warisan Budaya

Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 13:50:59 WIB
Cetak

Pacu jalur

Ditulis: Hendrianto

PACU Jalur. Mendengar namanya saja sudah terbayang kemeriahan di Tepian Narosa, Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ini bukan sekadar adu cepat perahu, melainkan denyut nadi budaya yang sudah mengalir ratusan tahun dalam masyarakat adat Kuantan Singingi.

Jauh sebelum Kuansing dimekarkan, tradisi ini sudah jadi ikon Indragiri Hulu, kabupaten induknya kala itu. Pacu Jalur selalu diselenggarakan di Telukkuantan, bahkan setelah Kuansing dan Inhu resmi berpisah. Hingga kini, acara puncak Pacu Jalur tetap dan akan selalu ada di Tepian Narosa.

Namun, di tengah kemegahan tradisi ini, muncul fenomena yang sedikit membingungkan: di Indragiri Hulu, perayaan serupa kini disebut "Pacu Sampan Besar." Anehnya, perahu yang dilombakan sama persis dengan perahu jalur kebanggaan Kuansing, dari bentuk hingga ukirannya. Tak ada bedanya.

Lalu, mengapa nama tradisi yang punya akar sejarah kuat ini diubah? Perubahan dari "Pacu Jalur" menjadi "Pacu Sampan Besar" di Inhu bukan hanya soal ganti nama; ini adalah pergeseran yang berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai historis Pacu Jalur itu sendiri.

Penting sekali bagi kita untuk mempertahankan nama aslinya demi menjaga keaslian dan pengakuan budaya warisan leluhur ini.
Pacu Jalur adalah cerminan semangat gotong royong, kebersamaan, dan ketangguhan masyarakat Kuantan Singingi.

Selama ratusan tahun, jalur—perahu panjang dari sebatang pohon utuh—menjadi tulang punggung kehidupan di tepian sungai. Digunakan untuk transportasi, mengangkut hasil bumi, hingga jadi simbol status. Perlombaannya sendiri sering digelar setelah panen raya sebagai wujud syukur dan hiburan.

Setiap ukiran di badan jalur, setiap gerakan dayung pendayung, semuanya punya filosofi dan simbolisme mendalam. Jalur melambangkan persatuan, kekuatan kebersamaan, dan keberanian. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghubungkan generasi dengan warisan nenek moyang mereka.

Tak heran, Pacu Jalur sudah resmi terdaftar di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, dan kini sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO. Pengakuan ini tentu saja melekat pada nama "Pacu Jalur," bukan "Pacu Sampan Besar."

Fenomena "Pacu Sampan Besar" di Inhu memang sedikit janggal, mengingat perahu yang digunakan identik dengan jalur di Kuansing. Memang, banyak warga Kuansing berdomisili di Inhu, begitu pula sebaliknya. Interaksi demografis ini seharusnya bisa jadi jembatan penguat budaya, bukan pemecah identitas.

Lalu, mengapa nama itu harus berganti? Apakah ini murni kesalahpahaman, ataukah ada upaya untuk membentuk identitas budaya baru setelah pemekaran kabupaten?

Terlepas dari alasannya, perubahan nama ini membawa dampak serius. Pertama, potensi pengaburan sejarah dan identitas asli Pacu Jalur. Masyarakat awam, apalagi dari luar daerah, bisa jadi bingung atau salah memahami asal-usul dan makna tradisi ini.

Kedua, risiko dualisme nomenklatur yang bisa menghambat proses pengakuan internasional. Bagaimana UNESCO akan mengidentifikasi sebuah tradisi jika namanya bervariasi di wilayah berdekatan, padahal merujuk pada objek yang sama?

Ketiga, ada kekhawatiran akan penurunan nilai sakral atau keaslian tradisi jika namanya diubah tanpa dasar historis yang kuat. Nama adalah identitas; mengubahnya sama dengan mengikis sebagian dari sejarah itu sendiri.

Sudah saatnya kita menegaskan pentingnya mempertahankan nama asli "Pacu Jalur." Ini adalah bentuk penjagaan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Nama "Pacu Jalur" adalah ikatan tak terpisahkan dengan sejarah, filosofi, dan perjalanan panjang masyarakat Kuantan Singingi. Mengubahnya berarti memutuskan sebagian dari ikatan tersebut.

Dalam konteks pengakuan nasional dan internasional, konsistensi nama adalah kunci. Ketika Pacu Jalur diajukan ke UNESCO, nama yang terdaftar dan dikenali secara global haruslah "Pacu Jalur." Inkonsistensi bisa menghambat atau bahkan menggagalkan upaya luhur ini.

Nama "Pacu Jalur" sudah melekat erat sebagai citra budaya Kuansing; ia adalah bagian dari branding daerah yang telah terbangun ratusan tahun.
Karena itu, perlu adanya upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar.

Pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat, baik di Kuansing maupun Inhu, harus duduk bersama. Penting untuk menyatukan persepsi, meluruskan informasi, dan memahami bahwa melestarikan nama "Pacu Jalur" adalah tanggung jawab kita bersama.

Tradisi ini seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemisah.

Pada akhirnya, Pacu Jalur adalah warisan budaya Kuansing yang kaya akan makna, sejarah, dan nilai-nilai luhur. Perubahan nama menjadi "Pacu Sampan Besar" berpotensi mengikis identitas dan pengakuan budaya ini di mata dunia.

Oleh karena itu, mari kita teguhkan komitmen untuk mempertahankan nama asli "Pacu Jalur" sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan persiapan menuju pengakuan UNESCO.

Semoga Pacu Jalur terus lestari dengan nama dan identitas aslinya, melampaui batas-batas administrasi wilayah, dan tetap menjadi kebanggaan kita bersama. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur

Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap

Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur

Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap

Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
  • 2 Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
  • 3 Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
  • 4 Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
  • 5 Diduga Disusupi Anak Orang Mampu, Seleksi Sekolah Rakyat Kuansing Didesak Transparan
  • 6 Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
  • 7 Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
  • 8 Hingga Agustus 2026, PAD Kuantan Singingi Terealisasi Rp115,9 Miliar
  • 9 Jelang Pacu Jalur 2026, Kapolres Kuansing Minta Tambah Kuota BBM dan Sikat Calo Lapak
Terkini +INDEKS

Propam Polres Pelalawan Proses Kode Etik Briptu YW Terkait Dugaan Persetubuhan dan Aborsi

19 Agustus 2026
Warga Silikuan Hulu Buka Porsi Haji Lewat BRK Syariah Pangkalan Kerinci
19 Agustus 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
19 Agustus 2026
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
19 Agustus 2026
Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Sawit Bangun Jalan Rigid Rp30 Miliar di Kampar
19 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Kejar Hibah 18 Aset Eks Caltex demi Kepastian Nasib Warga
19 Agustus 2026
Polisi Tangkap Remaja Penganiaya Bidan di Rohil Usai Kabur ke Sumbar
19 Agustus 2026
Nikmati Pacu Jalur Tanpa Khawatir Sinyal, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Tebar Promo Spesial
19 Agustus 2026
Respons Cepat Laporan Warga, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Depan Mall SKA
19 Agustus 2026
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
19 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved