Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Penyelidikan Proyek Payung Elektrik Mesjid An-Nur, Kejati Riau Minta Bantuan Ahli
RIAUIN.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait proyek payung elektrik di Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Imran Yusuf menjelaskan, saat ini pihaknya sedang akan mendatangkan tim tenaga ahli untuk meneliti proyek senilai Rp 42 miliar lebih itu.
"Kita lagi minta ahli dulu biar datanya semua valid. Semua tau pengerjaannya sudah selesai, dan dibayarkan itu cuma 80 persen," ujar Imron melalui sambungan telepon, Senin (27/11/2023).
Dijelaskan Imron, ahli yang akan didatangkan itu berasal dari Universitas Riau (Unri). "Kita minta dari Unri ada ndak ahlinya, tidak ada persoalan yang penting siapa punya keahlian," tuturnya.
Selain mendatangkan ahli, sebelumnya Tim Pidsus Kejati Riau telah memeriksa sejumlah pihak terkait proyek pembangunan Mesjid An-Nur. "Pokoknya pihak-pihak yang berkaitan kita maksimalkan untuk dimintai keterangan," jelas Imron.
Diketahui, proyek payung elektrik ini berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau dengan pagu anggaran sebesar Rp 42,93 miliar atau tepatnya Rp 42.935.660.870 dan HPS dengan nilai yang sama. Adapun sumber dana berasal dari APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2022.
Tender proyek dimenangkan oleh PT Bersinar Jesstive Mandiri. Namun, dalam pengerjaannya, proyek enam payung elektrik ini molor dari kontrak awal yang harusnya selesai di akhir Desember 2022 lalu.
Karena tak tuntas, kontraktor diberi waktu 50 hari untuk menyelesaikan hingga 16 Februari lalu. Setelah diberi perpanjangan waktu, PT Bersinar Jesstive Mandiri juga tak sanggup untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dinas PUPR Riau melalui Bidang Cipta Karya kembali memberi kesempatan kedua hingga 28 Maret 2023. Namun, lagi-lagi perusahaan ini gagal melaksanakan pengerjaan proyek tersebut hingga akhirnya di-blacklist.-dnr
Berita Lainnya
Riau Terapkan Manajemen Talenta ASN dan Sistem Biometrik Pembayaran TPP
Ratusan Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran 2027 Prioritaskan Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
BPBD Riau Duga Kabut Asap di Pekanbaru Kiriman Sumsel
Riau Terapkan Manajemen Talenta ASN dan Sistem Biometrik Pembayaran TPP
Ratusan Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran 2027 Prioritaskan Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
BPBD Riau Duga Kabut Asap di Pekanbaru Kiriman Sumsel