Perempuan TOP Viralkan Perdamaian, Paham Radikalisme Jiwai Aksi Terorisme
RIAUIN.COM- Virus ideologi radikalisme tidak mengenal suku, agama bahkan tak mengenal intelektualisme seseorang. Virus ini bisa menjangkiti siapapun di seluruh dunia.
Demikian disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen R Ahmad Nurwakhid dalam kegiatan bertajuk 'Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme' di Gedung Prof Soenarjo/Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (28/5/2022).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan program kerja Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Direktorat Pencegahan BNPT melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat Bidang Perempuan dan Anak bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY.
Menurut Ahmad Nurwakhid, paham radikalisme adalah fase menuju teroris atau bisa dikatakan paham radikalisme menjiwai setiap aksi-aksi terorisme. Dengan demikian, setiap teroris adalah berpaham radikal atau ekstrim.
"Orang yang berpikir radikal sebenarnya bagus karena ia berpikir secara mengakar, tapi kalau sudah menjadi isme (radikalisme), ekstrimisme atau fundalisme maka ia berubah menjadi buruk atau negatif. Orang dengan paham radikalisme pasti mereka bersikap intoleran dan berifat eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan," katanya.
Indonesia dengan berbagai suku dan agama bisa tetap bersatu, menurut Nurwakhid, karena memiliki ideologi Pancasila yang terbukti mampu mempersatukan keragaman yang ada. Selain itu, masyarakat Indonesia mempunyai kearifan lokal berupa silaturahmi dan gotong royong yang melahirkan <I>civil society<P> moderat, ditunjukkan dengan adanya ormas-ormas keagamaan moderat yang siap berjibaku membela NKRI.
"Oleh karena itu, menjadi tugas kita semua termasuk perempuan (ibu-ibu) untuk ikut menjaga keluarga, lingkungan dan masyarakat membentengi dari paham-paham asing yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Disamping itu memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air dan ideologi bangsa yaitu Pancasila," kata alumnus SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini.
Ketua FKPT DIY, Drs Bambang Wisnu Handoyo tidak meragukan lagi perempuan Indonesia adalahberdaya luar biasa. Namun demikian, berdaya yang dimaksud bukan hanya ikut membantu perekonomian keluarga tapi dengan kesadarannya mampu memutuskan sesuatu.
"Dikaitkan dengan kondisi bangsa Indonesia yang saat ini banyak sekali terjadi pertentangan, pertengkaran terutama di medsos, perempuan didorong untuk tampil sebagai pendamainya," katanya. -rls
Berita Lainnya
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur