Baru Diperbaiki Kurang dari Setahun, Irigasi Bendungan Pauh Pangean Kuansing Jebol Lagi
Foto: Irigasi yang jebol.
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM– Saluran irigasi Bendungan Pauh Pangean kembali jebol parah. Padahal, bangunan ini baru selesai diperbaiki. Usianya bahkan belum genap satu tahun.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kerusakan tersebut terekam jelas dalam sebuah video amatir yang kini viral di media sosial.
Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, terlihat struktur beton penahan air sudah hancur. Dinding irigasi tampak ambruk menjadi beberapa bongkahan besar. Akibatnya, arus air mengalir sangat deras dan meluap tidak terkendali melalui celah yang jebol.
Perekam video yang merupakan warga setempat tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Ia menyayangkan kualitas proyek yang dinilai sangat rapuh.
"Belum sampai satu tahun perbaikan irigasi bendungan Pauh Pangean, Kuansing, Riau, kembali jebol," bunyi narasi dalam unggahan video tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab utama ambruknya dinding irigasi. Kuat dugaan, konstruksi bangunan tidak mampu menahan tekanan air. Warga kini mempertanyakan kualitas material dan pengerjaan proyek tersebut.
Tak main-main, warga juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Mereka meminta pihak berwajib mengusut tuntas proyek perbaikan yang baru seumur jagung ini.
Jika nantinya ditemukan kejanggalan atau indikasi korupsi dalam proses pembangunannya, warga meminta kasus tersebut diusut hingga tuntas tanpa pandang bulu.
Jebolnya bendungan ini langsung memicu kekhawatiran massal. Pasalnya, irigasi tersebut merupakan urat nadi bagi pertanian warga sekitar. Ratusan hektare sawah di Kecamatan Pangean terancam gagal panen karena kekurangan pasokan air jika tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuansing maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Warga mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum segera bergerak cepat ke lapangan. (***)
Berita Lainnya
Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!