PILIHAN
Kordias: Ayo Mahasiswa, Kita Turun Mengavokasi Kaum Lemah
PEKANBARU, Riauin.com - Peran mahasiswa sebagai kaum muda yang enerjik dan menuju proses pematangan diri sangat dibutuhkan saat ini. Waktu luang semasa penempaan diri ini, hendaknya harus dimaksimalkan dengan lebih banyak belajar pada kenyataan sosial yang ada.
Dimana masyarakat-masyarakat kalangan bawah yang selalu rentan terhadap ketidakadilan dan ketidakberuntungan membutuhkan peran mahasiswa sebagai intelektual muda. Sebagaimana salah satu butir bunyi dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa merupakan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap rakyat, dan membela kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi moral, etika, dan nilai-nilai luhur pendidikan.
Selain itu, pengabdian masyarakat juga dapat berupa sosialisasi, bakti sosial, mengajar di sekolah-sekolah pedalaman, dan penyelenggaraan acara-acara lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pola pikir yang kritis diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Demikian hal ini disampaikan Kordias Pasaribu SH MSi, selaku Wakil Ketua DPRD Riau dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan saat menyampaikan arahan kepada kader-kader muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) beberapa waktu lalu.
"Zaman sudah berubah, jika kita tidak mengubah pola pikir dan meningkatkan kemampuan kita akan tertinggal jauh, aksi-aksi anarkis dan buta kajian ilmiah disertai dengan tindakan radikal dan reaksioner justru akan merugikan kalangan mahasiswa itu sendiri" tegas Kordias yang akrab disapa Dias ini.
Diterangkan Dias, dirinya selaku wakil rakyat dan juga pimpinan di PDI Perjuangan, dimana partai besutan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri identik sebagai partai penguasa. Dirinya mengaku tidak anti kritik, bahkan ia menegaskan bahwa kritik itu penting untuk terus memperbaiki bangsa dan mensejahterakan rakyat lebih baik.
"Namun ya tidak sekonyong-konyong dan tidak berbasis analisis serta kenyataannya yang ada. Biar tidak mudah dikomporin dan dihasut pihak berkepentingan. Harus ada data serta argumentasi kuat kita ingin menyampaikan pendapat" terangnya.
"Makanya saya mengajak adik-adik mahaasiswa dan kalangan kaum muda agar terus mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi Negeri itu, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat" tegasnya.
Dirinya mengaku siap menjadi corong bagi rakyat apalagi disalurkan dengan cara yang tepat. "Kita akan mengakomodir karena selaku tugas kami di legislatif adalah memperjuangkan hak-hak rakyat" tukas Dias. (nol)
Dimana masyarakat-masyarakat kalangan bawah yang selalu rentan terhadap ketidakadilan dan ketidakberuntungan membutuhkan peran mahasiswa sebagai intelektual muda. Sebagaimana salah satu butir bunyi dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa merupakan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap rakyat, dan membela kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi moral, etika, dan nilai-nilai luhur pendidikan.
Selain itu, pengabdian masyarakat juga dapat berupa sosialisasi, bakti sosial, mengajar di sekolah-sekolah pedalaman, dan penyelenggaraan acara-acara lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pola pikir yang kritis diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Demikian hal ini disampaikan Kordias Pasaribu SH MSi, selaku Wakil Ketua DPRD Riau dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan saat menyampaikan arahan kepada kader-kader muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) beberapa waktu lalu.
"Zaman sudah berubah, jika kita tidak mengubah pola pikir dan meningkatkan kemampuan kita akan tertinggal jauh, aksi-aksi anarkis dan buta kajian ilmiah disertai dengan tindakan radikal dan reaksioner justru akan merugikan kalangan mahasiswa itu sendiri" tegas Kordias yang akrab disapa Dias ini.
Diterangkan Dias, dirinya selaku wakil rakyat dan juga pimpinan di PDI Perjuangan, dimana partai besutan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri identik sebagai partai penguasa. Dirinya mengaku tidak anti kritik, bahkan ia menegaskan bahwa kritik itu penting untuk terus memperbaiki bangsa dan mensejahterakan rakyat lebih baik.
"Namun ya tidak sekonyong-konyong dan tidak berbasis analisis serta kenyataannya yang ada. Biar tidak mudah dikomporin dan dihasut pihak berkepentingan. Harus ada data serta argumentasi kuat kita ingin menyampaikan pendapat" terangnya.
"Makanya saya mengajak adik-adik mahaasiswa dan kalangan kaum muda agar terus mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi Negeri itu, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat" tegasnya.
Dirinya mengaku siap menjadi corong bagi rakyat apalagi disalurkan dengan cara yang tepat. "Kita akan mengakomodir karena selaku tugas kami di legislatif adalah memperjuangkan hak-hak rakyat" tukas Dias. (nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V