RDP DPRD Kuansing: PT SIM Bantah Kolam Limbah Bocor, Ada Perbedaan Pengakuan dengan Warga
RDP Komisi II DORD Kuansing Bersama DLH dan Pihak Perusahaan
RIAUIN. COM- PT Sinergi Inti Makmur (SIM) membantah tuduhan kebocoran kolam limbah yang menyebabkan matinya ikan di sejumlah aliran sungai di Kuantan Singingi. Bantahan tersebut disampaikan Manajer PT SIM, Toni Wijaya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Kuansing, Senin (26/5/2025).
Dalam pemaparannya, Toni Wijaya menyampaikan hasil pengamatan pihak perusahaan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang tidak menemukan kolam limbah yang pecah atau bocor.
"Hasil pengamatan kita bersama pihak DLH, tidak menemukan kolom limbah yang pecah, atau bocor seperti yang dituduhkan kepada pihak kami (perusahaan)," ujar Toni Wijaya.
Meski demikian, pihak DLH telah mencatat hasil pengamatan di lapangan, termasuk mengambil sampel air sungai untuk dianalisis lebih lanjut. Toni Wijaya juga menyoroti lokasi penemuan ikan mati yang berada cukup jauh dari pabrik.
Menurutnya, ikan mati ditemukan di aliran Sungai Lembu dan Kebun Lado, sementara di Sungai Batang Lembu yang lebih dekat ke pabrik dan Sungai Lantak Payo yang persis di bawah pabrik justru tidak ditemukan ikan mati.
Pihak pabrik, lanjut Toni, masih menelusuri ke arah hilir, yakni di Sungai Batang Lembu dan Pulau Kandang. Kedua alur sungai ini merupakan titik temu dua aliran sungai yang berbeda, yang menurutnya perlu dicermati lebih mendalam apakah airnya betul mengandung unsur limbah atau ada unsur lain yang juga bisa menyebabkan ikan mati.
Namun, RDP yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kuansing, Fedrios Gusni, menemukan adanya perbedaan keterangan. Fedrios mengungkapkan bahwa ia menerima informasi dari para datuk-datuk di Antau Singingi yang menyatakan bahwa pihak PT SIM sebelumnya mengakui adanya kebocoran kolam limbah di hadapan para datuk dan camat pada Sabtu (24/5/2025) lalu.
"Saya mendapatkan dua keterangan yang berbeda, dari datuk-datuk Antau Singingi menyampaikan dugaan pencemaran bersumber dari pabrik PT SIM sesuai hasil temuan di lapangan. Sementara dari keterangan saudara Toni Wijaya Manajer PT SIM menyampaikan tidak ditemukan kolom pecah atau limbah bocor," jelas Fedrios Gusni.
Perbedaan keterangan ini menjadi poin penting yang akan dicermati lebih lanjut oleh Komisi II DPRD Kuansing dalam menyikapi dugaan pencemaran lingkungan ini. (hen)
Berita Lainnya
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
Baru Diperbaiki Kurang dari Setahun, Irigasi Bendungan Pauh Pangean Kuansing Jebol Lagi
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
Baru Diperbaiki Kurang dari Setahun, Irigasi Bendungan Pauh Pangean Kuansing Jebol Lagi
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah