PILIHAN
Bermotor Sendirian Tengah Malam,
Tas Wanita Dijambret di Lampu Merah Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
ilustrasi
PEKANBARU, Riauin.com - Wanita berusia 27 tahun bernama Jeni, terpaksa merelakan uang tunainya Rp3 juta serta dua handphone dirampas penjambret. Korban disasar penjahat jalanan ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru Provinsi Riau.
Peristiwanya terjadi pada Rabu (1/11/2017) tengah malam tadi. Kebetulan Jeni sedang mengendarai sepeda motornya sendirian. Kuat dugaan, para pelaku sudah menargetkan korbannya, karena dianggap sasaran yang mudah.
Memang pelaku jambret kerap menargetkan sasarannya kepada wanita, apalagi kondisinya saat itu korban berkendara seorang diri malam-malam. Saat itu lah muncul dari belakang dua orang pria tak dikenal.
Keduanya menggunakan sepeda motor matik Honda Beat tanpa pelat nomor kendaraan. Dalam waktu singkat, penjambret tersebut langsung merampas tas Jeni yang ditaruhnya di depan.
Dalam beraksi, masing-masingnya ada peran, yang satu mengendarai motor dan yang dibelakang bertugas mengambil tas itu. Saat itu Jeni sempat berupaya mempertahankan tas tersebut, sehingga terjadi tarik menarik.
Lantaran kalah tenaga, korban pun akhirnya harus merelakan tas itu dibawa kabur. Setelah mendapatkan hasil curiannya, kedua penjambret itu langsung tancap gas dan menghilang digelapnya malam. Sedangkan korban membuat laporan ke polisi.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan, Kamis (2/11/2017) pagi membenarkan terkait laporan tersebut. Kata dia, kejadian itu di Jalan Ahmad Yani, tepatnya dekat simpang lampu merah.
"Tas yang dijambret itu berisi uang kontan Rp3 juta, dua unit handphone serta surat-surat penting seperti KTP, STNK dan SIM. Kerugian materi dalam kejadian itu ditaksir Rp10 juta. Kita masih proses dan lakukan penyelidikan," terang Polius, seperti dilansir dari goriau.
Berkali-kali sudah kepolisian mengimbau kepada pemotor agar lebih waspada, dengan tidak meletakkan atau menggantung tas pada setang, dasboard atau menyandangnya, karena beresiko disasar penjambret.
Tak ada salahnya tas ditaruh di bawah jok motor, agar lebih aman. Begitu juga dengan perhiasan. Lebih baik disimpan saja begitu hendak berpergian, supaya tidak jadi perhatian para penjahat jalanan. (nol)
Peristiwanya terjadi pada Rabu (1/11/2017) tengah malam tadi. Kebetulan Jeni sedang mengendarai sepeda motornya sendirian. Kuat dugaan, para pelaku sudah menargetkan korbannya, karena dianggap sasaran yang mudah.
Memang pelaku jambret kerap menargetkan sasarannya kepada wanita, apalagi kondisinya saat itu korban berkendara seorang diri malam-malam. Saat itu lah muncul dari belakang dua orang pria tak dikenal.
Keduanya menggunakan sepeda motor matik Honda Beat tanpa pelat nomor kendaraan. Dalam waktu singkat, penjambret tersebut langsung merampas tas Jeni yang ditaruhnya di depan.
Dalam beraksi, masing-masingnya ada peran, yang satu mengendarai motor dan yang dibelakang bertugas mengambil tas itu. Saat itu Jeni sempat berupaya mempertahankan tas tersebut, sehingga terjadi tarik menarik.
Lantaran kalah tenaga, korban pun akhirnya harus merelakan tas itu dibawa kabur. Setelah mendapatkan hasil curiannya, kedua penjambret itu langsung tancap gas dan menghilang digelapnya malam. Sedangkan korban membuat laporan ke polisi.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan, Kamis (2/11/2017) pagi membenarkan terkait laporan tersebut. Kata dia, kejadian itu di Jalan Ahmad Yani, tepatnya dekat simpang lampu merah.
"Tas yang dijambret itu berisi uang kontan Rp3 juta, dua unit handphone serta surat-surat penting seperti KTP, STNK dan SIM. Kerugian materi dalam kejadian itu ditaksir Rp10 juta. Kita masih proses dan lakukan penyelidikan," terang Polius, seperti dilansir dari goriau.
Berkali-kali sudah kepolisian mengimbau kepada pemotor agar lebih waspada, dengan tidak meletakkan atau menggantung tas pada setang, dasboard atau menyandangnya, karena beresiko disasar penjambret.
Tak ada salahnya tas ditaruh di bawah jok motor, agar lebih aman. Begitu juga dengan perhiasan. Lebih baik disimpan saja begitu hendak berpergian, supaya tidak jadi perhatian para penjahat jalanan. (nol)
Berita Lainnya
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas