PILIHAN
Pohon di Sekolah Ditebang, Belasan Siswi SMPN 3 Mandau Kesurupan
DURI, Riauin.com - Sejak Selasa (24/10/17), belasan siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Mandau dihebohkan dengan jeritan histeris akibat kerasukan makhluk halus sekira pukul 09.30 WIB. Akibatnya, aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah favorit itu lumpuh total.
Hal tersebut dituturkan salah seorang siswa. Saat PBM berlangsung dimata pelajaran keempat sebelum jam istirahat, tiba - tiba salah seorang siswi berteriak histeris dengan menunjuk - nunjuk salah satu pohon di sekolah itu yang ditebang beberapa hari lalu.
"Sebelum hari ini, kesurupan juga sudah terjadi sehari sebelumnya. Kami juga dipulangkan. Hari ini juga kami dipulangkan semua," terang salah seorang siswa.
Wakil kesiswaan SMPN 3 Mandau, Firdaus saat ditemui, Rabu (25/10/17) tampak sibuk larut dalam prosesi penyembuhan kesurupan dengan dibantu sejumlah paranormal mengatakan jika PBM memang diliburkan karena kekhawatiran akan menular ke siswi lain dan para guru.
Saat ditanya perihal pohon yang diduga menjadi penyebab kesurupan itu, Firdaus mengatakan jika hal tersebut gawe Kepala sekolah untuk menjawabnya."Setau saya, pohon ini ditebang dikarenakan pohon sudah terlalu rindang hingga mengkhawatirkan akan menimbulkan hal - hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
Dari pantauan dilapangan, sejumlah siswa kesurupan itu terus mengatakan jika rumahnya pohon tersebut telah dirusak dan terus meminta diperbaiki. Hingga kini, proses penormalan belasan siswa masih berlangsung dan PBM terpaksa dihentikan.(nol)
Hal tersebut dituturkan salah seorang siswa. Saat PBM berlangsung dimata pelajaran keempat sebelum jam istirahat, tiba - tiba salah seorang siswi berteriak histeris dengan menunjuk - nunjuk salah satu pohon di sekolah itu yang ditebang beberapa hari lalu.
"Sebelum hari ini, kesurupan juga sudah terjadi sehari sebelumnya. Kami juga dipulangkan. Hari ini juga kami dipulangkan semua," terang salah seorang siswa.
Wakil kesiswaan SMPN 3 Mandau, Firdaus saat ditemui, Rabu (25/10/17) tampak sibuk larut dalam prosesi penyembuhan kesurupan dengan dibantu sejumlah paranormal mengatakan jika PBM memang diliburkan karena kekhawatiran akan menular ke siswi lain dan para guru.
Saat ditanya perihal pohon yang diduga menjadi penyebab kesurupan itu, Firdaus mengatakan jika hal tersebut gawe Kepala sekolah untuk menjawabnya."Setau saya, pohon ini ditebang dikarenakan pohon sudah terlalu rindang hingga mengkhawatirkan akan menimbulkan hal - hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
Dari pantauan dilapangan, sejumlah siswa kesurupan itu terus mengatakan jika rumahnya pohon tersebut telah dirusak dan terus meminta diperbaiki. Hingga kini, proses penormalan belasan siswa masih berlangsung dan PBM terpaksa dihentikan.(nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V