PILIHAN
Politikus Muda Golkar: Pansus Angket KPK Rusak Citra Partai
JAKARTA, Riauin.com -- Politikus Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengakui, manuver Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi di DPR, bisa merusak citra dan elektabilitas partainya. Sebab, pansus angket yang dipimpin fraksi Partai Golkar di DPR itu semakin mendapatkan penolakan yang luas dari publik.
"Makin lama kasus KTP-el ini didiamkan begitu saja, ini akan semakin merugikan partai Golkar," kata Doli dalam pesan singkatnya, di Jakarta, Senin (17/7).
Doli mengatakan, terbentuknya Pansus Angket KPK harus diakui, tidak terlepas dari pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek KTP-el. Di mana dalam perjalanan kasus ini turut menyeret nama sejumlah politisi senior Partai Golkar termasuk ketua umum, Setya Novanto. Pansus juga dipimpin oleh politisi Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, yang juga namanya ikut disebut dalam dakwaan terdakwa kasus KTP-el.
"Komentar yang ditampilkan lewat Pansus Angket juga kan banyak dari Golkar, khususnya yang miring-miring. Misalnya, ide tentang pembekuan anggaran KPK munculnya dari Misbakhun. Orang tau itu kader Partai Golkar," ucapnya.
Menurut Doli, survei internal yang dilakukan menunjukkan suara Golkar merosot ke angka 11 persen. Padahal, pada pemilu 2014 lalu, Golkar meraih 14,75 persen suara. "Dan 67 persen penyebab turunnya suara itu disebabkan kasus KTP-el," kata Doli menambahkan.(rol)
"Makin lama kasus KTP-el ini didiamkan begitu saja, ini akan semakin merugikan partai Golkar," kata Doli dalam pesan singkatnya, di Jakarta, Senin (17/7).
Doli mengatakan, terbentuknya Pansus Angket KPK harus diakui, tidak terlepas dari pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek KTP-el. Di mana dalam perjalanan kasus ini turut menyeret nama sejumlah politisi senior Partai Golkar termasuk ketua umum, Setya Novanto. Pansus juga dipimpin oleh politisi Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, yang juga namanya ikut disebut dalam dakwaan terdakwa kasus KTP-el.
"Komentar yang ditampilkan lewat Pansus Angket juga kan banyak dari Golkar, khususnya yang miring-miring. Misalnya, ide tentang pembekuan anggaran KPK munculnya dari Misbakhun. Orang tau itu kader Partai Golkar," ucapnya.
Menurut Doli, survei internal yang dilakukan menunjukkan suara Golkar merosot ke angka 11 persen. Padahal, pada pemilu 2014 lalu, Golkar meraih 14,75 persen suara. "Dan 67 persen penyebab turunnya suara itu disebabkan kasus KTP-el," kata Doli menambahkan.(rol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V