• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Deflasi Mei 2025: Senyum Petani, Cemas Investor?

Redaksi

Ahad, 15 Juni 2025 10:57:23 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis: Hendrianto

Deflasi kembali menyapa Indonesia pada Mei 2025, dengan angka 0,37% secara bulanan. Ini adalah kali kedua dalam tahun ini, setelah Februari lalu. Sekilas, kabar deflasi mungkin terdengar positif, seolah-olah "uang kita jadi lebih bernilai." Namun, seperti dua sisi mata uang, deflasi juga membawa implikasi yang kompleks, terutama bagi pasar saham dan geliat ekonomi nasional.

Penyebab utama deflasi kali ini adalah turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan cabai merah dan cabai rawit sebagai bintang utama penekan harga. Ini tentu menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dan konsumen pada umumnya. Bayangkan, harga-harga kebutuhan pokok yang sempat melambung kini kembali ramah di kantong.

Bagi petani, jika penurunan harga ini disebabkan oleh panen raya dan pasokan yang melimpah, ini adalah kabar baik yang menunjukkan produktivitas mereka. Namun, di balik senyum petani, ada kecemasan yang membayangi para investor di pasar saham. Deflasi, terutama jika berkelanjutan, seringkali diartikan sebagai sinyal pelemahan ekonomi.

Ketika harga barang dan jasa turun, pendapatan perusahaan ikut tergerus. Margin keuntungan menipis, dan tak jarang perusahaan harus memutar otak untuk mengencangkan ikat pinggang. Ini bisa berarti penundaan ekspansi, pengurangan produksi, atau bahkan, yang paling ditakuti, pemutusan hubungan kerja.

Investor melihat deflasi sebagai indikasi melemahnya daya beli masyarakat. Jika masyarakat menahan belanja karena menunggu harga lebih murah atau memang tidak memiliki cukup uang, roda perekonomian akan melambat. Konsumsi, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, akan terseok-seok.

Emiten di sektor konsumsi, ritel, dan manufaktur jelas merasakan dampaknya. Ketika prospek keuntungan meredup, investor cenderung menarik dananya dari pasar saham, menyebabkan koreksi harga saham.

Deflasi Sehat atau Deflasi yang Mengkhawatirkan?

Pertanyaan krusialnya adalah, apakah deflasi Mei ini merupakan deflasi "sehat" akibat melimpahnya pasokan dan efisiensi, atau justru cerminan dari permintaan yang lesu? Jika ini murni karena panen raya, dampaknya mungkin hanya temporer.

Namun, jika deflasi terjadi karena daya beli masyarakat yang loyo, maka alarm bahaya harus dibunyikan. Data BPS yang juga mencatat penurunan tarif angkutan udara pasca-Lebaran dan harga BBM non-subsidi juga memperkuat dugaan adanya kombinasi faktor suplai dan permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah dan Bank Indonesia kini dihadapkan pada tantangan untuk menganalisis lebih dalam. Apakah perlu stimulus untuk menggenjot permintaan? Atau ini hanyalah fase normalisasi harga setelah gejolak inflasi sebelumnya? Respons kebijakan akan sangat menentukan arah pasar saham dan laju perekonomian ke depan.

Bagi investor, periode ini menuntut kehati-hatian ekstra. Memantau data-data ekonomi, kebijakan moneter dan fiskal, serta laporan keuangan emiten menjadi lebih penting dari sebelumnya. Deflasi memang bisa menjadi berkah bagi konsumen, namun bagi pasar saham, ia adalah tantangan yang tidak bisa diabaikan. (***)

(Penulis merupakan mantan siswa pasar modal) 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved