• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Sebanyak 21 Anggota DPRD Kuansing Sempat Jadi Temuan NHP BPK Senilai Rp163 Juta, Polisi Dalami Bukti Lain
23 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Tergiur Hasil Instan, Petani di Kuansing Sulap Perkebunan Sawit Jadi Tambang Emas Ilegal
18 September 2026
Kasus Perkimtan Rp48 Miliar Belum Jelas, Polres Kuansing Malah Buka Bidikan Baru ke Anggaran DPRD
17 September 2026

  • Home
  • Politik

Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai

Redaksi

Jumat, 07 Agustus 2026 13:21:35 WIB
Cetak

Desi Guswita

 

Laporan: Hendrianto.

'Penyusupan anggaran, manipulasi data SIPD, hingga dugaan manipulasi pengangkatan PPPK membentang dalam laporan pertanggungjawaban APBD Kuantan Singingi 2025. Pola lama yang menyeret KPK pada APBD 2024 kini berulang dalam skala yang lebih merusak.'

RIAUIN.COM- Selembar kertas bermaterai itu melayang ke meja pimpinan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Di hadapan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati dan puluhan anggota dewan yang hening, Desi Guswita memilih berdiri di garis luar.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini secara resmi menyerahkan Surat Pernyataan Penolakan terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD Kuansing Tahun Anggaran 2025.

"Saya tidak mau mengambil risiko hukum di kemudian hari atas kelalaian anggaran yang dipaksakan ini," tegas Desi saat menyampaikan interupsi perorangannya.

Langkah Desi bukan hanya manuver politik biasa. Di balik angka-angka megah APBD 2025—dengan pagu anggaran Rp1,7 triliun dan klaim realisasi Rp1,4 triliun—tersimpan borok tata kelola keuangan daerah yang kian menganga. Di atas kertas, keuangan Kuansing tampak sehat. Namun di lapangan, daerah ini sejatinya sedang mengalami kolaps likuiditas.

Sinyal bahaya pengelolaan keuangan Kuansing sebenarnya telah menyala sejak APBD TA 2024. Kala itu, juru bicara Fraksi Golkar, Endri Yupet, bersama koalisi Fraksi NasDem, PAN, dan PKS membongkar praktik penyusupan anggaran ilegal secara mendadak senilai sekitar Rp48 miliar di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim).

Anggaran siluman itu masuk tanpa melalui pembahasan Badan Anggaran (Banggar) maupun komisi terkait, menabrak Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.

Peringatan para legislator saat itu terbukti tepat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengusut kejanggalan dalam penggunaan dan pengesahan APBD 2024 tersebut.

Namun, pengusutan oleh aparat penegak hukum ternyata tidak menghentikan praktik manipulatif. Pada APBD 2025, modus penyelewengan bergeser dari "penyusupan pagu" menjadi "pemalsuan kemampuan kas" yang berdampak sistemik.

Berdasarkan penelusuran dan dokumen interupsi resmi Desi Guswita, sedikitnya ada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pusaran kejanggalan pengelolaan APBD 2025:

1. Dinas Pendidikan: Ditemukan disparitas tajam antara angka belanja fisik dalam Laporan Pertanggungjawaban dengan data yang tercatat pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Upaya untuk meminta rincian data ini bahkan sempat dihalangi dalam rapat internal.

2. Sekretariat DPRD: Penyajian laporan keuangan dilakukan secara "gelondongan" tanpa rincian objek belanja. Lebih jauh, dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI—yang seharusnya menjadi basis pengawasan dewan—sengaja disembunyikan dan tidak pernah diserahkan hingga rapat evaluasi berakhir.

3. BKPP dan Skandal PPPK: Di tengah krisis anggaran, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) disorot atas lemahnya penegakan disiplin ASN yang membiarkan pemborosan anggaran. Lebih parah lagi, muncul indikasi kuat maraknya "PPPK Siluman"—pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang diduga dinikmati lingkaran elit politik lokal, sembari menyingkirkan para honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.

Eskalasi kasus kini berpindah dari meja persidangan ke ranah penyelidikan kepolisian. Menyusul goncangan politik akibat penolakan LPj APBD 2025, tim penyidik Polres Kuansing bergerak cepat mendatangi gedung Sekretariat DPRD Kuansing.

Sejumlah penyidik dilaporkan telah menyita dan mengangkut tumpukan dokumen penting dari kantor sekretariat dewan untuk kepentingan penyelidikan tindak pidana. Pihak Sekretaris DPRD, Andi Zulfitri, bersama Pimpinan DPRD, Satria Mandala Putra, membenarkan pengumpulan berkas-berkas krusial tersebut pasca-interupsi yang disampaikan Desi Guswita.

"Iya, sudah diangkut mereka(APH), " kata Satria Mandala Putra.

Merespons masuknya aparat penegak hukum, Desi Guswita mendesak penyidik untuk tidak tebang pilih atau terfokus pada isu-isu klasik semata. Ia meminta APH membongkar seluruh potensi penyelewengan anggaran secara menyeluruh di seluruh dinas dan instansi eksekutif.

"Jangan hanya berkutat memeriksa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di Sekretariat Dewan. APH harus berani membuka dan menguliti seluruh kejanggalan ini sampai ke akar-akarnya—mulai dari selisih belanja fisik Dinas Pendidikan, karut-marut penetapan pagu SIPD yang memicu kas kosong, hingga dugaan permainan penetapan PPPK di BKPP. Buka semuanya secara transparan agar publik tahu ke mana sebenarnya uang rakyat mengalir!" desak Desi tegas.

Dampak terberat dari manipulasi penetapan pagu ini dihantamkan langsung kepada masyarakat bawah. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan eksekutif secara sadar mengunci pagu Rp1,7 triliun pada sistem SIPD. Padahal, target pendapatan tersebut disadari sejak awal tidak akan pernah tercapai.

Akibat pemaksaan program melampaui kemampuan kas riil, Kuansing kini terjebak dalam krisis tunda bayar massal bernilai ratusan miliar rupiah.

Efek dominonya memukul sektor-sektor penting: Gaji dan hak keuangan para guru, pegawai honorer, staf administrasi, hingga perangkat desa mengendap tanpa kepastian kapan akan dibayarkan. Dan seluruh program pembangunan berbasis aspirasi masyarakat hasil reses DPRD lumpuh total karena dalih "kas kosong".

Gelombang penolakan dari dalam gedung dewan mendapat sokongan kuat dari elemen sipil. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Permata Kuansing, Junaidi Affandi, menilai kejanggalan pada APBD 2025 bukan sekadar kelalaian administrasi biasa, melainkan cermin runtuhnya transparansi tata kelola anggaran daerah.

"Kondisi di mana angka belanja dicatat ada di atas kertas sementara kas riil kosong hingga memicu tunda bayar massal adalah indikasi kuat adanya salah urus yang disengaja. Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK, tidak boleh tinggal diam. Kebiasaan 'kucing-kucingan' dokumen dan anggaran gelondongan ini harus diusut tuntas demi kepastian hukum dan perlindungan terhadap uang rakyat Kuansing," tegas Junaidi Affandi saat dihubungi.

Junaidi menambahkan bahwa masuknya penyidik Polres Kuansing ke Sekretariat DPRD merupakan titik terang bagi penegakan hukum. "Langkah polisi mengangkut dokumen di Sekwan harus dikawal bersama. Jika APBD 2024 saja bisa sampai diselidiki KPK, maka bukti-bukti yang disita di APBD 2025 ini harus menjadi pintu masuk untuk memeriksa seluruh pejabat dan pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.

Langkah Desi Guswita mengunci sikap politiknya melalui Surat Pernyataan Resmi bermaterai yang dilampirkan dalam Risalah Resmi Sidang Paripurna kini menjadi alat bukti administrasi yang sah. Eksekutif tidak lagi memiliki ruang untuk berkilah tidak mengetahui adanya cacat hukum dan transparansi dalam APBD 2025.

Dengan masuknya penyidik Polres Kuansing ke gedung dewan, penyitaan dokumen-dokumen vital, desakan terbuka agar APH menguliti seluruh instansi, serta dorongan kuat dari LSM Permata Kuansing, daerah ini resmi memasuki babak baru.

Pertanggungjawaban APBD 2025 kini tak lagi menjadi perdebatan politik lokal, melainkan pertaruhan hukum yang berpotensi menyeret para pejabat daerah ke meja hijau. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

TPP ASN Riau Diusulkan Tak Langsung Dianggarkan 12 Bulan, Edi Basri: Jangan Sampai Kurangi Biaya Program Pembangunan Daerah

Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK

Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno

PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura

Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK

TPP ASN Riau Diusulkan Tak Langsung Dianggarkan 12 Bulan, Edi Basri: Jangan Sampai Kurangi Biaya Program Pembangunan Daerah

Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK

Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno

PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura

Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Naik Rp214 Miliar, APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Disahkan Jadi Rp3,26 Triliun
  • 2 Kemendagri Minta Pemda Amankan Legalitas Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III
  • 3 OJK Terima Usulan Nama Calon Pengurus Baru BRK Syariah Hasil RUPSLB
  • 4 Nongkrong Sambil Bawa Ekstasi, Dua Perempuan Diringkus Polisi di Kafe Dumai
  • 5 Pasar Murah Pemprov Riau Kembali Diserbu Warga, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu
  • 6 Dinas ESDM Riau Minta Warga Laporkan Aktivitas Tambang Ilegal
  • 7 Perwira Eks Densus 88 Antiteror Brigjen Simson Zet Ringu Resmi Dilantik Jadi Wakapolda Riau
  • 8 Polres Rohil Usut Rantai Peredaran 10 Ton Kayu Olahan Ilegal di Sinaboi
  • 9 Laporan Pemadaman Listrik di Pekanbaru Kini Bisa via Call Center 112
Terkini +INDEKS

Pemprov Riau Sebar 30 Dokter Magang PIDI ke Pekanbaru dan Kuansing

01 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
01 Oktober 2026
PT Musim Mas Salurkan 30 Perahu Dayung untuk Nelayan Tanjung Beringin
30 September 2026
Karhutla di Bengkalis Capai 8,5 Ribu Hektare, Kasmarni Perkuat Restorasi Gambut
30 September 2026
Ribuan Bikers dari Aceh hingga Lampung Meriahkan Honda Bikers Day Regional Sumatera 2026
30 September 2026
Aksi Pemerasan Bermodus MiChat di Pekanbaru Diberantas, Polsek Sukajadi Buru Dua DPO
30 September 2026
Atasi Keresahan Warga Beringin Makmur, Polsek Kerumutan Gandeng BKSDA Evakuasi Beruang
30 September 2026
HKETO dan Pemprov Riau Bahas Peluang Modernisasi Industri Berbasis Teknologi
30 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Diminta Intensifkan Razia Jam Operasional Hiburan Malam
30 September 2026
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Beri Nama Bayi Gajah Sumatra di TNTN 'Ganesha'
30 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved