• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat
07 Oktober 2026
Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang
07 Oktober 2026
Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
07 Oktober 2026
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
06 Oktober 2026
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026

  • Home
  • Nasional

Menjaga Jati Diri Pacu Jalur: Melawan Pergeseran Nama Demi Warisan Budaya

Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 13:50:59 WIB
Cetak

Pacu jalur

Ditulis: Hendrianto

PACU Jalur. Mendengar namanya saja sudah terbayang kemeriahan di Tepian Narosa, Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ini bukan sekadar adu cepat perahu, melainkan denyut nadi budaya yang sudah mengalir ratusan tahun dalam masyarakat adat Kuantan Singingi.

Jauh sebelum Kuansing dimekarkan, tradisi ini sudah jadi ikon Indragiri Hulu, kabupaten induknya kala itu. Pacu Jalur selalu diselenggarakan di Telukkuantan, bahkan setelah Kuansing dan Inhu resmi berpisah. Hingga kini, acara puncak Pacu Jalur tetap dan akan selalu ada di Tepian Narosa.

Namun, di tengah kemegahan tradisi ini, muncul fenomena yang sedikit membingungkan: di Indragiri Hulu, perayaan serupa kini disebut "Pacu Sampan Besar." Anehnya, perahu yang dilombakan sama persis dengan perahu jalur kebanggaan Kuansing, dari bentuk hingga ukirannya. Tak ada bedanya.

Lalu, mengapa nama tradisi yang punya akar sejarah kuat ini diubah? Perubahan dari "Pacu Jalur" menjadi "Pacu Sampan Besar" di Inhu bukan hanya soal ganti nama; ini adalah pergeseran yang berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai historis Pacu Jalur itu sendiri.

Penting sekali bagi kita untuk mempertahankan nama aslinya demi menjaga keaslian dan pengakuan budaya warisan leluhur ini.
Pacu Jalur adalah cerminan semangat gotong royong, kebersamaan, dan ketangguhan masyarakat Kuantan Singingi.

Selama ratusan tahun, jalur—perahu panjang dari sebatang pohon utuh—menjadi tulang punggung kehidupan di tepian sungai. Digunakan untuk transportasi, mengangkut hasil bumi, hingga jadi simbol status. Perlombaannya sendiri sering digelar setelah panen raya sebagai wujud syukur dan hiburan.

Setiap ukiran di badan jalur, setiap gerakan dayung pendayung, semuanya punya filosofi dan simbolisme mendalam. Jalur melambangkan persatuan, kekuatan kebersamaan, dan keberanian. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghubungkan generasi dengan warisan nenek moyang mereka.

Tak heran, Pacu Jalur sudah resmi terdaftar di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, dan kini sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO. Pengakuan ini tentu saja melekat pada nama "Pacu Jalur," bukan "Pacu Sampan Besar."

Fenomena "Pacu Sampan Besar" di Inhu memang sedikit janggal, mengingat perahu yang digunakan identik dengan jalur di Kuansing. Memang, banyak warga Kuansing berdomisili di Inhu, begitu pula sebaliknya. Interaksi demografis ini seharusnya bisa jadi jembatan penguat budaya, bukan pemecah identitas.

Lalu, mengapa nama itu harus berganti? Apakah ini murni kesalahpahaman, ataukah ada upaya untuk membentuk identitas budaya baru setelah pemekaran kabupaten?

Terlepas dari alasannya, perubahan nama ini membawa dampak serius. Pertama, potensi pengaburan sejarah dan identitas asli Pacu Jalur. Masyarakat awam, apalagi dari luar daerah, bisa jadi bingung atau salah memahami asal-usul dan makna tradisi ini.

Kedua, risiko dualisme nomenklatur yang bisa menghambat proses pengakuan internasional. Bagaimana UNESCO akan mengidentifikasi sebuah tradisi jika namanya bervariasi di wilayah berdekatan, padahal merujuk pada objek yang sama?

Ketiga, ada kekhawatiran akan penurunan nilai sakral atau keaslian tradisi jika namanya diubah tanpa dasar historis yang kuat. Nama adalah identitas; mengubahnya sama dengan mengikis sebagian dari sejarah itu sendiri.

Sudah saatnya kita menegaskan pentingnya mempertahankan nama asli "Pacu Jalur." Ini adalah bentuk penjagaan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Nama "Pacu Jalur" adalah ikatan tak terpisahkan dengan sejarah, filosofi, dan perjalanan panjang masyarakat Kuantan Singingi. Mengubahnya berarti memutuskan sebagian dari ikatan tersebut.

Dalam konteks pengakuan nasional dan internasional, konsistensi nama adalah kunci. Ketika Pacu Jalur diajukan ke UNESCO, nama yang terdaftar dan dikenali secara global haruslah "Pacu Jalur." Inkonsistensi bisa menghambat atau bahkan menggagalkan upaya luhur ini.

Nama "Pacu Jalur" sudah melekat erat sebagai citra budaya Kuansing; ia adalah bagian dari branding daerah yang telah terbangun ratusan tahun.
Karena itu, perlu adanya upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar.

Pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat, baik di Kuansing maupun Inhu, harus duduk bersama. Penting untuk menyatukan persepsi, meluruskan informasi, dan memahami bahwa melestarikan nama "Pacu Jalur" adalah tanggung jawab kita bersama.

Tradisi ini seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemisah.

Pada akhirnya, Pacu Jalur adalah warisan budaya Kuansing yang kaya akan makna, sejarah, dan nilai-nilai luhur. Perubahan nama menjadi "Pacu Sampan Besar" berpotensi mengikis identitas dan pengakuan budaya ini di mata dunia.

Oleh karena itu, mari kita teguhkan komitmen untuk mempertahankan nama asli "Pacu Jalur" sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan persiapan menuju pengakuan UNESCO.

Semoga Pacu Jalur terus lestari dengan nama dan identitas aslinya, melampaui batas-batas administrasi wilayah, dan tetap menjadi kebanggaan kita bersama. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat

Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur

Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8

Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat

Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur

Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8

Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
  • 2 Kasus Penipuan Proyek Batu Bara Rp495 Juta, Ayah Selebgram di Pekanbaru Jadi Tersangka
  • 3 Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
  • 4 Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
  • 5 Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
  • 6 Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
  • 7 Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
  • 8 BMKG Minta Warga Riau Waspadai Hujan Badai dan Potensi Asap
  • 9 IHK Riau Naik Jadi 114,27, Inflasi Bulanan September 2026 Tembus 0,64 Persen
Terkini +INDEKS

Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat

07 Oktober 2026
Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang
07 Oktober 2026
Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
07 Oktober 2026
Tim Gabungan Pantau Tiga Titik Bekas Karhutla di Payung Sekaki Pekanbaru
07 Oktober 2026
Jarak Pandang Terbatas, Pendaratan Dua Pesawat Tujuan Pekanbaru Dialihkan
07 Oktober 2026
Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
07 Oktober 2026
Lonjakan Hotspot di Sumatera Tembus 4.806 Titik, BMKG Imbau Pakai Masker
07 Oktober 2026
Jarak Pandang Hanya 600 Meter, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
07 Oktober 2026
Aksi Telepon Palsu ke Layanan TRC 112 Ancam Keselamatan Warga Pekanbaru
06 Oktober 2026
Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Jadi Rp3.733 per Kilogram
06 Oktober 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved