Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Gubri Serukan Aksi Nyata Lindungi Pesisir Lewat Rehabilitasi Mangrove
RIAUIN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2025, Gubernur Riau Abdul Wahid melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Desa Belaras Barat, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (26/7). Aksi ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan ekosistem hutan mangrove.
Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat pesisir yang selama ini telah berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga bagian dari strategi besar menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal.
“Penanaman mangrove adalah bagian dari upaya menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mempertahankan batas terluar negara. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Sejak dijalankan, program rehabilitasi mangrove di Riau menunjukkan hasil menggembirakan. Selama tahun 2024, telah dilakukan rehabilitasi pada 1.683 hektare lahan mangrove yang melibatkan 56 kelompok masyarakat. Sebanyak lebih dari 5,3 juta batang mangrove telah ditanam, dan program ini juga membuka lapangan kerja bagi lebih dari 1.100 warga lokal.
Program ini tidak hanya fokus pada konservasi, tetapi juga pada pemberdayaan. Berbagai pelatihan teknis, sekolah lapang, dan pengembangan kurikulum bertema mangrove telah diterapkan di sekolah-sekolah melalui kebijakan Merdeka Belajar.
Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Riau berencana memperluas program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) ke lima kabupaten lainnya, yakni Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Rokan Hilir, dengan target rehabilitasi mencapai lebih dari 4.200 hektare.
Gubernur Abdul Wahid juga menyoroti pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk guru, pelajar, dan kelompok lokal agar program ini menjadi gerakan sosial berkelanjutan, bukan sekadar proyek sementara.
“Dampak dari rehabilitasi ini sudah mulai terlihat. Laju abrasi menurun, produktivitas tambak meningkat, dan produk olahan mangrove seperti dodol, sirup, dan madu mulai dikembangkan oleh pelaku UMKM setempat,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan ini agar kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini. “Menanam mangrove mungkin butuh sehari, tapi manfaatnya baru kita rasakan di masa depan. Dibutuhkan kesabaran dan komitmen untuk menjaga hasilnya,” ujarnya.
Sebagai penutup, Gubri menyatakan bahwa melalui program Green for Riau, pemerintah berkomitmen menggabungkan perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian budaya lokal dalam pembangunan berkelanjutan.
“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tapi masa depan ekosistem dan ekonomi pesisir Riau,” pungkasnya. (Nab)
Berita Lainnya
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung