PILIHAN
Wakapolda Akui Massa Aksi 299 tak Kalah Banyak dari Aksi 212
JAKARTA, Riauin.com -- Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi mengakui, jumlah peserta aksi 299 tidak kalah banyak dengan aksi-aksi sebelumnya. Meski demikian situasi Jakarta dan sekitarnya aman tanpa ada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Sebenarnya tidak genting, tidak terlalu genting, biasa-biasa saja. Situasi seperti ini memang eskalasi agak meningkat," katanya saat melakukan peninjauan persiapan personel di pintu utama gedung DPR dan MPR, Jumat (29/9).
Purwadi mengatakan, jumlah peserta aksi tidak kalah banyak dari aksi-aksi sebelumnya yakni saat aksi demo tersangka penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama. Untuk itu, Polda Metro Jaya menerjunkan anggota Brimob. "Kita tidak mau underestimate kita siapkan ini bukan berarti ada sesuatu yang ini tidak ada," katanya.
Purwadi menegaskan, situasi di Jakarta dipastikan aman. Ketika petugas menghadapi para aksi dengan cara-cara yang lebih humanis dengan jumlah anggota yang proporsional. "Kita sudah terbiasa hadapi seperti ini," katanya.
Untuk itu, tahapan-tahapan dan tindakan sudah disiapkan ketika sentimen peserta aksi meningkat. Misalnya aksi sampai merusak fasilitas umum dan sosial sekitar gedung DPR-DPR. "Saya pikir, massa hari ini tidak seperti yang kita pikirkan semoga apa yang mereka ingin sampaikan bisa kita akomodir untuk bertemu dengan pimpinan," katanya.
Purwadi mengatakan, dia sudah memfasilitasi peserta aksi untuk bertemu pimpinan DPR dan menyampaikan tuntutannya. Waktu pertemuan sudah dijadwalkan sekitar Pukul 14.00 atau 15.00 WIB. "Sudah kita jadwalkan akan ada pertemuan. Harapannya akan kita tengahi dan akan kita siapkan di dalam oleh pihak yang minta menerima," katanya.(rol)
"Sebenarnya tidak genting, tidak terlalu genting, biasa-biasa saja. Situasi seperti ini memang eskalasi agak meningkat," katanya saat melakukan peninjauan persiapan personel di pintu utama gedung DPR dan MPR, Jumat (29/9).
Purwadi mengatakan, jumlah peserta aksi tidak kalah banyak dari aksi-aksi sebelumnya yakni saat aksi demo tersangka penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama. Untuk itu, Polda Metro Jaya menerjunkan anggota Brimob. "Kita tidak mau underestimate kita siapkan ini bukan berarti ada sesuatu yang ini tidak ada," katanya.
Purwadi menegaskan, situasi di Jakarta dipastikan aman. Ketika petugas menghadapi para aksi dengan cara-cara yang lebih humanis dengan jumlah anggota yang proporsional. "Kita sudah terbiasa hadapi seperti ini," katanya.
Untuk itu, tahapan-tahapan dan tindakan sudah disiapkan ketika sentimen peserta aksi meningkat. Misalnya aksi sampai merusak fasilitas umum dan sosial sekitar gedung DPR-DPR. "Saya pikir, massa hari ini tidak seperti yang kita pikirkan semoga apa yang mereka ingin sampaikan bisa kita akomodir untuk bertemu dengan pimpinan," katanya.
Purwadi mengatakan, dia sudah memfasilitasi peserta aksi untuk bertemu pimpinan DPR dan menyampaikan tuntutannya. Waktu pertemuan sudah dijadwalkan sekitar Pukul 14.00 atau 15.00 WIB. "Sudah kita jadwalkan akan ada pertemuan. Harapannya akan kita tengahi dan akan kita siapkan di dalam oleh pihak yang minta menerima," katanya.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing