• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Langkah Pasti Putra Kuansing di Korps Adhyaksa: Priandi Firdaus Bahar Resmi Jabat Kasidik Kejati Kepri
04 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026

  • Home
  • Politik

'Hutan Mati' Papandayan nan Eksotik

Redaksi
Ahad, 16 Juli 2017 08:37:33 WIB
Cetak

Kabupaten Garut, Riauin.com - Jawa Barat memiliki berbagai potensi pariwisata alam indah nan permai. Salah satunya, keberadaan Papandayan yang menyuguhkan keeksotikan bekas letusan gunung tersebut.

Mungkin tidak cukup banyak orang yang tahu tentang berbagai keeksotisan Gunung Papandayan yang terletak di Kecamatan Cisurupan itu. Padahal, kawasan yang disebut 'hutan mati', merupakan lokasi terbakarnya puluhan hektare areal hutan Gunung Papandayan akibat terjadinya erupsi pada 2002.

Ya, hutan mati menjadi sebuah nama tempat wisata baru, di Kabupaten Garut. Kawasan yang diciptakan oleh alam tersebut menjadi daya tarik wisatawan Gunung Papandayan, terutama bagi para pendaki maupun yang akan berkemah di Pondok Saladah.

Daerah tersebut tidak terdapat tumbuh-tumbuhan rimbun layaknya lahan di kawasan hutan, melainkan hanya dataran berwarna putih serta pohon dan ranting-ranting yang telah kering.

Situasi alam hutan yang menimbulkan unsur mistis itu justru menjadi unik, banyak pendaki yang menyempatkan waktu untuk berhenti menikmati dan mengabadikan keindahan hutan yang tanamannya mati dengan kamera telepon seluler maupun kamera profesional (DLSR, red).

Lokasinya memang tersembunyi, jauh dari pintu utama masuk kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan yang berada di bawah perbukitan kawah. Mereka yang ingin menikmati keindahan alam Hutan Mati itu tidak mudah, harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam.

Waktu tempuh itu merupakan jarak normal bagi kalangan pendaki pemula atau yang baru pertama kali melakukan perjalanan ke kawasan Gunung Papandayan. Jauhnya jarak tempuh menuju Hutan Mati itu membuat wisatawan tidak banyak menikmatinya, dengan alasan enggan berjalan kaki, atau takut kecapaian di perjalanan, apalagi bagi kalangan yang sudah berumur tua.

Panorama alam hutan hati itu seringkali hanya dinikmati keindahan dan pengalaman kegersangannya oleh para pendaki yang melakukan perjalanan menuju bumi perkemahan Pondok Saladah atau Tegal Alun. Itu pun kondisi fisiknya harus benar-benar fit.

Persoalan jarak tempuh yang hingga akhirnya mengurungkan niat untuk menuju hutan mati itu, hanya terjadi saat Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dikelola oleh pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kini, Hutan Mati itu sudah dekat, sudah sangat mudah ditempuh oleh berbagai kalangan usia, anak-anak termasuk para lanjut usia melalui jalur khusus yang telah dibuka oleh pengelola wisata tersebut sejauh 2 km.

Perusahaan bidang pariwisata PT Astri Indah Lestari (AIL) yang telah berpengalaman mengelola objek wisata alam itu, kini memberikan kenyamanan bagi pengunjung Gunung Papandayan. "Sekarang ke Hutan Mati mulai dari gerbang itu kurang lebih setengah jam paling lama. Kalau dulu sebelum kami kelola, ke Hutan Mati itu satu sampai dua jam," kata Direktur PT AIL pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Tri Persada.

Menurut dia, Gunung Papandayan memiliki sejumlah titik wisata alam yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati wisatawan. Seperti kawasan kawah, tebing gunung, Pondok Saladah, taman edelweis dan hutan mati.

Hutan mati, menurut Tri, menjadi salah satu objek wisata menarik yang sebelumnya banyak dinikmati oleh para pendaki. Sekarang, jalur baru menuju hutan mati itu sudah nyaman dan aman bagi wisatawan.

"Jalan kaki aman, setiap pos ada petugas keamanan, bagi manula pun sekarang bisa ke Hutan Mati, kalau dulu tidak bisa karena jalannya terjal," katanya.

Wisatawan yang hendak menikmati Hutan Mati tersebut untuk tidak lupa membayar satu kali tiket masuk di gerbang utama Taman Wisata Alam Gunung Papandayan sebesar Rp 30 ribu per orang. Tidak jauh dari gerbang utama itu, wisatawan dapat sejenak menikmati pemandangan terbuka hutan dan tebing gunung bekas letusan Gunung Papandayan.

Wisatawan dapat melanjutkan perjalanan khusus menuju Hutan Mati dengan cara berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang telah disiapkan oleh pengelola secara aman dan nyaman. Menempuh perjalanan menuju Hutan Mati itu tidak perlu membawa berbagai macam peralatan apalagi tas besar untuk membawa bekal makanan dan minuman.

Pengunjung hanya cukup membawa satu botol air mineral untuk menghilangkan rasa haus selama menempuh perjalanan wisata ke Hutan Mati itu. "Tidak perlu persiapan khusus untuk ke Hutan Mati, cukup bawa air minum saja, kaki yang kuat dan mengatur nafas," kata Tri.

Taman edelweis

Selain menikmati keindahan alam kawasan hutan mati, wisatawan juga dapat menikmati keindahan taman bunga edelweis di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Hamparan taman edelweis di pegunungan itu berada di lokasi Tegal Alun yang memebutuhkan waktu berjam-jam untuk menempuhnya.

Namun, pengelola wisata tersebut membangun taman edelweis di lahan yang tidak jauh dari gerbang utama masuk wisata alam Gunung Papandayan. Inovasi taman edelweis yang disuguhkan pengelola wisata tersebut untuk memberikan kemudahan akses bagi pengunjung yang ingin melihat langsung bunga abadi khas Gunung Papandayan.

Sebagian besar pengunjung tidak hanya melihat panorama kawah saja, tetapi ingin melihat langsung taman edelweis, meskipun harus berjuang melewati kawah, hutan, dan mendaki gunung. "Butuh perjuangan, harus mendaki gunung hanya untuk melihat bunga edelweis," kata Tri.

Tri mengatakan, banyaknya wisatawan yang ingin melihat bunga abadi tersebut, maka pihaknya membuat taman edelweis yang mudah dijangkau oleh wisatawan lanjut usia tanpa harus berjalan kaki berjam-jam. Taman edelweis itu dibangun seluas 4 hektare yang hanya sebagai alternatif atau miniatur dari taman alami edelweis yang sebenarnya di Pondok Saladah dan Tegal Alun.

Meskipun hanya alternatif saja, keindahannya tidak kalah menarik dari taman edelweis yang sudah dibangun dan disuguhkan oleh alam. (rol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Desa Rawan Karhutla di Kampar Diinstruksikan Bangun Waduk Darurat

04 Juni 2026
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
04 Juni 2026
Langkah Pasti Putra Kuansing di Korps Adhyaksa: Priandi Firdaus Bahar Resmi Jabat Kasidik Kejati Kepri
04 Juni 2026
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
04 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
04 Juni 2026
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
04 Juni 2026
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
04 Juni 2026
Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan
04 Juni 2026
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
04 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved