• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Oleh: Dr Wan Mohd Nazdrol bin Wan Mohd Nasir

Menjelang 2025, Bagaimana Keberlanjutan Industri Kerajinan Kecil di Malaysia?

Redaksi

Senin, 07 Oktober 2024 13:31:01 WIB
Cetak

SADAR atau tidak, waktu berlalu dengan cepat. Dalam kurang dari tiga bulan, kita akan memasuki tahun 2025. Artinya, kita sudah berada dalam milenium baru selama 25 tahun. Dalam era milenium ini, perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi membawa tantangan sekaligus peluang bagi industri ini.

Industri kerajinan kecil telah menjadi bagian penting dari perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia. Kerajinan kecil merujuk pada produk yang dibuat secara manual dengan menggunakan teknik tradisional. Produk-produk ini mencakup barang-barang seperti keramik, tenun, anyaman, dan perhiasan.

Keberadaan industri ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya lokal serta memberikan identitas bagi suatu komunitas. Keberlanjutan industri kerajinan kecil sangat penting untuk mempertahankan warisan budaya, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, keberlanjutan industri ini juga penting untuk memastikan kelangsungan hidup para pengrajin.

Namun, ada beberapa industri yang jumlah pengrajinnya semakin berkurang. Misalnya, industri ukiran kayu di Jepara dan Bali. Bayangkan jika suatu saat nanti, industri ini akan hilang karena tidak ada lagi pengrajinnya. Hal yang sama juga terjadi di Malaysia.

Di Tumpat, Kelantan, misalnya, seni pertunjukan rebana kercing mulai punah, kini hanya tersisa kurang dari 50 artis. Kerajinan tanah liat (tembikar mambong) di Kuala Krai, Kelantan, juga semakin dilupakan, dan tentu saja jumlah pengrajinnya sangat sedikit.

Berbeda dengan kerajinan tanah liat di Bantul, Yogyakarta, yang justru semakin berkembang, meskipun dihadapkan dengan persaingan global. Dengan kata lain, di era milenium ini, industri kerajinan kecil menghadapi banyak tantangan.

Mengenai persaingan global, produk massal dari negara lain sering kali lebih murah dan lebih mudah diakses. Hal ini menjadi tantangan bagi produk kerajinan lokal dalam bersaing dari segi harga dan kualitas. Selain itu, terjadi perubahan preferensi konsumen.

Saat ini, konsumen lebih tertarik pada produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, industri kerajinan kecil perlu beradaptasi dengan preferensi ini agar tetap relevan. Teknologi dan inovasi juga memberikan dampak pada industri kerajinan kecil. Meskipun teknologi membawa peluang baru, tidak semua pengrajin memiliki akses atau kemampuan untuk memanfaatkan teknologi modern dalam proses produksi dan pemasaran.

Meskipun banyak tantangan, masih ada beberapa peluang untuk meningkatkan keberlanjutan industri kerajinan kecil:
Pertama, E-commerce dan pemasaran digital.Platform online memungkinkan pengrajin menjangkau pasar yang lebih luas. Penggunaan media sosial dan marketplace dapat membantu meningkatkan penjualan dan kesadaran merek.

Kedua, kesadaran akan produk lokal. Masyarakat semakin menghargai produk lokal dan kerajinan tangan. Ini menciptakan peluang bagi pengrajin untuk menawarkan produk yang unik dan berkualitas. Kesadaran konsumen terhadap pentingnya membeli produk lokal juga berkontribusi pada keberlanjutan industri kerajinan kecil. Hal ini mendorong masyarakat untuk memilih produk kerajinan tangan, tidak hanya untuk mendukung pengrajin lokal, tetapi juga membantu pelestarian budaya dan lingkungan.

Ketiga, kolaborasi dan jaringan. Para pengrajin dapat membentuk komunitas atau asosiasi untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan akses ke pasar. Kolaborasi ini dapat meningkatkan daya saing mereka.

Keberlanjutan industri kerajinan kecil tidak hanya menguntungkan para pengrajin, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, industri ini dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi, kita dapat memastikan bahwa industri kerajinan kecil tetap relevan dan mampu bersaing di masa depan.

Pemerintah dan lembaga terkait juga memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan industri kerajinan kecil, seperti menyediakan program pelatihan untuk pengrajin dalam bidang teknologi, pemasaran, dan manajemen bisnis. Selain itu, pemerintah dan lembaga terkait juga dapat membantu pengrajin dengan akses ke modal dan bantuan keuangan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan industri kerajinan kecil di era milenium sangat mungkin dicapai dengan mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, industri ini dapat terus berkembang, melestarikan warisan budaya, dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk lokal dan praktik berkelanjutan akan menjadi kunci untuk masa depan yang lebih cerah bagi industri kerajinan kecil di tahun 2025 dan seterusnya. **

Dr Wan Mohd Nazdrol bin Wan Mohd Nasir. Penulis adalah dosen senior Fakultas Keusahawanan dan Perniagaan,  Universiti Malaysia Kelantan, dan berdomisili di Kelantan, Malaysia.


 Editor : Putra


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved