Riau Dilanda Dua Musim Berbeda
seperti ini menurut Badan MMenteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru ini jarang terjadi di daerah lain yang memiliki iklim tropis.
"Iklim yang dihadapi Riau sekarang ini lain dari yang lain, bahkan berbeda dengan daerah-
daerah lain. Pada saat yang bersamaan terjadi dua iklim sekaligus, yakni musim kemarau dan
penghujan," jelas Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, Jumat (19/02/2016), di Pangkalan
Lanud Roesmin Nuurjadin.
Sebagian wilayah dibagian timur Riau sedang dilanda musim kemarau, sedangkan dibagian
baratnya justru tengah menghadapi musim penghujan dengan intensitas ringan hingga lebat
disertai angin kencang.
Dia menyebutkan, kondisi iklim seperti ini akan berdampak besar terhadap daerah didua
bagian di Riau ini. Namun pihaknya sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi.
Dampak yang dikhawatirkan dari dua iklim yang bersamaan ini adalah, terjadinya kebakaran
hutan dan lahan akibat musim kemarau. "Ditambah lagi angin bertiup kencang mengarah ke
Demikian dikatakan Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, Jumat (19/2/2016) di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin. "Iklim kita lain dari yang lain, dan ini memang berbeda dibanding daerah-daerah lainnya. Ada dua kondisi yang terjadi secara sekaligus, yaitu musim kemarau dan hujan," katanya.
Kepada GoRiau.com, Sugarin melanjutkan, dibagian timur Riau, sebagian wilayah kini sedang dilanda musim kemarau. Sedangkan dibagian barat (Riau) justri dilanda musim hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan disertai angin kencang. "Tentu, ini akan berdampak besar, kita sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah," sebutnya.
Salahsatu dampak yang paling dikhawatirkan, yakni terjadinya kebakaran lahan dan hutan akibat dipicu musim kemarau tersebut. Ditambah lagi saat ini tiupan angin sedang mengarah ke bagian barat. "Artinya kemarau bisa saja meluas. Angin juga sedang mengarah ke barat, termasuk Pekanbaru," ulasnya.
- See more at: http://www.goriau.com/berita/gonews-group/bmkg-2-iklim-berbeda-diprediksi-sedang-melanda-riau.html#sthash.D97bjbF2.dpuf
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol