• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Kawal Ketahanan Pangan, Polsek Singingi Hilir Antar 2 Ton Jagung Petani ke Bulog
26 Mei 2026

  • Home
  • Politik

Tangis di Tanah Rantau, Keadilan yang Terampas di Kebun Sawit Kuansing

Redaksi

Ahad, 02 Maret 2025 12:14:02 WIB
Cetak

Ibu Ipeh beserta ketiga anaknya minta keadilan

RIAUIN.COM- Di tengah hamparan kebun sawit Desa Pangkalan Indarung, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sebuah kisah pilu terukir. Ipeh Laia, seorang bapak dari Nias, bersama dua anaknya yang masih di bawah umur, merantau ke Kuansing demi mencari sesuap nasi. Harapan akan kehidupan yang lebih baik pupus sudah, berganti dengan nestapa yang tak berkesudahan.

Ipeh bekerja sebagai pembersih kebun sawit yang dikelola oleh seorang pria bernama Rian. Baru seminggu bekerja, petaka datang menghampiri. Ipeh ditangkap polisi dengan tuduhan menggarap lahan sawit di kawasan hutan. Sementara itu, Rian, sang pengelola kebun, bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.

Dua anak Ipeh yang masih belia terlantar, hidup tanpa tempat tinggal. Mereka bahkan sempat tinggal di asrama polisi karena tak punya tempat berteduh. Kabar pilu ini sampai ke telinga istri Ipeh di Nias. Dengan hati hancur, sang istri menyusul ke Kuansing, bertekad memperjuangkan keadilan bagi suaminya.

"Suami saya tidak bersalah. Dia hanya seorang pekerja, bukan pemilik kebun," isak sang istri, air mata membasahi pipi. Ia bersumpah tak akan kembali ke Nias sebelum suaminya dibebaskan dan keadilan ditegakkan.

Lebih pilunya, menurut Seru Laia, kerabatnya yang lain menjelaskan, waktu itu ibu dan anak- anaknya datang ke Polres Kuansing meminta supaya mereka digabungkan sama suaminya dalam penjara. Tapi polisi tidak mengijinkan.

"Setelah itu penyidik datang  meminta ibu itu bersama anak-anak nya tidur di asrama nya polisi. Lalu keluarga tersebut tidur disitu selama dua hari dua malam," ucap Seru dengan nada sedih.

Setelah itu, mereka keluar dari ruangan asrama tersebut mengunjungi rumah kerabat mereka. Karena di tempat polisi tidak ada alat dapur katanya, kini mereka tinggal di rumah kerabat mereka yang lain, " ujar Seru Laia melalui sambungan telepon, Minggu (2/3/2025).

Kasus Ipeh ini menjadi ironi di tengah hiruk pikuk industri sawit. Bagaimana mungkin seorang pekerja kecil menjadi korban, sementara pemilik modal melenggang bebas? Keadilan seolah tumpul di hadapan kekuasaan dan materi.

Kisah Ipeh dan keluarganya adalah potret buram ketidakadilan yang masih menghantui negeri ini. Hukum seolah tajam ke bawah, tumpul ke atas. Masyarakat kecil selalu menjadi korban, sementara para pemilik modal dan penguasa berlindung di balik kekuasaan.

Kita patut mempertanyakan, di mana letak keadilan bagi Ipeh dan keluarganya? Mengapa hukum seolah tutup mata terhadap ketidakadilan yang nyata ini? Sampai kapan masyarakat kecil terus menjadi korban ketidakadilan?

Kasus Ipeh harus menjadi titik balik bagi penegakan hukum di Indonesia. Jangan biarkan ketidakadilan terus merajalela. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. Keadilan harus dirasakan oleh semua warga negara, tanpa terkecuali.

Terkait ini, Kapolres Kuansing AKBP Angga Herlambang saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp belum memberikan jawaban. (hen) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda

03 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
03 Juni 2026
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
03 Juni 2026
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
03 Juni 2026
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
03 Juni 2026
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
03 Juni 2026
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
03 Juni 2026
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
03 Juni 2026
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
03 Juni 2026
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
03 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved