Terus Dipantau Pusat, Sekdako Sebut Stunting Jadi Ukuran Kesejahteraan Masyarakat
RIAUIN.COM - Angka stunting terus dipantau pemerintah pusat di daerah-daerah. Karena, stunting merupakan ukuran kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Senin (25/09) mengatakan, stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan. Faktor lingkungan itu seperti sanitasi, akses terhadap pelayanan kesehatan, dan lain-lain.
Dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, persentase prevalensi stunting 12,4 persen di Pekanbaru. Pada 2022, prevalensi stunting meningkat menjadi 16,8 persen.
Angka prevalensi stunting ini menjadi indikator nasional. Sehingga, stunting ini tetap menjadi catatan bagi para pemimpin di pusat.
"Karena, stunting merupakan ukuran kesejahteraan masyarakat," jelas Indra Pomi. (*)
Berita Lainnya
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari
Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari
Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat