Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
Jabatan Tak Boleh Berkurban
Masih Diangsur, Pemko Pekanbaru Targetkan Tunda Bayar Tersisa Rp36 Miliar
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah berupaya keras melunasi utang kepada pihak ketiga (tunda bayar) pada tahun ini. Karena, tunda bayar mencapai Rp176 miliar pada 2022 lalu.
"Saat saya menjabat pada 2022, tunda bayar mencapai Rp176 miliar. Tahun ini, tunda bayar itu kami angsur," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun, Rabu (11/10).
Mudah-mudahan, tunda bayar tersisa Rp36 miliar pada tahun depan. Sehingga, tunda bayar tidak ada lagi di APBD 2025.
"Kalau APBD sehat, pemko bisa kembali membangun Pekanbaru," ucap Muflihun.
Sebelumnya, Muflihun menjelaskan terkait kegiatan tunda bayar yang harus dilunasi sebesar Rp176 miliar saat pertama kali menjabat pada 22 Mei 2022. Kini, utang kepada pihak ketiga itu sudah dibayar Rp100 miliar. Salah satu bentuk utang itu adalah honor ketua RT dan RW serta insentif kader posyandu.
"Pada 2022, kami bayarkan honor Ketua RT dan RW serta kader posyandu. Tahun ini, honor Ketua RT dan RW juga ditambah Rp100.000," ujarnya. (*)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk