PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Kordias: Ayo Mahasiswa, Kita Turun Mengavokasi Kaum Lemah
PEKANBARU, Riauin.com - Peran mahasiswa sebagai kaum muda yang enerjik dan menuju proses pematangan diri sangat dibutuhkan saat ini. Waktu luang semasa penempaan diri ini, hendaknya harus dimaksimalkan dengan lebih banyak belajar pada kenyataan sosial yang ada.
Dimana masyarakat-masyarakat kalangan bawah yang selalu rentan terhadap ketidakadilan dan ketidakberuntungan membutuhkan peran mahasiswa sebagai intelektual muda. Sebagaimana salah satu butir bunyi dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa merupakan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap rakyat, dan membela kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi moral, etika, dan nilai-nilai luhur pendidikan.
Selain itu, pengabdian masyarakat juga dapat berupa sosialisasi, bakti sosial, mengajar di sekolah-sekolah pedalaman, dan penyelenggaraan acara-acara lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pola pikir yang kritis diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Demikian hal ini disampaikan Kordias Pasaribu SH MSi, selaku Wakil Ketua DPRD Riau dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan saat menyampaikan arahan kepada kader-kader muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) beberapa waktu lalu.
"Zaman sudah berubah, jika kita tidak mengubah pola pikir dan meningkatkan kemampuan kita akan tertinggal jauh, aksi-aksi anarkis dan buta kajian ilmiah disertai dengan tindakan radikal dan reaksioner justru akan merugikan kalangan mahasiswa itu sendiri" tegas Kordias yang akrab disapa Dias ini.
Diterangkan Dias, dirinya selaku wakil rakyat dan juga pimpinan di PDI Perjuangan, dimana partai besutan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri identik sebagai partai penguasa. Dirinya mengaku tidak anti kritik, bahkan ia menegaskan bahwa kritik itu penting untuk terus memperbaiki bangsa dan mensejahterakan rakyat lebih baik.
"Namun ya tidak sekonyong-konyong dan tidak berbasis analisis serta kenyataannya yang ada. Biar tidak mudah dikomporin dan dihasut pihak berkepentingan. Harus ada data serta argumentasi kuat kita ingin menyampaikan pendapat" terangnya.
"Makanya saya mengajak adik-adik mahaasiswa dan kalangan kaum muda agar terus mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi Negeri itu, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat" tegasnya.
Dirinya mengaku siap menjadi corong bagi rakyat apalagi disalurkan dengan cara yang tepat. "Kita akan mengakomodir karena selaku tugas kami di legislatif adalah memperjuangkan hak-hak rakyat" tukas Dias. (nol)
Dimana masyarakat-masyarakat kalangan bawah yang selalu rentan terhadap ketidakadilan dan ketidakberuntungan membutuhkan peran mahasiswa sebagai intelektual muda. Sebagaimana salah satu butir bunyi dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa merupakan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap rakyat, dan membela kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi moral, etika, dan nilai-nilai luhur pendidikan.
Selain itu, pengabdian masyarakat juga dapat berupa sosialisasi, bakti sosial, mengajar di sekolah-sekolah pedalaman, dan penyelenggaraan acara-acara lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pola pikir yang kritis diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Demikian hal ini disampaikan Kordias Pasaribu SH MSi, selaku Wakil Ketua DPRD Riau dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan saat menyampaikan arahan kepada kader-kader muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) beberapa waktu lalu.
"Zaman sudah berubah, jika kita tidak mengubah pola pikir dan meningkatkan kemampuan kita akan tertinggal jauh, aksi-aksi anarkis dan buta kajian ilmiah disertai dengan tindakan radikal dan reaksioner justru akan merugikan kalangan mahasiswa itu sendiri" tegas Kordias yang akrab disapa Dias ini.
Diterangkan Dias, dirinya selaku wakil rakyat dan juga pimpinan di PDI Perjuangan, dimana partai besutan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri identik sebagai partai penguasa. Dirinya mengaku tidak anti kritik, bahkan ia menegaskan bahwa kritik itu penting untuk terus memperbaiki bangsa dan mensejahterakan rakyat lebih baik.
"Namun ya tidak sekonyong-konyong dan tidak berbasis analisis serta kenyataannya yang ada. Biar tidak mudah dikomporin dan dihasut pihak berkepentingan. Harus ada data serta argumentasi kuat kita ingin menyampaikan pendapat" terangnya.
"Makanya saya mengajak adik-adik mahaasiswa dan kalangan kaum muda agar terus mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi Negeri itu, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat" tegasnya.
Dirinya mengaku siap menjadi corong bagi rakyat apalagi disalurkan dengan cara yang tepat. "Kita akan mengakomodir karena selaku tugas kami di legislatif adalah memperjuangkan hak-hak rakyat" tukas Dias. (nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK