HMI Soroti Kinerja Buruk DPRD Kuansing dan Minta Evaluasi Ketua Dewan
HMI Cabang Kuansing
RIAUIN. COM– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuantan Singingi mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, menyoroti sejumlah masalah krusial mulai dari pemborosan anggaran hingga mandeknya fungsi legislasi. Kritik tajam ini juga secara langsung menyoroti kepemimpinan Juprizal selaku Ketua DPRD.
Ketua Umum HMI Cabang Kuantan Singingi, Hamce Gussay Jefri, menyatakan bahwa DPRD saat ini lebih banyak terlibat dalam urusan internal yang tidak produktif, alih-alih fokus pada kepentingan rakyat.
"Kami melihat DPRD lebih banyak menimbulkan kegaduhan politik daripada memberikan solusi atas persoalan daerah. Ini kondisi yang tidak bisa kami diamkan," tegas Hamce dalam konferensi pers pada Sabtu (31/5) di Sekretariat HMI Cabang Kuansing.
HMI secara khusus menyoroti penggunaan anggaran DPRD yang dinilai tidak wajar, terutama untuk perjalanan dinas. Menurut Hamce, kunjungan kerja yang terlalu sering dilakukan tidak menghasilkan laporan atau dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, alokasi anggaran makan dan minum di lingkungan DPRD juga menuai kritik. HMI menilai hal ini menunjukkan kurangnya sensitivitas sosial DPRD terhadap kondisi keuangan daerah dan kesulitan yang dihadapi rakyat.
Fungsi legislasi DPRD juga menjadi perhatian utama HMI. Hingga pertengahan tahun 2025, belum ada satu pun Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan.
"Ini bukti nyata bahwa fungsi utama DPRD diabaikan. Lambannya pembahasan dan tidak adanya produk hukum sangat mengecewakan," ujar Hamce.
Tak hanya itu, HMI juga menyoroti banyaknya pelanggaran terhadap aturan internal DPRD, termasuk tidak dijalankannya prosedur sesuai tata tertib lembaga.
Dalam hal pengawasan terhadap eksekutif, HMI menilai DPRD telah kehilangan fungsinya. Berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang bermasalah disebut tidak ditindak tegas oleh DPRD.
"Di mana fungsi kontrolnya? Ketika pemerintah daerah membuat kebijakan yang menyimpang, DPRD justru diam seribu bahasa. Ini mencederai semangat demokrasi," lanjut Hamce.
Menyikapi berbagai persoalan tersebut, HMI Cabang Kuantan Singingi menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPRD, khususnya terhadap kepemimpinan Juprizal sebagai Ketua. Mereka juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kinerja wakil rakyat agar tidak melenceng dari konstitusi.
"Jika Ketua DPRD tidak mampu membawa lembaga ini bekerja dengan baik, maka mundur adalah pilihan yang terhormat. Kami, HMI, tidak akan berhenti bersuara untuk kepentingan rakyat," pungkas Hamce Gussay Jefri. (hen)
Berita Lainnya
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
Baru Diperbaiki Kurang dari Setahun, Irigasi Bendungan Pauh Pangean Kuansing Jebol Lagi
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
Baru Diperbaiki Kurang dari Setahun, Irigasi Bendungan Pauh Pangean Kuansing Jebol Lagi
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah