• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Keberlanjutan Bumi, Terapkan Nilai Go Green pada Generasi Alpha

Redaksi

Ahad, 22 Desember 2024 23:52:12 WIB
Cetak

Anak-anak sebagai Generasi Alpha. (F: Internet)

DUNIA saat ini semakin hari semakin kritis, seolah-olah tidak ada tanda manusia berhenti mengeksploitasi alam. Eksploitasi alam yang terus-menerus tanpa pengendalian akan menyebabkan berbagai spesies flora dan fauna punah, serta habitatnya terancam. Konsep Go Green merujuk pada gaya hidup dan praktik kita yang menekankan pentingnya menjaga serta melestarikan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak negatif manusia terhadap ekosistem dengan mendorong penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, mengurangi polusi, dan meminimalkan pemborosan. Dalam dunia yang semakin terancam oleh perubahan iklim, deforestasi, polusi plastik, dan peningkatan suhu global, Go Green menjadi pendekatan penting untuk menjamin keberlanjutan bumi bagi generasi saat ini dan mendatang.  

Istilah Generasi Alpha diperkenalkan oleh Mark McCrindle, seorang peneliti demografi asal Australia, pada tahun 2009. Ia memilih huruf pertama alfabet Yunani untuk menandai awal baru dalam penamaan generasi yang menggambarkan generasi pertama yang sepenuhnya lahir pada abad ke-21. Penerapan nilai Go Green dalam kehidupan mereka sangat penting untuk memastikan kelestarian alam bagi generasi mendatang. Nilai Go Green mencakup sikap dan praktik yang berorientasi pada pelestarian dan perlindungan lingkungan, seperti mengurangi polusi, menggunakan sumber daya secara bijak, dan mempromosikan keberlanjutan ekosistem. Dalam dunia yang menghadapi isu-isu besar seperti perubahan iklim, deforestasi, dan pencemaran, generasi ini perlu dididik dengan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.  

Mengapa Nilai Go Green Penting?  

Pendidikan dan pemahaman mengenai nilai Go Green harus dimulai dari rumah, di mana orang tua berperan sebagai teladan bagi anak-anak mereka. Sebagai contoh, orang tua dapat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang limbah, dan menanam tumbuhan di sekitar rumah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan tetapi juga memperkenalkan anak-anak pada pentingnya menjaga bumi agar tetap terjaga. Selain itu, orang tua dapat melibatkan anak-anak dalam kegiatan ramah lingkungan seperti membersihkan lingkungan sekitar, ikut serta dalam program penanaman pohon, atau membuat kompos dari sisa dapur. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman langsung tetapi juga mempelajari hal-hal baru, sekaligus membentuk rasa cinta terhadap alam sejak dini.  

Selain peran keluarga, institusi pendidikan juga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai Go Green kepada Generasi Alpha. Kurikulum sekolah dapat diintegrasikan dengan elemen pendidikan lingkungan yang komprehensif. Misalnya, guru dapat menyelenggarakan proyek terkait keberlanjutan lingkungan seperti membuat produk daur ulang, melakukan kunjungan ke tempat pengolahan sampah, atau mengadakan kampanye kesadaran lingkungan di sekolah. Aktivitas ini membantu siswa memahami dampak tindakan mereka terhadap lingkungan serta memberi mereka peluang untuk mencari solusi kreatif terhadap masalah lingkungan. Pendidikan semacam ini dapat melahirkan individu yang lebih peduli dan peka terhadap tanggung jawab sebagai penjaga bumi.  

Selain pendidikan formal, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendidik Generasi Alpha tentang nilai Go Green. Generasi ini sangat akrab dengan perangkat elektronik seperti tablet dan ponsel pintar, yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan ramah lingkungan. Aplikasi pendidikan, permainan interaktif, dan video animasi yang bertema keberlanjutan lingkungan dapat menarik minat mereka untuk belajar dan mempraktikkan nilai Go Green. Sebagai contoh, permainan yang mengajarkan konsep daur ulang atau video yang menunjukkan dampak plastik terhadap laut dapat memberikan kesadaran yang mendalam dengan cara yang menyenangkan.  

Namun, untuk memastikan keberhasilan upaya ini, semua pihak termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), dan sektor swasta perlu bekerja sama dalam membudayakan gaya hidup Go Green di masyarakat. Pemerintah dapat memperkenalkan kebijakan ramah lingkungan yang memfasilitasi praktik hijau, seperti menyediakan lebih banyak pusat daur ulang, mempromosikan penggunaan energi terbarukan, dan mendorong pembangunan kota hijau sesuai dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2015. Sejalan dengan tujuan tersebut, berbagai pihak termasuk NGO telah banyak menjalankan kampanye kesadaran dan program pendidikan yang berfokus pada generasi muda, sementara sektor swasta dapat berkontribusi dengan menciptakan produk dan layanan ramah lingkungan. Upaya kolektif ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup Go Green, sehingga lebih mudah diterima oleh Generasi Alpha.  

Selanjutnya, Generasi Alpha juga perlu dibimbing untuk memahami hubungan antara tindakan manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan pemahaman ini, mereka akan lebih bertanggung jawab dalam membuat pilihan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik, memilih transportasi umum, dan meminimalkan pemborosan makanan. Kesadaran ini juga penting untuk membentuk generasi yang bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ketika nilai Go Green sepenuhnya dihayati, mereka tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia.  

Penerapan nilai Go Green kepada Generasi Alpha bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan mendesak untuk memastikan bumi tetap sehat dan mampu menopang kehidupan manusia di masa depan. Dengan dukungan semua pihak, generasi ini dapat menjadi penyelamat lingkungan yang lebih baik, menjamin keberlanjutan bumi untuk generasi berikutnya. Oleh karena itu, mari kita semua berperan aktif dalam mendidik, membimbing, memotivasi, dan menginspirasi Generasi Alpha untuk mencintai lingkungan, karena masa depan bumi ada di tangan mereka.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" (QS Al-Qashash: 77).  

Apa pun bentuk kerusakan di bumi termasuk dalam hal yang dilarang oleh Allah SWT dan dibenci-Nya. Ini juga selaras dengan fitrah manusia yang menyukai keindahan dan kecantikan. Barang siapa merusak bumi, sebenarnya ia sedang merusak dirinya sendiri (fitrah dirinya yang menyukai keindahan). Terlebih lagi, seluruh makhluk di bumi adalah milik Allah SWT, sehingga manusia tidak sepantasnya merusaknya.***  

Penulis:
Prof Madya Ts Dr Muhamad Saufi Che Rusuli 
Dosen Fakultas Keusahawanan dan Perniagaan   
Universiti Malaysia Kelantan  


 Editor : Putra


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved