• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Kawal Ketahanan Pangan, Polsek Singingi Hilir Antar 2 Ton Jagung Petani ke Bulog
26 Mei 2026

  • Home
  • Opini

Deflasi Mei 2025: Senyum Petani, Cemas Investor?

Redaksi

Ahad, 15 Juni 2025 10:57:23 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis: Hendrianto

Deflasi kembali menyapa Indonesia pada Mei 2025, dengan angka 0,37% secara bulanan. Ini adalah kali kedua dalam tahun ini, setelah Februari lalu. Sekilas, kabar deflasi mungkin terdengar positif, seolah-olah "uang kita jadi lebih bernilai." Namun, seperti dua sisi mata uang, deflasi juga membawa implikasi yang kompleks, terutama bagi pasar saham dan geliat ekonomi nasional.

Penyebab utama deflasi kali ini adalah turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan cabai merah dan cabai rawit sebagai bintang utama penekan harga. Ini tentu menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dan konsumen pada umumnya. Bayangkan, harga-harga kebutuhan pokok yang sempat melambung kini kembali ramah di kantong.

Bagi petani, jika penurunan harga ini disebabkan oleh panen raya dan pasokan yang melimpah, ini adalah kabar baik yang menunjukkan produktivitas mereka. Namun, di balik senyum petani, ada kecemasan yang membayangi para investor di pasar saham. Deflasi, terutama jika berkelanjutan, seringkali diartikan sebagai sinyal pelemahan ekonomi.

Ketika harga barang dan jasa turun, pendapatan perusahaan ikut tergerus. Margin keuntungan menipis, dan tak jarang perusahaan harus memutar otak untuk mengencangkan ikat pinggang. Ini bisa berarti penundaan ekspansi, pengurangan produksi, atau bahkan, yang paling ditakuti, pemutusan hubungan kerja.

Investor melihat deflasi sebagai indikasi melemahnya daya beli masyarakat. Jika masyarakat menahan belanja karena menunggu harga lebih murah atau memang tidak memiliki cukup uang, roda perekonomian akan melambat. Konsumsi, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, akan terseok-seok.

Emiten di sektor konsumsi, ritel, dan manufaktur jelas merasakan dampaknya. Ketika prospek keuntungan meredup, investor cenderung menarik dananya dari pasar saham, menyebabkan koreksi harga saham.

Deflasi Sehat atau Deflasi yang Mengkhawatirkan?

Pertanyaan krusialnya adalah, apakah deflasi Mei ini merupakan deflasi "sehat" akibat melimpahnya pasokan dan efisiensi, atau justru cerminan dari permintaan yang lesu? Jika ini murni karena panen raya, dampaknya mungkin hanya temporer.

Namun, jika deflasi terjadi karena daya beli masyarakat yang loyo, maka alarm bahaya harus dibunyikan. Data BPS yang juga mencatat penurunan tarif angkutan udara pasca-Lebaran dan harga BBM non-subsidi juga memperkuat dugaan adanya kombinasi faktor suplai dan permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah dan Bank Indonesia kini dihadapkan pada tantangan untuk menganalisis lebih dalam. Apakah perlu stimulus untuk menggenjot permintaan? Atau ini hanyalah fase normalisasi harga setelah gejolak inflasi sebelumnya? Respons kebijakan akan sangat menentukan arah pasar saham dan laju perekonomian ke depan.

Bagi investor, periode ini menuntut kehati-hatian ekstra. Memantau data-data ekonomi, kebijakan moneter dan fiskal, serta laporan keuangan emiten menjadi lebih penting dari sebelumnya. Deflasi memang bisa menjadi berkah bagi konsumen, namun bagi pasar saham, ia adalah tantangan yang tidak bisa diabaikan. (***)

(Penulis merupakan mantan siswa pasar modal) 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!

Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat

Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!

Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat

Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda

03 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
03 Juni 2026
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
03 Juni 2026
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
03 Juni 2026
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
03 Juni 2026
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
03 Juni 2026
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
03 Juni 2026
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
03 Juni 2026
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
03 Juni 2026
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
03 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved