PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Asisten II Setda Inhil Buka PKM Studi Rencana Pengelolaan WS Reteh
TEMBILAHAN, Riauin.com - Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Afrizal membuka secara resmi Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Studi penyusunan rancangan pengelolaan Wilayah Sungai (WS) Reteh, Selasa (15/8/2017).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Inhil Jalan Akasia Tembilahan. Saat itu, tampak juga dihadiri Perwakilan Kementrian PUPR RI, Dinas PUPR Riau, Kepala Balai Wilayah Sumatra III, Camat dan tokoh masyarakat Kecamatan Reteh.
Asisten mengatakan, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan sosial ekonomi masyarakat maka tingkat kebutuhan akan air berkembang dengan cepat.
Dilain pihak, volume air dibumi ini makin berkurang, maka nilai ekonomi air semakin lama semakin meningkat, sehingga perhatian khusus harus diprioritaskan dalam pemanfaatan air dari sumber alam ini.
"Sumber air di darat paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Air yang mengalir di permukaan ini yang berupa sungai, danau, irigasi dan rawa adalah sumber air yang perlu dikelola dengan baik, pengelolaannya harus memakai suatu teknologi yang memadai sehingga pendayagunaannya tidak merusak lingkungan hidup," kata Afrizal.
Menurutnya, wilayah sungai Reteh telah ditetapkan dalam peraturan menteri pekerjaan umum nomor 4/prt/m/2015 tentang kriteria dan penetapan wilayah sungai Reteh sebagai wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang merupakan kewenangan provinsi yang sampai saat ini belum dilakukan study penyusunan rancangan pola pengelolaan wilayah sungai.
Untuk itu, pada tahun 2017 ini dilaksanakan study rancangan pola ws tersebut pada bidang sumber daya air yang bertujuan agar tersusunnya rancangan pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai Reteh yang sesuai dengan ketentuan penyusunan pola pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam peraturan pemerintah nomor 121 tahun 2015.
"Diharapkan dengan adanya pertemuan konsultasi masyarakat ini banyak masukan dan saran yang bermanfaat untuk kesempurnaan," tutupnya.(MCR)
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Inhil Jalan Akasia Tembilahan. Saat itu, tampak juga dihadiri Perwakilan Kementrian PUPR RI, Dinas PUPR Riau, Kepala Balai Wilayah Sumatra III, Camat dan tokoh masyarakat Kecamatan Reteh.
Asisten mengatakan, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan sosial ekonomi masyarakat maka tingkat kebutuhan akan air berkembang dengan cepat.
Dilain pihak, volume air dibumi ini makin berkurang, maka nilai ekonomi air semakin lama semakin meningkat, sehingga perhatian khusus harus diprioritaskan dalam pemanfaatan air dari sumber alam ini.
"Sumber air di darat paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Air yang mengalir di permukaan ini yang berupa sungai, danau, irigasi dan rawa adalah sumber air yang perlu dikelola dengan baik, pengelolaannya harus memakai suatu teknologi yang memadai sehingga pendayagunaannya tidak merusak lingkungan hidup," kata Afrizal.
Menurutnya, wilayah sungai Reteh telah ditetapkan dalam peraturan menteri pekerjaan umum nomor 4/prt/m/2015 tentang kriteria dan penetapan wilayah sungai Reteh sebagai wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang merupakan kewenangan provinsi yang sampai saat ini belum dilakukan study penyusunan rancangan pola pengelolaan wilayah sungai.
Untuk itu, pada tahun 2017 ini dilaksanakan study rancangan pola ws tersebut pada bidang sumber daya air yang bertujuan agar tersusunnya rancangan pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai Reteh yang sesuai dengan ketentuan penyusunan pola pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam peraturan pemerintah nomor 121 tahun 2015.
"Diharapkan dengan adanya pertemuan konsultasi masyarakat ini banyak masukan dan saran yang bermanfaat untuk kesempurnaan," tutupnya.(MCR)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan