• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Dugaan Pungli SPMT PPPK Kuansing Tembus Rp 4,8 Miliar, DPRD Didesak Bentuk Pansus
22 Juli 2026
Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
21 Juli 2026
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
20 Juli 2026
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026

  • Home
  • Politik

'Hutan Mati' Papandayan nan Eksotik

Redaksi
Ahad, 16 Juli 2017 08:37:33 WIB
Cetak

Kabupaten Garut, Riauin.com - Jawa Barat memiliki berbagai potensi pariwisata alam indah nan permai. Salah satunya, keberadaan Papandayan yang menyuguhkan keeksotikan bekas letusan gunung tersebut.

Mungkin tidak cukup banyak orang yang tahu tentang berbagai keeksotisan Gunung Papandayan yang terletak di Kecamatan Cisurupan itu. Padahal, kawasan yang disebut 'hutan mati', merupakan lokasi terbakarnya puluhan hektare areal hutan Gunung Papandayan akibat terjadinya erupsi pada 2002.

Ya, hutan mati menjadi sebuah nama tempat wisata baru, di Kabupaten Garut. Kawasan yang diciptakan oleh alam tersebut menjadi daya tarik wisatawan Gunung Papandayan, terutama bagi para pendaki maupun yang akan berkemah di Pondok Saladah.

Daerah tersebut tidak terdapat tumbuh-tumbuhan rimbun layaknya lahan di kawasan hutan, melainkan hanya dataran berwarna putih serta pohon dan ranting-ranting yang telah kering.

Situasi alam hutan yang menimbulkan unsur mistis itu justru menjadi unik, banyak pendaki yang menyempatkan waktu untuk berhenti menikmati dan mengabadikan keindahan hutan yang tanamannya mati dengan kamera telepon seluler maupun kamera profesional (DLSR, red).

Lokasinya memang tersembunyi, jauh dari pintu utama masuk kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan yang berada di bawah perbukitan kawah. Mereka yang ingin menikmati keindahan alam Hutan Mati itu tidak mudah, harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam.

Waktu tempuh itu merupakan jarak normal bagi kalangan pendaki pemula atau yang baru pertama kali melakukan perjalanan ke kawasan Gunung Papandayan. Jauhnya jarak tempuh menuju Hutan Mati itu membuat wisatawan tidak banyak menikmatinya, dengan alasan enggan berjalan kaki, atau takut kecapaian di perjalanan, apalagi bagi kalangan yang sudah berumur tua.

Panorama alam hutan hati itu seringkali hanya dinikmati keindahan dan pengalaman kegersangannya oleh para pendaki yang melakukan perjalanan menuju bumi perkemahan Pondok Saladah atau Tegal Alun. Itu pun kondisi fisiknya harus benar-benar fit.

Persoalan jarak tempuh yang hingga akhirnya mengurungkan niat untuk menuju hutan mati itu, hanya terjadi saat Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dikelola oleh pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kini, Hutan Mati itu sudah dekat, sudah sangat mudah ditempuh oleh berbagai kalangan usia, anak-anak termasuk para lanjut usia melalui jalur khusus yang telah dibuka oleh pengelola wisata tersebut sejauh 2 km.

Perusahaan bidang pariwisata PT Astri Indah Lestari (AIL) yang telah berpengalaman mengelola objek wisata alam itu, kini memberikan kenyamanan bagi pengunjung Gunung Papandayan. "Sekarang ke Hutan Mati mulai dari gerbang itu kurang lebih setengah jam paling lama. Kalau dulu sebelum kami kelola, ke Hutan Mati itu satu sampai dua jam," kata Direktur PT AIL pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Tri Persada.

Menurut dia, Gunung Papandayan memiliki sejumlah titik wisata alam yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati wisatawan. Seperti kawasan kawah, tebing gunung, Pondok Saladah, taman edelweis dan hutan mati.

Hutan mati, menurut Tri, menjadi salah satu objek wisata menarik yang sebelumnya banyak dinikmati oleh para pendaki. Sekarang, jalur baru menuju hutan mati itu sudah nyaman dan aman bagi wisatawan.

"Jalan kaki aman, setiap pos ada petugas keamanan, bagi manula pun sekarang bisa ke Hutan Mati, kalau dulu tidak bisa karena jalannya terjal," katanya.

Wisatawan yang hendak menikmati Hutan Mati tersebut untuk tidak lupa membayar satu kali tiket masuk di gerbang utama Taman Wisata Alam Gunung Papandayan sebesar Rp 30 ribu per orang. Tidak jauh dari gerbang utama itu, wisatawan dapat sejenak menikmati pemandangan terbuka hutan dan tebing gunung bekas letusan Gunung Papandayan.

Wisatawan dapat melanjutkan perjalanan khusus menuju Hutan Mati dengan cara berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang telah disiapkan oleh pengelola secara aman dan nyaman. Menempuh perjalanan menuju Hutan Mati itu tidak perlu membawa berbagai macam peralatan apalagi tas besar untuk membawa bekal makanan dan minuman.

Pengunjung hanya cukup membawa satu botol air mineral untuk menghilangkan rasa haus selama menempuh perjalanan wisata ke Hutan Mati itu. "Tidak perlu persiapan khusus untuk ke Hutan Mati, cukup bawa air minum saja, kaki yang kuat dan mengatur nafas," kata Tri.

Taman edelweis

Selain menikmati keindahan alam kawasan hutan mati, wisatawan juga dapat menikmati keindahan taman bunga edelweis di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Hamparan taman edelweis di pegunungan itu berada di lokasi Tegal Alun yang memebutuhkan waktu berjam-jam untuk menempuhnya.

Namun, pengelola wisata tersebut membangun taman edelweis di lahan yang tidak jauh dari gerbang utama masuk wisata alam Gunung Papandayan. Inovasi taman edelweis yang disuguhkan pengelola wisata tersebut untuk memberikan kemudahan akses bagi pengunjung yang ingin melihat langsung bunga abadi khas Gunung Papandayan.

Sebagian besar pengunjung tidak hanya melihat panorama kawah saja, tetapi ingin melihat langsung taman edelweis, meskipun harus berjuang melewati kawah, hutan, dan mendaki gunung. "Butuh perjuangan, harus mendaki gunung hanya untuk melihat bunga edelweis," kata Tri.

Tri mengatakan, banyaknya wisatawan yang ingin melihat bunga abadi tersebut, maka pihaknya membuat taman edelweis yang mudah dijangkau oleh wisatawan lanjut usia tanpa harus berjalan kaki berjam-jam. Taman edelweis itu dibangun seluas 4 hektare yang hanya sebagai alternatif atau miniatur dari taman alami edelweis yang sebenarnya di Pondok Saladah dan Tegal Alun.

Meskipun hanya alternatif saja, keindahannya tidak kalah menarik dari taman edelweis yang sudah dibangun dan disuguhkan oleh alam. (rol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK

Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan

Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat

Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru

Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'

Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas

Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK

Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan

Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat

Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru

Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'

Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dugaan Pungli SPMT PPPK Kuansing Tembus Rp 4,8 Miliar, DPRD Didesak Bentuk Pansus
  • 2 Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
  • 3 Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
  • 4 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 5 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 6 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 7 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 8 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 9 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
Terkini +INDEKS

Pemprov Riau Siapkan Rekrutmen Fleksibel Perawat untuk Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

23 Juli 2026
Cuaca Buruk, BPBD Pekanbaru Minta Warga Waspadai Pohon Tumbang
23 Juli 2026
Akses Pelabuhan Sungai Duku Kian Mulus, Pembenahan Infrastruktur di Pekanbaru Terus Digesa
23 Juli 2026
Edarkan 45 Paket Sabu di Pangkalan Kerinci, Dua Pria Ditangkap Polisi
23 Juli 2026
Pemprov Riau Andalkan Data BPS untuk Arah Kebijakan dan Anggaran Daerah
23 Juli 2026
Desak Tambahan Anggaran Pusat, Pemprov Riau Minta Komisi X DPR RI Perhatikan Kebutuhan Daerah
23 Juli 2026
BRK Syariah Pangkalan Kerinci Gencarkan Promosi Gadai Emas, Perluas Akses Pembiayaan Syariah bagi Masyarakat
22 Juli 2026
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
22 Juli 2026
Masalah Sampah Pekanbaru, Walikota Instruksikan Camat Intervensi LPS
22 Juli 2026
Satpol PP Pekanbaru Layangkan Peringatan bagi Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Ahmad Yani
22 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved